
****
*alam bawah sadar Ferdin*
"ukhh... sakit sekali kepalaku. aku lagi dimana nih."
"tempat gelap dan ada cahaya putih?".
"apa aku sudah mati? inikah namanya menuju jalan kesurga. tapi kok lantainya mirip genangan air. hanya saja air ini tidak membuat basah".
"jangan-jangan aku lagi dialam bawah sadar ku".
"kalau benar, aku harus menelusuri tempat ini dulu".
Ferdin Berjalan terus-menerus. dan akhirnya menemukan sebuah gerbang raksasa yang tertutup rapat.
"kok bisa ada gerbang raksasa di alam bawah sadarku".
"hmmm... gerbang yang gede. ini emang apa ya isinya ya?".
"apakah ada harta karun didalamnya?".
"lebih baik aku coba dorong gerbangnya".
"haaaaahhh.....".
setelah itu.
"hahh hahh hahh, susah banget membuka gerbang ini. bahkan pintunya gak gerak sama sekali".
"apa gak ada cara lagi untuk membuka gerbang ini ya".
dengan pasrah dia menjatuhkan diri kelantai untuk berbaring sebentar.
[burrr...]
Ferdin pun melihat seekor naga didepan mukanya.
"na-na-naga!!!".
"hei, kenapa kau terkejut begitu?".
"ten-tentu saja aku terkejut. karna ada naga dihadapan mukaku. saat aku lagi berbaring".
"lebih parahnya lagi. kamu bisa berbicara seperti manusia".
"ohh, apa aku bisa menganggap itu pujian?".
__ADS_1
"ya, aku mau nanya. gerbang raksasa itu isinya apa? kok susah banget buka gerbangnya".
"hahahahah, tentu saja kamu tidak bisa membukanya. karna ini gerbang hanya bisa dibuka dengan tekad yang kuat atau bisa juga dibuka oleh penjaganya".
"isi dari gerbang itu. Ra-ha-si-a".
"ahhh. gak asik gak bilang isinya apa. jadi dimana penjaganya? aku mau minta dia bukaiin gerbangnya".
"hooh, kau cari penjaganya? tentu saja penjaganya adalah aku".
memasang muka datar
"apa kau sedang bercanda?".
"aku gak bercanda lo".
"ya..ya..ya..".
tiba-tiba suara angin pun datang dan mencoba menghisap kesadaran Ferdin untuk kembali ke dunia nyata.
[wuss....wuss....wuss....]
"angin apa ini? kenapa dia menghisap aku? apa aku bakalan kembali dunia nyata?".
"sepertinya sudah waktunya pergi dari sini".
"ah............".
[angin ini terasa familiar? jangan-jangan ini anginnya naga angin].
"hei naga angin, kenapa kau melakukan ini? padahal aku belum selesai bicara dengannya".
"maaf ya, tapi harusnya kau tau saat ini. dia sudah tertidur selama 2 minggu apa kau masih mau menahannya".
"apa kau mau membeberkan rahasia kita secara langsung padanya?. kalo kita ini adalah pelayannya".
"gak kan, karna belum saatnya dia tau semuanya".
"aku tau!! kau benar-benar sayang dan peduli dengan dia. terlebih lagi dia adalah renkarnasi dari tuan kita".
"aku juga tau, dari awal pertemuan dengan tuan. kau selalu menyembunyikan perasaanmu".
"kalau kau menyukai tuan. saat pertama kali kau bertemu dengannya".
"kalo kamu sayang dia. kamu harusnya ngerti masih ada orang yang mengkhawatirkan diri tuan".
"mohon bersabarlah sebentar lagi ya. naga api".
__ADS_1
"umm...."
*dunia nyata *
"Alicia dan Endo, kenapa kalian ada disini?".
"tentu saja kami menunggumu sadar".
"oh ya aku tertidur berapa hari?".
"sudah 2 minggu Fer".
"apa!!!!! dua minggu!!!!".
"iya".
"tapi, katanya kepala sekolah akan mengajari kamu secara langsung pelajaran yang sudah dilewati".
"aku juga punya berita buruk untukmu Fer. kamu direkam seseorang saat bertarung melawan Kani Ou. beserta dimensi ruang yang secara tak sengaja kamu rusakin dengan tebasanmu".
"benarkah? berarti aku jadi terkenal dong".
"DASAR Ferdin Bodoh, kamu gak tau juga ya. dengan kejadian ini kamu akan jadi incaran organisasi jahat juga".
"aku takutnya ini akan jadi perebutan dirimu. saat orang-orang berpengaruh dinegara melihat kekuatanmu baik nasional maupun internasional".
"tapi itukan gak sengaja -.-".
datang perawat sekolah
"kondisi kamu sudah baik-baik saja jadi kamu bisa mengikuti pelajaran sekarang".
"baiklah, kami ke kelas dulu ya Ferdin".
"ya, pergilah nanti aku nyusul".
Ferdin pun membersihkan diri di kamar mandi diruangan perawatan dan mengganti pakaiannya dengan seragam baru yang diberikan oleh perawat.
"makasih ya, mbak perawat buat seragam sama kamar mandinya".
"ya, sama-sama".
Ferdin pun pergi.
sementara itu diruangan perawatan.
"apa benar itu anak yang meretakkan dimensi ruang?".
__ADS_1
"entah kenapa aku gak merasakan ataupun melihat sedikitpun energi cakra keluar dari tubuhnya".
****