
Didepan restoran..
"Apa kita batalkan saja?", tanya Alexa gugup, sebenarnya Alexa gugup bukan karena bertemu calon mertua dia gugup karena ini kali pertama Alexa menapakkan diri didepan ayah dan kakek Leo.
Awalnya memang Alexa tidak mengenali seorang Leo Anggara namun setelah melihat siapa orang tua Leo akhirnya dia tahu siapa sebenarnya Leo itu.
"Tanggung sekali", jawab Leo dengan tatapan mata yang tidak sekalipun berpaling dari wajah Alexa.
"Sepertinya aku akan ketoilet dulu".
"Lagi!?", Leo terkejut pasalnya selama diperjalanan Alexa sudah beberapa kali meminta Leo berhenti untuk pergi ke kamar kecil dibeberapa tempat.
Tak menjawab ucapan Leo, Alexa dengan segera berlari mencari kamar kecil.
"Wah sepertinya dia gugup sekali, apa aku batalkan saja", gumam Leo.
"Dasar anak nakal!", teriak seorang lelaki tua dari kejauhan, refleks Leo menoleh kearah suara .
Dibelakang mereka sudah banyak pengawal yang berbaris dengan rapi.
"Ish lelaki tua itu ", celetuk Leo, lalu berjalan menghampiri ketiga orang itu.
"Kakek", ucap Leo lalu memeluk kakeknya dan juga mama dan papanya.
"Mana calon istrimu?, jangan bilang kau tidak jadi menikah", celetuk kakek Leo.
Kakek Leo bernama Adam Anggara dulu dia adalah seseorang ketua didalam suatu organisasi hitam sebelum ia pensiun dan digantikan oleh anaknya yaitu ayah dari Leo Anggara atau Bram Anggara yang kini masih memimpin organisasi itu.
Alasan kakek dan ayah Leo mendesak agar Leo segera menikah adalah agar Leo bisa segera memimpin mengantikan Bram, karena dalam peraturan organisasi pemimpin setidaknya harus sudah menikah atau pernah menikah.
"Iya nak, mana calon istrimu ", tutur ibu Leo karena sedari tadi ia tidak melihat seorang wanita berada disisi anak laki-lakinya itu.
"Dia masih ke toilet, kalian tunggu saja didalam, aku akan segera menyusul", ujar Leo seraya menunjuk kearah pintu masuk kesebuah restoran berbintang yang sudah mereka jadikan tempat untuk mereka bertemu.
Leo mengedarkan pandangannya keberbagai tempat tapi karena suasananya sedang ramai sehingga ia tidak bisa melihat keberadaan Alexa, sebenarnya Leo takut kalau saja Alexa kabur dan menolak untuk bertemu dengan orang tuanya.
Dengan segera dia meraba benda pipih yang ada disaku celananya dan menekan tombol yang bernama wife, ya Leo memang aneh belum juga sah menjadi istrinya tapi nama Alexa di ponselnya sudah bertuliskan istri.
"Hey.. tak perlu meneleponku", ucap Alexa yang tiba-tiba berada tepat didepannya , hal itu membuat Leo kaget.
"Aku takut kamu kabur", ucap Leo lalu memeluk erat tubuh Alexa dengan posesif.
"Lepaskan, aku tidak bisa bernafas!", teriak Alexa karena pelukan erat dari Leo membuatnya kesulitan bernafas.
"Maaf", ujar Leo seraya melepaskan pelukannya perlahan.
Liam yang sedari tadi melihat hanya mampu menghela nafas kasar, karena harus melihat tingkah tuanya itu.
__ADS_1
....
Leo dan Alexa masuk kedalam restoran lalu mereka menuju kesebuah ruangan dimana keluarga Leo sudah menunggu, begitupun Liam yang sudah mengekor dibelakang Leo dan juga Alexa.
Betapa terkejutnya kakek dan ayah Leo ketika melihat wanita yang dibawa oleh anak dan cucunya itu, "Alexander Andersson", ucap Bram dengan tampang terkejutnya begitu pun Adam kakek Leo yang langsung berdiri, ia tahu betul siapa Alexander Andersson karena kedua orang tua Alexa dulu adalah orang terpercaya yang ada di organisasi mereka.
Berbeda halnya dengan Selly yang tampak bingung melihat suami dan ayah mertuanya yang tampak terkejut ketika melihat Leo dan wanita yang dibawanya.
Selly memang tidak ikut campur kedalam organisasi yang dipimpin suaminya itu, dia hanya sibuk dengan bisnisnya, "Kalian ini kenapa, bukannya disambut kalian malah memberikan tatapan seperti itu ke calon menantuku ini", celetuk Selly lalu berjalan mengandeng Alexa.
Karena canggung Alexa hanya mampu mengulas senyum manis di bibirnya, lalu berjalan menuju ke meja makan, tak lupa ia memberi hormat yang sama persis dilakukannya dulu ketika masih berada didalam organisasi.
"Duduklah sayang", pinta Selly pada Alexa yang terlihat seperti canggung dan malu untuk duduk.
Leo dengan segera menarik kursi dan mempersilahkan Alexa untuk duduk.
"Oh Iya ma, pa, kek kenalin dia adalah calon istriku namanya Alexa dan kami juga membawa hadiah untuk kalian".
"Liam, berikan hadiah nya pada mereka", titahnya pada Liam yang sedari tadi berdiri mematung sembari membawa bingkisan dan buket bunga.
"Lama tidak bertemu tuan", sapa Alexa kepada Adam dan Bram.
"Kalian saling kenal?", tanya Selly keheranan, pasalnya suaminya tidak pernah membahas wanita yang bernama Alexa selama ini.
"Iya nyonya".
"Is ,, kau ini jangan panggil calon mertuamu dengan sebutan seperti itu, panggil saya mama".
Mereka berlima makan bersama, sepanjang pertemuan hanya Selly yang terlihat banyak berbicara dan Alexa hanya menjawab seperlunya karena ia masih merasa canggung.
Waktu berjalan cepat Selly yang tiba-tiba mendapat telpon karena ada pertemuan mendadak dengan klien memutuskan untuk pergi terlebih dahulu diikuti Liam untuk pergi mengantar Selly , kini sisa mereka berempat, Adam, Bram, Leo, dan juga Alexa, suasana canggung tidak ada yang mau membuka suara , ..
Lama mereka diam akhirnya Bram mulai membuka suara setelah beberapa waktu masih terkejut dengan situasi yang sedang ia hadapi ini.
"Kau ini Alexander Andersson, anak dari Alex Andersson dan Lexa Andersson bukan?".
"Iya tuan".
"Leo apa kau tahu dia ini siapa?", tanya Bram kepada anak laki-laki nya itu, ia masih tidak habis pikir dengan situasi yang sedang terjadi ini.
"Aku tahu pa, aku sudah menyelidikinya dan aku mencintainya", jelas Leo kepada ayahnya.
"Tapi dia istri dari Hendra Gunawan anak dari Arya Gunawan musuh bebuyutan kita".
"Mereka akan bercerai", tutur Leo pasti.
"Bagaimana kalau dia hanya memanfaatkan mu untuk merusak organisasi kita".
__ADS_1
"Aku rasa tidak", sangkal Leo.
"Kita tidak tahu apa yang ada dipikiran setiap orang Leo", ucap Bram berusaha menasihati anaknya.
Terjadi perdebatan sengit antara ayah dan anak, kakek Leo sedari tadi diam hanya mendengarkan pembicaraan mereka tanpa ingin menyela.
"Maaf tuan, jika saya ingin merusak organisasi tuan maka sepertinya itu sudah terjadi sedari dulu", sela Alexa ditengah-tengah perdebatan sengit itu.
Bram terdiam sesaat lalu bertanya kepada Alexa, "Lalu apa rencana mu yang sebenarnya?".
Akhirnya Alexa dan Leo menceritakan rencana mereka serta perjanjian pernikahan mereka, sontak saja kakek Leo langsung angkat bicara "Apa kalian pikir pernikahan hanya sebuah permainan?".
Dengan cepat Leo menjawab, "Tidak kek, aku sungguh-sungguh mencintainya".
"Kau memang mencintainya anak nakal, tapi bagaimana dengan Alexa, apa dia mencintai mu?".
"Akan ku buat dia mencintaiku juga".
"Benarkah?", tanya kakek Leo dengan nada mengejeknya.
"Apa sekarang kakek juga meremehkan ku", jawab Leo kesal karena mulai dari Alexa dan ibunya tidak ada yang tidak meremehkannya.
"Aku akan setuju dengan rencana kalian tapi harus dengan satu syarat".
"Apa itu", dengan semangat Leo menjawab pernyataan kakeknya.
"Tidak akan ada perpisahan setelah pernikahan kalian".
"Siap kek", celetuk Leo cepat dengan gerakan tangan hormat menandakan bahwa ia akan patuh dengan ucapan kakeknya barusan.
Lama Alexa terdiam nampak memikirkan sesuatu hal, akhirnya Alexa angkat bicara, "Aku sudah memiliki anak".
"Benarkah?, tidak pernah ada laporan tentang keluarga Gunawan memiliki penerus setelah Hendra", pungkas Bram.
"Anak angkat ", jawab Alexa cepat.
"Tidak masalah, aku senang kalau ada yang bisa memanggilku opa sekarang", tutur Adam dengan semangat.
Lama berbincang-bincang akhirnya Adam dan Bram memilih untuk pergi terlebih dulu, hingga menyisakan mereka berdua yaitu Alexa dan juga Leo.
"Apa ku bilang, mereka akan setuju", tutur Leo dengan bangga.
"Ya, aku rasa begitu", jawab datar Alexa.
Mereka akhirnya pulang dan tidak lupa Leo mengantar Alexa ke rumah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan votenya teman-teman demi berlanjutnya cerita ini💓...
...****************...