Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
kehilangan kendali


__ADS_3

"Kenapa meninggalkan ku?" tanya Leo kesal dan memasang wajah cemberut.


"Jangan lebay deh! Aku sudah mengajakmu tadi, tapi tidak ada jawaban, jadi aku ajak saja Asisten mu ini " Jelas Alexa .


"Aku tidak mendengarnya!"


"Iya karena kau itu terlalu malu sehingga, telinga mu itu tidak bisa mendengar dengan baik ketika ada orang yang memanggilmu" kesal Alexa karena tadi sebelum pergi dengan Liam dia sempat mengajak Leo terlebih dahulu tapi tidak mendapat respon dari Leo.


"Tuanku seperti itu juga karena mu Nona, bagaimana bisa Nona memarahinya setelah pengorbanan yang dia lakukan untuk membuat Nona tertawa" Kata Liam membela tuannya yang sedari tadi dimarahi oleh Alexa.


"Hey.. jangan memarahinya!" teriak Leo pada Liam.


"Aku ini sedang membelamu tuan, kenapa tuan malah memarahiku!" kesal Liam karena tuannya sudah terlanjur bucin dengan Alexa sehingga sudah tidak bisa berpikir dengan benar.


"Aku tidak meminta mu untuk membelaku" ujarnya Leo yang masih bersikukuh membela Alexa.


"Terserah tuan saja!" ucap Liam kesal .


"Kalian ini sama saja, apa kalian tidak bisa berpikir lebih dewasa!" teriak Alexa kesal karena harus terjebak diantara dua orang yang sama-sama keras kepala .


Seketika Leo dan juga Liam langsung terdiam setelah mendengar penuturan Alexa.


"Aku kesini untuk makan siang, kalau kalian ingin melanjutkan perdebatan kalian aku akan pergi" imbuhnya seraya berdiri berniat untuk pergi dari sana, namun dengan cepat Leo menghentikannya.


"Iya aku akan diam, tapi jangan pergi" pinta Leo dengan tatapan memohon, Alexa yang awalnya akan pergi akhirnya kembali duduk dan mulai memasukkan makanan yang tadi sudah ia pesan.


Begitupun Liam yang juga menyantap makanan yang ia pesan tadi, berbeda dengan Leo yang belum sempat memesan makanan.


Melihat kedua orang itu makan dengan nikmatnya membuat Leo ingin memesan makanan yang sama dengan milik Alexa, ia pergi kemeja kasir saat ingin memesan makanan ternyata menu yang ingin Leo pesan sudah habis.


Leo kembali duduk dengan wajah yang tertekuk, "Ada apa?" tanya Alexa karena melihat bahwa calon suaminya itu duduk dengan wajah cemberut.


"Makanan itu sudah habis" ujar Leo dengan jari menunjuk kearah mangkuk bakso milik Alexa.


"Kamu mau?"


"Tentu" jawab Leo antusias.


"Kalau begitu Aa" ucap Alexa seraya memberikan sesendok bakso kearah Leo, tanpa berpikir panjang Leo segera membuka mulutnya lebar-lebar dan App..


"Bagaimana?" tanya Alexa penasaran karena biasanya laki-laki tidak menyukai makanan pedas berbeda dengan wanita yang sangat menyukainya.

__ADS_1


Awalnya Leo menikmatinya namun lama kelamaan ia berteriak kalau mulutnya terbakar, Leo menyambar minuman milik Liam dengan beberapa teguk saja teh satu gelas jumbo habis diminumnya, merasa belum puas Leo kembali mengambil gelas milik Alexa tapi baru sampai dibibir Leo menghentikan tindakannya ketika melihat tatapan Alexa yang seakan tidak ikhlas jika minumannya diminum.


Lama ia menatap Alexa dengan tatapan penuh harap dan Setelah mendapatkan persetujuan dari Alexa barulah Leo berani meminum teh milik Alexa.


"Maaf aku tidak tahu kalau kamu tidak menyukai makanan pedas" sesal Alexa.


"Tidak aku tahu kamu tidak sengaja" .


Liam yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecil karena dirinya tahu bahwa Alexa sengaja melakukannya.


"Kenapa tersenyum?" tanya Leo karena sedari tadi Liam terlihat seperti sedang menertawakannya.


"Tidak Tuan"


Setelah acara makan siang selesai mereka bertiga kembali masuk kedalam ruangan Alexa.


"Aku ingin membuat kerjasama denganmu" ujar Alexa tiba-tiba membuat Leo yang saat itu sedang memainkan tabletnya terkejut dan langsung menghentikan kegiatannya.


"Bukankah kita memang sudah bekerjasama" celetuk Leo membuat Alexa kesal karena Leo belum juga paham maksud dari pembicaraan mereka itu.


"Bukan itu maksudku"


"Lalu kerjasama bagaimana?" tanya Leo bingung dengan maksud perkataan Alexa.


"Bagaimana?" Tanya Alexa lagi setelah lama menunggu jawaban dari Leo.


"Apa tidak masalah?" tanya Leo balik karena ia masih ragu dengan pengajuan kerjasama Alexa.


"Aku sudah memikirkannya, jika ingin memenangkan sesuatu, kita harus berani mengambil langkah lebar" Jelas Alexa dengan penuh semangat.


"Jadi sekarang kamu mempercayaiku" Ujar, Leo seraya berdiri mendekat kearah Alexa yang saat itu sedang berdiri dihadapannya.


"Jangan mendekat" Pinta Alexa.


"Memangnya kenapa kalau aku mendekat" Tutur Leo yang tidak mendengarkan ucapan Alexa dan terus saja berjalan mendekat.


"Aku hanya ingin menginvestasikan seluruh saham ku ke perusahaanmu lalu kenapa reaksi mu berlebihan seperti itu?" Tanya Alexa kesal.


Leo tetap tidak mendengarkan perkataan Alexa dan terus saja mendekat kearahnya, melihat tatapan Leo sangatlah berbeda dari biasanya membuat Alexa sedikit khawatir terlebih lagi di sana ada Liam yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.


"Aku akan ke toilet sebentar" ucapnya, belum juga melangkah jauh tangannya sudah ditarik terlebih dulu oleh Leo.

__ADS_1


Cupp.. Bibir Leo mendarat tepat dibibir Alexa, merasa terkejut Alexa tertegun sesaat sampai ia merasakan pergerakan dari bibir Leo barulah Alexa menyadari apa yang sedang terjadi.


Dengan langkah cepat Alexa pergi keluar dari ruangannya, tidak lupa juga dia menyambar kunci dan juga tas miliknya sebelum pergi.


Karena malu Alexa buru-buru keluar dari kantor tanpa memperhatikan orang disekelilingnya, terlihat ada seorang pria yang melambaikan tangan kepada Alexa ketika dia melewati lobi tadi.


Karena tidak mendapat respon Thomas langsung mengejar Alexa namun belum juga sampai diparkiran mobil, Alexa sudah lebih dulu pergi.


"Ada apa dengannya? Mengapa buru-buru sekali" celetuknya.


Ketika Thomas berbalik badan berniat untuk masuk kedalam kantor lagi ternyata sudah ada Leo dan juga Liam yang berdiri tegap dibelakangnya.


"Tuan?" ujarnya, heran bagaimana bisa tuannya ada di kantor milik Alexa.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya, Leo dengan tatapan elangnya hal itu membuat Thomas bergidik ngeri.


"Aku harus tanda tangan kontrak disini tuan" jawabnya, dengan terbata karena takut dengan Tuannya itu.


Setelah mendengar jawaban Thomas ia dan juga Liam bergegas menuju mobil mereka.


"Kenapa semua orang terlihat seperti dikejar anjing" celetuk Thomas lalu berjalan masuk kedalam kantor.


....


Didalam mobil Leo sedari tadi tampak gusar karena sudah membiarkan Alexa pergi begitu saja setelah dia menciumnya tadi.


"Pasti dia kaget" Ujar, Leo dengan ponsel yang melekat di telinganya menelpon orang yang sedang ia kejar.


Liam yang sedang fokus menyetir tiba-tiba mengingat kejadian didalam ruangan tadi, dimana tuannya mencium seorang perempuan tepat dihadapannya dan lebih parahnya lagi dia tidak memalingkan wajahnya ketika ciuman itu terjadi justru dia mengintip dari sela-sela jarinya.


"Bisa-bisanya aku mengintip orang yang sedang berciuman" Gumamnya setelah menyadari tingkahnya tadi.


Sedangkan Leo ia menyesali bagaimana dia bisa kehilangan kendali dan malah mencium Alexa yang jelas-jelas belum sepenuhnya menerimanya.


.....


Begitu sampai di mansion Alexa langsung masuk kedalam kamar Arman, ia langsung membanting tubuhnya keatas kasur milik Arman, mengingat bagaimana hal itu bisa terjadi, Alexa sebenarnya tidak marah ia hanya merasa syok karena tindakan Leo yang terkesan sangat mendadak itu.


"Memang dasar laki-laki kurang ajar!" Umpat Alexa dengan lantangnya membuat Arman tersentak.


"Mama, ada apa?" Tanya Arman lembut.

__ADS_1


"Mama gak papa kok sayang" jawab Alexa bohong, karena sebenarnya hatinya kini merasa gelisah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2