Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
Ruang rahasia


__ADS_3

Alexa termenung, memikirkan sebuah rahasia apa yang belum ia ketahui selama ini, melihat bahwa Klan Darkness adalah dalang dari penyerangan itu, dia semakin yakin kalau ada sesuatu yang belum ia ketahui.


"Kau lihat saja Mas, kalau sampai Aku tahu Kau memiliki andil dibalik semua ini, Aku akan membuatmu menyesal" katanya dengan seringai diwajahnya.


Setelah memeriksa file dari Raditya, ia kini berpikir bahwa kematian orang tuanya ada hubungannya dengan Klan Darkness.


Hal itu bisa berhubungan Karena bukti yang berhasil dikumpulkan orang tuanya dulu belum juga ditemukan, bahkan Alexa tidak bisa mendapatkannya.


Bukti itu sangat kuat bisa merobohkan seluruh organisasi Hitam, itu yang Alexa dengar ketika dia masih bekerja di organisasi hitam dulu.


Alexa pernah mencari bukti itu, tapi bagai ditelan bumi sejauh apapun Alexa mencari tetap tidak menemukannya, karena itu ia pernah sempat berpikir bahwa bukti itu hanyalah karangan belaka dan menghentikan proses pencariannya.


Namun setelah tahu bahwa Klan Darkness masih mengincarnya bahkan sampai sekarang, ia yakin kalau Klan Darkness menganggap bukti itu benar-benar ada dan yakin bahwa Alexa memiliki bukti itu.


"Astaga!" Teriak Alexa, dengan cepat ia keluar dari kamar dan pergi menaiki mobilnya.


Mobil melaju sangat kencang, hari sudah larut, kendaraan sedikit sengang, sehingga Alexa bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mobil Alexa memasuki pekarangan disebuah rumah kosong, dia turun dari mobilnya, lalu masuk kedalam rumah kosong itu.


Begitu masuk Alexa segera menyalakan senter yang ada di ponselnya, rumah ini sudah lama tidak Alexa tempati, tepatnya setelah kematian orang tuanya dia pindah dan jarang datang kesini, mungkin karena itu lampu rumah ini sudah tidak bisa menyala lagi.


Alexa melangkah perlahan menyusuri setiap ruangan yang ada, meskipun lama tidak dihuni bangunan rumahnya masih kokoh dan barang-barang yang ada di dalam rumah juga masih utuh.


Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat pintu kamar kedua orang tuanya, awalnya Alexa ragu untuk membuka pintu itu namun ia kembali sadar dengan tujuannya kembali datang ketempat yang sebenarnya sangat Alexa hindari.


Demi sebuah kebenaran Alexa memberanikan diri untuk masuk dalam rumah itu lagi.


Krek..


Suara pintu terbuka, terpampang jelas sebuah lukisan hasil karyanya dulu sewaktu SMP, di rumah Alexa memang tidak memajang fotonya dan juga orang tuanya, dengan alasan pekerjaan orang tuanya sangat berbahaya.


Dengan langkah pasti Alexa masuk meneliti setiap inci ruangan, tidak ingin sebuah bukti terlewatkan.


Lama ia mencari namun hasilnya masih sama seperti yang dulu, Alexa menyerah dan berniat untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Berpikir kalau lukisannya itu harus ia jaga, karena itu satu-satunya benda kenangan yang masih ada.


Begitu bingkai lukisan di pindahkan terlihat sebuah kotak kecil menyerupai brankas dan hanya bisa dibuka dengan sidik jari.


Begitu Alexa memberikan sidik jarinya sebuah suara seperti pintu terbuka terdengar sangat jelas, dengan cepat Alexa mencari asal suara itu.


Dan ternyata ada sebuah lubang dibawah tempat tidur, Alexa segera masuk kebawah kasur karena kebetulan kasur orang tua Alexa tipe storage bed jadi memudahkannya untuk masuk.


Begitu masuk Alexa langsung disambut oleh tangga, tidak ingin berpikir panjang Alexa langsung menuruni anak tangga itu, ia sangat penasaran, dengan kejutan apa yang akan ia saksikan dibawah nanti.


Setelah cukup lama menuruni tangga kini Alexa dihadapkan dengan sebuah pintu dan pintu itu hanya bisa dibuka dengan sebuah kunci.


"Ayah benar-benar membuatku pusing" gerutunya seraya memegang dada tiba-tiba terlintas dibenaknya mungkin kunci yang dimaksud adalah liontin pemberian ibunya karena mereka terlihat mirip.


Segera Alexa melepas kalungnya dan benar saja ketika Alexa meletakkan liontin itu, pintu langsung terbuka.


Berbeda dengan keadaan di atas, di sini lampu langsung menyala ketika pintu terbuka "Wah.. Ayah benar-benar menyiapkan segalanya" gumamnya takjub melihat kondisi ruangan yang penuh dengan foto kebersamaan Alexa dan orang tuanya.


"Jadi disini tempat menaruh semua barang-barang berharga Ayah" celetuknya karena lagi-lagi dia di buat kagum dengan otak ayahnya yang terkenal sangat tidak bisa diduga itu.


Air mata Alexa kembali menetes ketika melihat foto kebersamaan mereka bertiga, dimana terlihat jelas senyum kebahagiaan di wajah Ibu dan Ayahnya.


"Aku akan segera membalas mereka Yah" celetuk Alexa seraya memeluk foto kedua orang tuanya.


Dengan bekas linangan air mata yang sudah mengering, Alexa tidur dengan posisi meringkuk dilantai ruangan itu.


.....


Alexa terbangun setelah mendengar suara ponsel berdering, dengan cepat ia mengangkat panggilan telponnya.


"Halo"


"Kamu dimana!?" suara Leo terdengar sangat cemas.


"Ada apa?" bukannya menjawab pertanyaan Leo, Alexa malah, balik bertanya.

__ADS_1


"Pengawal bilang, kamu keluar dari mansion dan ketika mereka mengikuti mu, kau malah membuat mereka mengalami kecelakaan" tutur Leo dengan lembut meskipun sebenarnya Leo sedang marah dengan tingkah Alexa yang bisa dibilang kelewat berani itu.


Alexa kembali mengingat kejadian semalam dimana dia diikuti oleh pengawal yang Leo perintahkan untuk menjaganya, tapi karena tidak ingin ada yang tahu kalau Alexa sedang ingin pergi ke rumah lamanya.


Sehingga ia terpaksa membuat mobil pengawal harus menabrak pembatas jalan.


"Lalu bagaimana keadaan mereka saat ini?" tanya Alexa begitu mengingat bahwa dia sudah membuat orang tidak bersalah mengalami kecelakaan.


"Mereka baik-baik saja, lalu kau bagaimana?" tanya Leo lagi.


"Aku baik-baik saja, dan juga aku sedang menginap di rumah teman ku" terang Alexa dengan suara khas orang baru bangun tidur.


"Jangan berbohong, sejak kapan kau memiliki teman" Leo yang sudah tahu bahwa Alexa sedang berusaha untuk membohonginya.


Leo sangat tahu siapa saja teman-teman Alexa dan rata-rata temannya adalah laki-laki, dan itu tidak mungkin jika dia pergi menginap di rumah teman laki-lakinya.


"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir dan akan aku jelaskan setelah kita bertemu" ujar Alexa lalu mematikan panggilan telponnya.


"Orang ini benar-benar duta mematikan telpon secara sepihak" celetuk Leo kesal.


.....


Alexa segera mencari sesuatu yang memang sudah menjadi tujuan awalnya datang ke tempat ini.


Ia sangat buru-buru karena sudah pukul empat pagi dan akan menjadi masalah jika seseorang melihatnya datang ke tempat ini.


Lama ia mencari, menelisik seluruh ruangan, membongkar semua barang-barang yang ada di sana, tapi tidak satupun ada barang bukti yang ia temukan.


Sampai Alexa benar-benar merasa frustasi karena tidak berhasil menemukan bukti apapun, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kotak kecil tergeletak dibawah tangga.


Dengan cepat ia mengambil kotak lalu keluar dari ruangan itu, karena jam sudah menunjukkan pukul lima maka akan berbahaya jika terus-terusan disini, Alexa memutuskan untuk datang kesini lain waktu.


Setelah keluar dari rumahnya Alexa melihat ke sekitar dan tidak terlihat tanda-tanda orang sedang mengawasinya, barulah dia masuk ke mobilnya dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Semoga ini sebuah petunjuk" gumam Alexa seraya membolak-balikan kotak kecil yang tadi ia ambil.

__ADS_1


__ADS_2