Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
Belanja hadiah


__ADS_3

Tes...


buliran bening jatuh tepat di pipi tirus Alexa, ya semenjak perselingkuhan suaminya dan madunya terungkap Alexa memang sedikit kekurangan nafsu makan ditambah lagi urusan pekerjaan yang memaksa dia untuk terus melakukan lebih.


"Aku rasa aku akan cepat menyusul kalian ma pa, badan ku semakin mengering sekarang, tubuhku tidak lagi sebagus dulu", celetuk Alexa sendiri seraya mengusap-usap batu nisan kedua orangtuanya dan dibarengi dengan tawa kecil kecilnya.


"Bangun".


Alexa tidak terkejut karena dia tahu pasti sipemilik suara itu.


"Tak perlu mengikutiku, aku butuh privasi", jawab Alexa lalu bangkit dari duduknya.


"Ini sudah mendesak, kamu sudah berjanji akan menemui orang tuaku".


"Ini masih jam lima, apa pertemuannya dimajukan?".


"Tidak, pertemuannya tetap jam tujuh malam".


"Lalu, apa yang membawamu kesini?".


"Aku pikir kita perlu pergi kesuatu tempat sebelum bertemu orangtuaku", dengan semangat Leo menarik tangan Alexa untuk pergi meninggalkan pemakaman.


"Stop!!", teriakan Alexa membuat langkah Leo berhenti seketika lalu menoleh kearah Alexa.


"Ada apa?".


"Apa kau tidak ingin menyapa orang tuaku", celetuk Alexa seraya memandangi batu nisan kedua orangtuanya.


"Mereka sudah mengenalku, jadi aku pikir tidak apa-apa jika langsung mebawamu pergi".


Mendengar penuturan Leo Alexa bingung maksud dari ucapan Leo, "Maksudmu?".


"Aku sering kesini, kalau tidak percaya coba tanya mama dan papamu".


Mata Alexa membelalakkan matanya ketika mendengar celetukan Leo yang aneh itu.


"Bagaimana bisa bertanya sama orang yang jelas-jelas sudah meninggal, apa dia gila", gumam Alexa seraya berjalan melalui Leo.


Leo tak langsung pergi menyusul Alexa, "Apa kubilang, anakmu pasti akan menjadi milikku", ucap Leo kepada batu nisan milik orang tua Alexa.


"Cepatlah!", teriak Alexa dari balik pintu mobilnya, lalu dengan cepat Leo menyusul Alexa.

__ADS_1


"Naik mobilku saja", pinta Leo


"Tidak, aku kesini naik mobil bagaimana bisa aku pergi dengan mobilmu", tolak Alexa tegas.


"Lalu mobilku bagaimana kalau aku naik mobilmu".


"Aku tidak memintamu naik mobilku".


"Lalu untuk apa memanggilku?".


"Kamu tadi bilang kita akan kesuatu tempat dan aku tidak tahu tempat itu dimana bagaimana bisa aku pergi duluan tanpa menunggumu?".


"Aa,, benar juga", Leo baru sadar kedatangannya kemari karena ingin mengajak Alexa ke suatu tempat.


"Dasar aneh".


"Kalau begitu oke", Leo berlari lalu masuk kedalam mobil milik Alexa.


"Apa yang kamu lakukan, bagaimana dengan mobilmu".


"Tenanglah aku akan mengurusnya Sekarang kita jalan ketempat ini", ucap Leo seraya menunjukan arah kemana mereka akan pergi.


"Baik pak kepala", celetuk Alexa bersamaan dengan tawa kecil.


Tidak berselang lama mereka berdua sudah sampai disebuah mall, "Apa yang akan kita lakukan disini?", tanya Alexa karena bingung untuk apa mereka datang ke mall.


"Apa kamu tidak akan membelikan orang tuaku dan juga kakekku hadiah?".


"Oh iya,, aku lupa", setelah itu mereka berdua masuk kedalam mall dan mulai mencari beberapa hadiah untuk orang tua dan juga kakeknya Leo.


"Aku tidak tahu selera orang tuamu dan juga kakek mu itu bagaimana ?", celetuk Alexa bingung setelah beberapa kali melihat-lihat toko yang ada di mall.


"Mereka akan menerima apapun yang kamu berikan".


"Benarkah", Alexa merasa senang sekaligus cemas karena ini kali pertama Alexa bertemu ayah dan juga kakeknya Leo setelah memutuskan untuk keluar dari organisasi Alexa memang memutuskan hubungan dengan mereka, tapi tidak disangka bahwa dia akan terjerat dengan keluarga itu lagi.


Setelah selesai mencari dan memilih hadiah Alexa dan Leo memutuskan untuk mampir ke sebuah toko bunga ,dan sialnya dia harus bertemu Bella dan juga Hendra .


Mendapat tatapan sinis dari Bella tidak membuat Alexa takut bahkan Alexa semakin tertantang untuk menyapa kedua penghianat itu.


"Apa yang kau lakukan disini", ucap Hendra yang langsung mendatangi Alexa ketika melihat istrinya sedang bersama dengan seorang lelaki yang dia tahu dengan pasti bahwa laki-laki itu adalah laki-laki yang sudah beberapa kali ia lihat bersama istrinya.

__ADS_1


"Aku ingin membeli bunga", jawab singkat Alexa.


"Iya aku tahu, tapi kenapa harus dengan dia, ingat kita ini masih suami istri", tutur kesal Hendra .


"Dia rekan kerjaku".


"Rekan kerja kok ketoko bunga!", mulut Bella bak mobil yang remnya blong dia sangat cepat dan tidak bisa dikendalikan kalau tentang membuat Masalah dengan Alexa.


"Apa perlu aku jelaskan, aku kesini membeli bunga untuk pertemuan dengan klien penting, jadi aku harus membawa sesuatu jika akan bertemu dengannya paham", jawab Alexa dengan tatapan sinis yang ia tujukan untuk Bella.


"Lagi pula wanita murahan sepertimu tidak akan tahu bagaimana menjalin bisnis yang baik, yang kamu tahu itu hanya mengoda suami orang", tak terima dengan ucapan Alexa Bella hendak melayangkan tamparan kearah Alexa namun dengan cepat Leo meraih tangan Bella tepat sebelum tangan Bella mendarat di pipi putih Alexa.


Sorot mata tajam Leo membuat nyali Bella menciut dan berangsur-angsur menurunkan tangannya, "Kalian ini sama saja", celetuk Bella lalu pergi meninggalkan toko bunga.


"Aku tunggu dirumah", ucap Hendra sebelum pergi meninggalkan toko bunga dan menyusul Bella.


Alexa memang sempat pergi dari rumah tapi karena ancaman Hendra yang akan melakukan sesuatu dengan Arman membuat Alexa terpaksa kembali tinggal serumah dengan Hendra dan juga Bella , Alexa takut kalau sampai Hendra benar-benar menyakiti Arman, sebenarnya Alexa bisa saja meminta bantuan Leo tapi ia urungkan niatnya karena merasa tidak enak.


"Bagaimana kalau suamimu benar-benar menceraikan Bella bukannya kamu?", tanya Leo karena sedikit khawatir kalau sampai benar dugaannya maka bisa dipastikan impiannya untuk menikah dengan Alexa akan berakhir.


"Tidak, itu tidak akan terjadi dia itu sangat penurut dengan orangtuanya, dan bisa kamu lihat tadi ketika Bella pergi dia langsung menyusulnya dan ketika aku akan ditampar dia hanya diam saja", jelas Alexa.


"Lalu kenapa dia tetap mempertahankanmu kalau memang dia itu penurut, bukannya orangtuanya meminta kalian untuk segera berpisah?".


"Ishh,, kau ini cerewet sekali ini sudah hampir waktunya kita bertemu orang tuamu bukankah kita harus cepat", bukannya tidak ingin cerita dengan Leo tapi Alexa terlalu malas jika harus membahas Hendra dan juga Bella.


"Lagian kamu bilang sama aku kalau kamu akan urus semuanya bukan?", imbuh Alexa ketika melihat Leo diam seperti sedang memikirkan suatu hal.


"Aa,, iya tentu aku akan mengurusnya".


"Kalau begitu aku pilih bunga ini saja", ucap Alexa seraya menunjuk sebuah bunga anggrek .


"Inikan bunga yang masih hidup?".


"Ishh.. aku sudah memintamu untuk diam, kau ini cerewet sekali".


Bukannya menjawab tapi Leo hanya memulaskan senyum karena dia sadar sedari tadi dia sudah sangat cerewet, hal itu karena dia hanya ingin lebih banyak mengobrol karena perjanjian yang mereka buat, kalau mereka tidak akan bertemu sampai Alexa benar-benar sudah berpisah kecuali jika ada urusan mendesak.


Sejauh ini Leo memang selalu mencari alasan untuk bertemu Alexa tapi naasnya Alexa selalu menolak, ini adalah pertemuan pertama mereka setelah Alexa setuju untuk menikah dengan Leo, jelas saja hal itu membuat Leo sangat ingin berlama-lama dan banyak berbicara dengan Alexa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote nya teman-teman demi berlanjutnya cerita ini💓...


...****************...


__ADS_2