God Of Dragon

God Of Dragon
Chap.17 Cincin Penyimpanan


__ADS_3

★★★


Malam hari di Asrama Laki-laki.


Ferdin dan Endo berjalan di lorong Asrama dengan Pemandu Endo yang berjalan disampingnya.


[Kretak Kretok Kretak Kretok]


“Ini dia kamarmu,Ferdin. Kamar ini bisa dihuni oleh dua orang. Jadi kamu tidur disitu saja dan jangan lupa taruh barangmu dicincin penyimpanan”


“Cincin Penyimpanan?Apa itu?”


“Oh ya, Aku lupa. Kalau kamu belum diberi cincin penyimpanan oleh sekolah. Ini! aku beri kamu satu. Lagian, aku sudah punya satu”


“Kamu punya dua cincin!? jangan bilang kamu menipu sekolah. Dengan cara bilang kepada mereka. Kalau kamu belum dapat cincin penyimpanan itu. Benar begitukan, Do?”


“E-eh iya. Aku melakukan itu. Lagian itu juga untuk kamu kok”


“Iya, Makasih Do. Buat cincin penyimpanannya. Tapi, bagaimana cara menggunakan benda ini?”


“Salurkan saja sedikit energimu kedalam cincin. Lalu ruangnya akan kebuka dan tinggal masukiin barang-barang bawaanmu kedalam ruangnya”


“Gitu ya, aku ngerti. Lalu cara mengambil item yang ingin diambil gimana, Do?”


“Ya tinggal buka ruang cincin penyimpanannya. Nanti bakalan ada menu [Inventory] sama seperti saat kamu mau menyimpan barang. Ini mekanismenya seperti game. Jadi mudah dimengerti bagimu yang penggila game, Fer”


“Jadi begitu, aku mengerti. Aku akan coba dulu ya”


Aku mulai mencoba menyalurkan energi pada cincin dan mulai membuka ruang penyimpanan yang ada cincin. Ketika ruang penyimpanan itu terbuka bersamaan dengan itu kotak [Inventory] muncul secara tiba-tiba dari cincin penyimpanan.


[Fuing Fuing Fuing]


Kemudian aku mencoba memasukkan barangnya dan mengeluarkannya. Melihat apakah aku bisa melakukannya atau tidak. Lebih tepatnya sebagai Uji coba saja sih. Setelah berhasil, Akupun melempar semua barang ke dalam ruang penyimpanan.


[Swing!!....Swing!!!]

__ADS_1


Yang perlu kalian ketahui. Tentu saja, cincin penyimpanan ini memiliki kapasitas atau jumlah slot yang terbatas. Dan cincin penyimpanan ini hanya mempunyai 30 slot. Tentu saja, masih ada cincin penyimpanan yang bahkan memiliki slot lebih banyak dibandingkan ini.


“(😨)K-kamu, kok main lempar gitu aja barangmu. Gak takut ada barang yang rusak”


“oh itu. Gak apa-apa kok. Lagian itu hanya buku doang. Oi Do, yuk temenin aku beli baju diluar. Aku gak bawa baju nih”


“Kenapa gak pulang kerumah saja? Lagian, rumahmu gak terlalu jauh dari asrama ini, Fer”


“(😰)E- itu, karna aku merasakan firasat buruk. Kalau aku kembali kerumah sekarang”


“Emangnya kenapa? ceritaiin aja sama aku. mungkin, aku bisa bantu kamu”


“A-Apa jadi rumahmu roboh. Saat kamu melawan orang dari [GHOST] itu. Lalu kenapa kau ada ditempat yang sepi. Saat kami pergi menyelamatkan kamu tadi sore”


“Itu karna, aku kabur dari orang itu dan ingin pergi kesekolah dengan cepat untuk meminta bantuan. Tapi dia lebih cepat dibandingkan yang aku pikirkan dan akupun kalah melawannya. Kemudian dia memukulku begitu kencang dan akhirnya aku pun kepental jauh”


“Begitu ceritanya, pantas aja kamu babak belur gitu, hahahaha(😄). Tapi lebih bagusnya kamu datang kerumah pamanmu. Lalu hibur pamanmu. Mungkin beban dia akan menjadi berkurang. Walapun sedikit. Tapi itu tetap membantu kok”


“Rumah paman?Kan, rumah pamanku sudah hancur. gimana cara ketemu sama paman. kalo aku aja gak tau dia dimana”


“Iya juga pake telpon aja. Sebelum aku menemui pamanku. Aku harus menelpon pamanku dulu. Agar aku tau posisinya sekarang ada dimana”


Aku mengambil [Smartphone]ku dari kantong celanaku dan mulai mencari kontak pamanku untuk melakukan panggilan bicara kepadanya. Setelah itu aku menemukan kontak pananku dan mulai melakukan panggilan.


[Tuttt...tuttt....tutttt....]


“Kenapa dia gak angkat ya? Apa dia lagi galau jadi gak mau angkat panggilanku. Ayo kita panggil dia satu kali lagi”


Akupun mencoba melakukan panggilan sekali lagi ke hpnya paman.


[Tuttt...tutttt...tutttt....]


Tiba-tiba panggilannya diangkat.


“Halo paman, kamu lagi dimana sekarang?”

__ADS_1


“U-um, ini dengan siapa ya?”


“Hei, siapa ini? Kenapa kamu yang angkat panggilannya? Dimana pamanku?”


“Tu-Tunggu, kamu memanggilnya paman kan? Apa kamu keponakannya?”


“Iya, Emangnya kenapa? kau mau minta tebusan ya”


“Gaklah, Kalau begitu. Ini pamanmu lagi tidur ditempatku. Bahkan dia masih bermimpi tentang rumah kalian yang hancur dan juga dia terlihat sangat sedih sekali”


“Oh maafkan aku, pak. Aku telah bicara secara secara kasar pada bapak”


“Ya, gak apa-apa kok. Aku tau kau mengkhawatirkan pamanmu”


Tapi, tenang saja. Saat ini aku akan merawatnya dulu”


“Makasih pak, boleh gak minta [Share Location] rumah bapak untuk pergi menemui pamanku.


“Tentu saja, Lagian aku temannya pamanmu. Jadi, memang seharusnya aku membantu dia. Ini dia, Aku sudah [Share Location] padamu ”


“Ya, makasih pak. nanti aku datang kerumah bapak untuk melihat pamanku. gak apa-apa,kan?”


“Ya, gak apa-apa. Tapi, jangan panggil aku bapak lagi. karna aku masih muda. Panggil aku kakak saja”


“Oke”


“Sekarang, aku pergi kerumah kakak, ya. Bye”


“Ya, Bye”


“Yuk do. kita pergi ketempat teman pamanku”


“Ayo”


Aku dan Endopun pergi ketempat tempat pamanku. Sebelum itu kami minta izin kepada kepala asrama untuk keluar malam itu. Dengan alasan menemui pamanku yang sedang sakit. kami pun diizinkan pergi.

__ADS_1


★★★


__ADS_2