
Alexa terbangun dini hari, merasa lapar akhirnya Alexa pergi ke dapur, ketika sedang sibuk mencari makanan tiba-tiba Alexa mendengar seperti ada yang membuka pintu.
Krek..
Dengan ragu ia mengintip dari balik tembok terlihat langkah kaki seseorang memasuki mansion, tidak ingin membuat orang-orang yang ada di mansion terbangun akhirnya Alexa memutuskan untuk menghadapinya sendiri.
Tidak lupa ia membawa sapu, dengan langkah pasti Alexa keluar dari persembunyian-nya, dan pergi mencari saklar lampu.
Clek...
"Kau!" teriak Alexa dengan tangan yang sudah diangkat siap untuk memukul Leo.
"Iya ini Aku" jawab Leo dengan senyum tersungging di bibirnya.
"Bukannya di luar negeri?" tanya Alexa ragu.
"Aku merasa bersalah karena membuatmu menunggu kepulangan ku" tutur Leo.
Alexa yang tadinya ingin marah sekarang justru merasa kasihan karena sudah membuat Leo harus pulang meskipun sedang berada sangat jauh dia langsung pulang ketika mengetahui bahwa dirinya sedikit kesal .
"Tidak perlu berlebihan" ucap Alexa menepis rasa iba-nya.
"Kalau begitu aku pergi lagi saja!" katanya, meskipun Leo hanya bercanda tapi Alexa menganggapnya serius dengan cepat dia menarik tangan Leo.
"Kau ini benar-benar, ya!" kesal Alexa dengan mata yang melotot kearah Leo lalu menarik Leo masuk kedalam kamarnya, karena takut menganggu para penghuni mansion.
"Apa kau benar-benar keluar negeri? atau kau menghindari ku!" ujarnya ketus.
"Aku tidak mungkin berbohong, apalagi menghindari mu" tutur Leo.
"Kalau begitu kenapa kau masuk dengan cara mengendap-endap, seperti maling saja!"
"Aku ingin membuat kejutan padamu, tapi sepertinya gagal" sesal Leo.
Alexa hanya bisa menghela nafas panjang, karena dia tahu betul kalau watak Leo memang seperti itu.
"Aku bawa sesuatu untukmu" kata Leo seraya memberikan sebuah map coklat.
"Ini, apa?" tanya Alexa bingung.
__ADS_1
"Bukalah".
Alexa terkejut begitu melihat isi map yang Leo bawa, tangannya mulai bergetar ketika melihat foto orang yang diduga sudah membunuh kedua orang tuanya.
"Dari mana, kamu dapat ini" tanya Alexa dengan suara bergetar.
"Aku sudah bilang, percayakan semua padaku, cepat atau lambat aku akan mendapatkannya" terang Leo dengan percaya diri.
"Baiklah aku percaya".
Sebenarnya Leo pergi keluar negeri bukan hanya untuk urusan bisnis, tapi dia juga mencari tahu keberadaan orang yang selama ini dicari oleh Alexa.
"Cukup buka hatimu, maka akan kuberi semua yang kamu inginkan" ucap Leo tulus.
Mata Alexa berkaca-kaca, dia sangat senang karena bisa bertemu dengan orang yang begitu mempedulikannya, tapi jauh di lubuk hati Alexa yang paling dalam ia juga takut jika nantinya dia akan merasakan rasa sakit yang sama seperti yang diberikan oleh Hendra.
Leo membawa Alexa masuk kedekapan-nya, ia tahu betul kehidupan seperti apa yang wanita ini alami, sedari dulu leo sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga dan juga menyayangi wanita ini.
"Aku mencintaimu" bisik Leo dan itu terdengar sangat tulus bagi Alexa, dulu ketika Hendra mengucapkan itu Alexa memang merasa nyaman tapi tidak merasakan ketulusan yang seperti Leo berikan.
"Sebelum kau tau dari orang lain, aku ingin memberitahumu, Tadi siang Hendra datang kekantor" kata Alexa lirih.
Seketika Leo melepaskan pelukannya dan beralih menatap Alexa lekat.
"Kenapa? Apa menurutmu aku tidak pantas untuk mu!" kini gantian mata Leo yang berkaca-kaca karena jawaban yang Alexa berikan kepada Hendra bukanlah jawaban yang Leo inginkan.
"Tidak, Aku rasa tidak ada laki-laki selain kamu yang akan mampu menghadapi ku".
"Lalu?" Leo masih tidak paham dengan maksud dari ucapan Alexa barusan.
"Aku berbohong tentang rencana pernikahan kita, karena aku ingin membuat hubungan antara Hendra dan Bella perlahan rusak"
"Aku rasa aku mulai menyukaimu, meskipun itu belum pasti" imbuh Alexa dan hal itu membuat Leo yang tadinya sedih kini berubah menjadi sangat senang.
Karena terlalu senang sampai-sampai ia mengangkat tubuh Alexa mengendong-nya selayaknya anak kecil, menciumi kening Alexa dan berakhir dengan kecupan manis.
Alexa tersenyum simpul karena dia kini bisa merasakan kembali rasanya kebahagiaan, saat ini dia hanya berharap semoga rasa sakit yang kemarin ia rasakan adalah rasa sakit untuk terakhir kalinya.
"Aku akan menuntut mu jika tidak bisa membuat ku bahagia" ancam Alexa dan dibalas dengan kecupan oleh Leo dan berbisik "Aku sudah berjanji, dan pantang bagiku untuk mengingkarinya".
__ADS_1
"Kalau begitu, sekarang kembalilah ke kamarmu" titah Alexa.
"Kenapa tidak disini saja" ucap Leo seraya menunjuk ke arah kasur Alexa.
Alexa tidak menjawab hanya melotot kearah Leo dengan tangan bertolak pinggang .
"Oke siap" katanya lalu pergi meninggalkan Alexa.
Wajah Leo terus saja memperlihatkan senyum simpul, bahkan tidur pun ia masih saja tersenyum, akhirnya kata-kata yang Leo tunggu keluar dari mulut Alexa, meskipun belum seratus persen.
....
Keesokan paginya, Leo dan Alexa memutuskan untuk pergi kekantor bersamaan, terlihat mobil Van hitam mengikuti mereka.
Alexa menyadari bahwa dirinya sedang diikuti tapi berbeda halnya dengan Leo yang masih saja membenamkan senyum diwajahnya dan fokus menyetir.
Niat hati memberi tahu Leo, tapi ia urungkan karena tidak ingin membuat suasana hati Leo berubah.
Begitu sampai di kantor Alexa, Leo langsung pergi karena Alexa tidak ingin sampai orang yang mengikutinya tahu bahwa dia datang kekantor diantar oleh Leo Anggara.
Alexa mencari alasan agar leo tidak perlu datang ke kantor, ia meminta Leo untuk menemani Arman pergi ke les komputer dan di iyakan oleh Leo.
Alexa masuk kedalam kantor dan beberapa menit kemudian ia keluar dengan baju yang berbeda dan mobil yang berbeda, karena dia sudah menduga hal ini akan terjadi sehingga Alexa harus mempersiapkannya dengan matang.
Mobil Alexa melaju, mengikuti kemana arah mobil Van hitam yang mengikutinya tadi, ia tahu mobil itu pasti akan mengikuti kemana Leo pergi sehingga mempermudah Alexa untuk menemukan mobil itu.
Bingo..
Dugaan Alexa tepat, mobil itu mengikuti kemana Leo pergi dan untung saja Leo benar-benar mematuhi perintah Alexa.
Mobil Van hitam berbelok arah ketika melihat mobil Leo memasuki wilayah mansion, karena penjagaan mansion yang sangat ketat , tidak sembarang orang bisa masuk dan informasi tentang tempat itupun dijaga sehingga tidak ada satupun orang yang tahu tempat seperti apa itu.
"Mari kita lihat siapa yang mengutus mu!" gumam Alexa dengan seringainya.
Sekitar dua jam Alexa mengikuti mobil itu, kini mobil itu masuk kesebuah kawasan terpencil dimana sangat jarang orang lewat di daerah sana.
Alexa menghentikan mobilnya sebentar lalu kembali mengikuti mobil itu, sampai mobil itu berhenti disebuah bangunan tua, sayup-sayup ingatan Alexa kembali meskipun hanya sepintas.
"Mungkin hanya perasaanku saja" gumam Alexa karena merasa tempat ini sangat familiar untuknya.
__ADS_1
Lama menunggu dan akhirnya seorang laki-laki keluar dari gedung itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...