
Hendra termangu mendengar penuturan ayahnya "Aku pikir itu hanya bercanda" terang Hendra.
"Mana mungkin aku bercanda kalau masalah klan Ostra" ujar Arya dengan penuh semangat karena sudah berhasil membuat kegaduhan di basecamp klan Ostra.
"Aku tetap tidak Percaya kalau Alexa akan menikah dengan Leo" sangkal nya ketika mengetahui kabar bahwa mantan istrinya sudah akan menikah lagi padahal perceraian mereka belum cukup lama.
"Sampai kapan kau akan seperti ini, dia sudah membodohi mu selama ini" jelas Arya.
"Aku masih belum yakin pa?" tutur Hendra yang terus saja mengelak ketika membahas tentang Alexa.
"Terserah kau saja tapi cepat atau lambat kau harus memimpin klan kita " terang Arya, lalu pergi meninggalkan Hendra yang masih saja melamun.
"Tidak, Alexa tidak mungkin seperti itu" gumam Hendra lalu dengan segera mengeluarkan benda pipih yang ada disaku celananya.
Tut.. Panggilan menyambung tapi tidak mendapat jawaban, tidak berhenti disitu Hendra terus saja menelepon Alexa, lama ia menunggu dan akhirnya panggilannya dijawab juga "Ada apa?" tanya Alexa ketus.
Ya Hendra menelpon Alexa karena ingin menanyakan secara langsung apakah benar kalau dia akan menikah dengan Leo, namun setelah mendengar suara Alexa ia berpikir akan lebih baik jika mereka bertemu saja.
"Aku ingin bertemu!" .
"Untuk saat ini aku belum bisa".
"Hanya sebentar, aku janji tidak akan lama" bujuk Hendra namun yang dibujuk tetap menolak.
"Aku benar-benar tidak bisa!" jelas Alexa lagi.
Terdengar suara tawa Hendra lalu berkata " Apa kau sedang sibuk menikmati harta yang sudah ku sumbangkan untuk mu bersama lelaki itu" .
Merasa kesal dengan penuturan Hendra Alexa dengan lantang menjawab "Kalaupun iya, aku rasa itu sudah bukan urusanmu lagi".
"Dasar wanita murahan!" teriak Hendra dari seberang telepon Alexa yang malas untuk meladeni Hendra langsung mematikan panggilan telponnya secara sepihak.
"Kau sudah mengambil keputusan, kau harus bisa melewati semua ini" ucapnya untuk memberi semangat pada diri sendiri.
"Aku hampir lupa kalau dia adalah anak dari Arya Gunawan, tentu saja Hendra akan cepat mengetahuinya hal ini" imbuh Alexa.
Alexa yang tadinya ingin berlibur dengan tenang akhirnya dibuat resah karena sepertinya Hendra dan juga mantan mertua nya akan merencanakan sesuatu , terlebih lagi rasa khawatirnya kepada Arman ia takut kalau sampai Hendra benar-benar melakukan sesuatu padanya.
Apalagi yang Alexa tahu harta yang dimenangkannya dipersidangan cukuplah besar .
.....
Keesokan harinya.
"Apa aku boleh masuk" celetuk Alexa.
Leo yang tengah sibuk bekerja begitu terkejut ketika mendengar sosok wanita yang sangat ia rindukan kini berdiri tepat dihadapannya dengan semangat leo berlari menghampiri Alexa lalu memeluknya dengan posesif.
"Kenapa tidak mengabari ku?" tanya Leo dengan tetap memeluk Alexa erat.
"Ada yang ingin aku bicarakan, lepaskan aku!" bukannya menjawab pertanyaan Leo ia malah melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju kursi dan duduk dengan santainya.
__ADS_1
Leo sangat senang akan kedatangan Alexa sampai-sampai ia tidak melihat keberadaan Liam yang sedari tadi sudah berdiri dibelakangnya.
"Tuan kau ini jahat sekali" celetuk nya kesal, karena kedatangannya sama sekali tidak dihiraukan oleh Leo.
"Sejak kapan kau ada di sana?" tanya Leo penasaran karena dia benar-benar tidak tahu kalau Liam juga ada di ruangannya.
Begitu ingin menjawab pertanyaan tuannya namun diurungkan niatnya karena melihat tuannya itu sudah tidak memperhatikannya dan sibuk memandangi Alexa.
"Tuan sepertinya aku pergi saja" pamitnya.
Leo sudah tidak lagi menghiraukan perkataan Liam dia tengah asik duduk sembari memandangi wajah wanita yang ia cintai itu.
Liam keluar karena tidak mendapat tempat di sana, tapi dia senang juga dengan kehadiran Alexa karena itu menandakan kalau pekerjaannya akan sedikit berkurang.
"Jangan melihat ku seperti itu" ujar Alexa kesal karena sedari tadi Leo terus saja menatapnya.
"Aku sangat merindukanmu" terang Leo dengan mata berbinar-binar.
"Ya aku tahu sudah terlihat jelas di wajahmu itu, tapi aku kesini bukan untuk hanya memandangimu" jelas Alexa dengan tangan yang menoel hidung mancung Leo.
"Jadi hanya aku yang rindu" jawab Leo lemas karena melihat sepertinya Alexa belum juga membuka hati untuknya.
"Kau itu jangan seperti anak kecil, bagaimana mungkin aku akan langsung jatuh cinta denganmu sedangkan kita belum saling mengenal satu sama lain" jelasnya dibarengi dengan tawa kecil.
"Ya baiklah aku akan berusaha untuk bersikap dewasa" terang Leo berusaha mengerti.
Alexa merasa senang karena kondisi Leo dan yang lain sepertinya baik-baik saja.
"Aku hanya takut kalau mantan suami dan mertuaku membuat keributan".
"Jadi kamu sudah tahu?" Leo terkejut begitu mengetahui bahwa mantan suami dan mertuanya akan membuat keributan.
"Tahu apa? jangan-jangan mereka benar-benar membuat keributan?" tanya Alexa dengan tatapan menyelidik ketika melihat bahwa Leo seperti kebingungan.
"Tidak!" jawab Leo bohong namun sangat mudah untuk ditebak oleh Alexa.
"Jangan berani-berani membohongiku, atau aku akan marah kepadamu" celetuk Alexa dengan mulut yang mengerucut.
"Kemarin malam klan Darkness menyerang klan Ostra " tutur Leo dengan nada pelan atau bisa dikatakan ia seperti sedang berbisik-bisik namun masih bisa didengar oleh Alexa.
"Jadi benar dugaan ku" celetuk Alexa lalu menelpon pengawal yang ia tugaskan untuk mengawal Arman.
"Kau jaga dia baik-baik aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu dengannya" tutur Alexa kepada si penerima telpon.
Leo mengerutkan keningnya ketika mendengar penuturan Alexa, melihat itu Alexa segera menjelaskan kepada Leo.
"Hendra pernah mengancam ku, dia akan melukai Arman jika aku bercerai dengannya ditambah lagi berita bahwa aku akan menikah denganmu pasti itu akan menjadi masalah besar.
"Aku akan mengurusnya" tutur Leo seraya menggenggam erat tangan Alexa.
"Ingat janji Pernikahan kita kalau kita akan melakukannya bersama-sama!" terang Alexa mengingatkan Leo dengan janjinya.
__ADS_1
"Tapi ini berbahaya" ujar Leo khawatir.
"Aku akan ikut campur jika permasalahan ini ada sangkut pautnya denganku, aku tidak ingin membuat kerugian didalam klan Ostra" terang Alexa
"Tidak, aku yang akan membereskannya kamu cukup duduk diam saja".
"Setuju atau tidak aku akan tetap melakukannya" ujar Alexa yang tetap pada keputusannya.
"Baiklah, tapi kamu janji untuk selalu memberi tahuku ketika akan membuat keputusan, aku tahu kalau kamu wanita kuat tapi tolong jangan buat aku khawatir dan terlihat lemah dihadapan mu" pinta Leo dengan tatapan bersungguh-sungguh.
"Baiklah, lalu apa rencana mu?" tanya Alexa penasaran dengan rencana Leo.
"Aku akan membalasnya tapi tidak untuk sekarang karena aku ingin menikahi mu terlebih dahulu" tutur Leo.
"Apa kau ini benar-benar mencintaiku?" tanya Alexa menyelidiki.
"Tentu" jawab Leo pasti.
"Lalu kenapa sepertinya kau ini sangat ingin cepat-cepat menikahi
ku?"
"Justru karena aku mencintaimu makanya aku ingin cepat2 menikah dengan mu" jelas Leo.
"Tapi seakan-akan kau ini ingin menikah dengan ku hanya karena ingin tidur bersamaku".
"Aku hanya ingin membuatmu menjadi milikku seutuhnya, dan untuk tidur bersama tentu aku ingin tidak ada orang yang mencintai tanpa ingin tidur bersama, aku lelaki normal Alexa" jelasnya panjang lebar.
Sebenarnya Leo sangat ingin cepat menikahi Alexa karena ia takut kehilangan untuk kedua kalinya.
Alexa berpikir apa yang dikatakan Leo memanglah benar adanya "Kalau begitu kita akan menikah dua bulan lagi" imbuhnya dengan tatapan mata yang membuat Leo tidak mampu untuk menolak keputusan Alexa.
"Baiklah, tapi aku punya syarat" .
"Syarat apa?" tanya Alexa penasaran.
"Kamu harus tinggal di mansion" jelas Leo.
Alexa Begitu terkejut ketika mendengar penuturan Leo, pasalnya dia tahu betul mansion milik keluarga Anggara sangatlah ketat tidak satupun orang bisa masuk kecuali orang-orang terpercaya saja.
Alexa bisa tahu karena dulu dia pernah sekali masuk kedalam mansion dan itu menjadi yang terakhir karena setelah pergi dari mansion itu Alexa mengalami penyerangan dan memutuskan untuk keluar dari organisasi.
Tidak disangka dia akan memiliki kesempatan untuk tinggal di sana, "Tidak, di sana sangat membosankan!" tegas Alexa .
"Itu satu-satunya syarat dan kamu harus menyetujuinya atau kalau tidak kita akan menikah besok" Leo tetap pada pendiriannya yang meminta Alexa untuk tinggal di mansion.
"Baiklah aku setuju dan mengenai Arman aku akan mengurusnya" terang Alexa meskipun sedikit ragu tapi mau tidak mau akhirnya Alexa menuruti Leo, karena kalau tidak dia pasti akan benar-benar menikah besok dengan Leo.
Sebenarnya Alexa tidak masalah dengan itu tapi yang dipermasalahkan adalah dia belum yakin kalau dia bisa mencintai Leo nantinya, karena sampai saat ini pun perasaannya pada Leo masih dingin belum tanda-tanda bawah dia tertarik dengan Leo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1