
Tibalah hari yang ditunggu-tunggu Alexa dimana dirinya kini sedang menuy sidang keputusan perceraiannya dengan Hendra.
"Dengan ini saya menyatakan bahwa saudara Hendra dan saudari Alexa resmi bercerai, Tok... Tok.. Tok..".
Hakim sudah menyatakan bahwa kini Alexa sudah dinyatakan resmi bercerai dengan Hendra, dan menyandang status janda, mengenai harta gono-gini Alexa lah yang memenangkannya karena dari bukti-bukti perselingkuhan dan juga rekaman suara Hendra yang menyatakan bahwa rumah, mobil dan juga beberapa saham Hendra kini mutlak milik Alexa .
Dan entah bagaimana Hendra bisa tiba-tiba menerima segala tuntutan yang diberikan oleh Alexa, tidak seperti sidang-sidang sebelum dimana Hendra selalu menyangkalnya.
Alexa kini begitu lega karena sudah terbebas dari jeratan Hendra dan setelah persidangan selesai Alexa bergegas pergi ke bandara, ia berencana berlibur selama tiga bulan sembari menunggu masa idahnya selesai, tidak lupa dia juga membawa Arman bersamanya.
Berbeda halnya dengan Leo yang harus menunggu masa idah Alexa selesai barulah ia bisa menikahi Alexa, "Mengapa lama sekali", gerutu Leo ketika tahu bahwa dia harus menunggu selama tiga bulan baru bisa menikahi Alexa.
"Sabar tuan", terang Liam.
Leo memandangi Liam dengan tatapan sedihnya, "Apa tidak bisa dipercepat?", celetuknya dan dibalas gelengan kepala oleh Liam .
"Aku rasa orang ini sudah benar-benar kebelet", gumam Liam sembari tersenyum kecil.
Melihat itu Leo merasa kesal karena melihat Liam sedang menertawakannya, "Cari gara-gara ya!", ucap Leo pada Liam dengan tatapan tajamnya.
"Tidak tuan, mana berani saya mencari gara-gara dengan tuan", dengan cepat Liam menjawab karena takut kalau sampai gajinya dipotong hanya karena tertawa.
.....
Di bandara.
Leo yang sudah menunggu lama akan kedatangan Alexa akhirnya merasa senang karena orang yang ditunggunya sedari tadi akhirnya datang juga, karena akan berpisah untuk sementara waktu dengan Alexa ia memutuskan untuk menemuinya sebelum keberangkatan Alexa.
"Aku sudah menunggumu lama", celetuknya ketika melihat Alexa dan Arman berjalan mendekatinya.
"Maaf, dijalan tadi kita kejebak macet", terang Alexa tidak lupa dengan senyum mengembang dan memperlihatkan lesung pipi yang membuat candu bagi Leo.
"Apa dia Arman?", tanya Leo ketika melihat ada anak kecil yang mengandeng tangan Alexa.
Leo memang selama ini belum Pernah bertemu dengan Arman sehingga membuatnya tidak mengenali Arman.
"Iya, dia Arman".
"Ma, apa dia Papa?", sontak saja pertanyaan Arman membuat Leo membeku untuk sesaat lalu berhambur memeluk Arman.
"Iya ini papa nak", jawab Leo dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
Alexa hanya bisa tersenyum melihat hal itu karena selama ini Alexa selalu memperlihatkan foto-foto Leo dan memberitahu kepada Arman kalau Leo akan menjadi ayahnya.
Leo dengan sigap mengendong Arman kedalam dekapannya dan mengandeng tangan Alexa dengan kuat, karena tidak ingin kehilangan momen langka ini Leo dengan cepat meminta Liam untuk memotret mereka.
Setelah selesai memotret barulah Mereka duduk menunggu waktu pesawat akan berangkat, selama itu pula Leo tidak membiarkan tangan Alexa terlepas dari genggamannya.
Begitu tiba waktunya untuk Alexa dan Arman pergi Leo dengan erat memeluk tubuh mereka masuk kedalam dekapannya lalu berbisik ke telinga Alexa, "Aku akan menyusul mu".
__ADS_1
"Tidak, kau tidak boleh menyusul ku", ucap Alexa lirih.
"Oh ayolah", rengek Leo.
"Is.. sikapmu ini seperti anak kecil saja, apa Kau tidak malu dengan asisten mu itu", celetuk Alexa dengan tangan menunjuk kearah Liam.
Leo berbalik menatap Liam lalu berkata, "Apa kau melihatnya?".
Dengan cepat Liam menjawab, "Tidak tuan".
"Aku rasa otak Liam berkata lain", sangkal Alexa.
"Ya.. kau benar Nona, otak saya memang berkata lain, tuanku ini memang ketika bucin tidak bisa lihat tempat", gumam Liam didalam hati.
"Baiklah, aku akan menunggumu", jawab pasrah Leo.
"Ingat, handle semua pekerjaanku disini, aku ingin berlibur dengan tenang", titah Alexa kepada Liam seperti sedang memberi perintah kepada asistennya.
"Siap Bos", jawab Leo dengan semangat.
Alexa hanya bisa tertawa ketika melihat tingkah Leo.
....
Setelah selesai mengantarkan Alexa pergi Leo dengan cepat pergi kesebuah gedung kosong dimana Hendra sudah menunggunya.
Ini adalah kacamata khusus yang dibuat sendiri oleh Leo dan ia berencana mengembangkannya.
"Aku memintamu untuk datang sendiri ternyata kau membawa orang-orangmu juga", terang Leo kepada Hendra ketika mengetahui bahwa ternyata ada beberapa pengawal yang sedang bersembunyi di setiap sudut ruang gedung ini.
"Aku tidak bisa percaya hanya dengan ucapanmu saja".
"Dimana Bella?, Imbuh Hendra ketika tidak melihat keberadaan istrinya.
"Dia tidak ada disini, tapi disini", ucap Leo seraya memberikan secarik kertas berisikan alamat dimana Bella berada, tidak menunggu respon dari Hendra Leo pergi begitu saja.
"Jika kau mengikuti kami maka seluruh pasukanmu yang sedang bersembunyi akan mati", jelas Liam lalu menunjuk kesebuah sudut ruangan dimana sudah ada bom yang terpasang di sana.
Hendra tidak menghiraukan ucapan Liam dan malah tertawa kecil.
"Jika tuan tidak percaya saya bisa meledakkan gedung ini sekarang", imbuhnya dengan memperlihatkan sebuah remote kecil yang ada ditangannya.
"Pergilah, aku akan membebaskan mu kali ini", jawab Hendra lalu memberi isyarat kepada seluruh anggotanya untuk pergi.
Setelah mendengar ucapan Hendra barulah Liam pergi menuju mobil tempat Leo berada, "Aman tuan", ucap Liam begitu masuk kedalam mobil.
Sehari sebelum persidangan Leo memerintah beberapa orangnya untuk menculik Bella, hal itu ia lakukan agar proses perceraian Alexa dan Hendra bisa berjalan lancar, karena selama ini Hendra selalu menolak untuk berpisah dengan Alexa, Leo dengan terpaksa melakukannya.
Leo mendapat informasi bahwa Bella adalah anak dari Sultan kota J maka Leo rasa Hendra akan melepaskan Alexa demi mempertahankan bisnisnya dengan orang tua Bella.
__ADS_1
Sesuai dugaan Leo, Hendra menyerah dan setuju untuk bercerai dengan Alexa dan lebih memilih Bella,
hal itu sudah diketahui oleh Adam dan juga Bram dan mereka mendukung keputusan yang dibuat oleh Leo.
"Apa aku egois?", tanya Leo kepada Liam.
"Sedikit tuan", jawab Liam ragu .
"Ah.. tidak masalah, intinya aku akan memiliki Alexa", ucapnya dengan tawa kecil di bibirnya.
"Orang ini benar-benar aneh, untuk apa dia bertanya jika setelah diberi jawaban pun tidak berubah", gumam Liam di dalam hati.
.....
Hendra pergi ke alamat yang diberikan oleh Leo dan ternyata benar Bella berada di sana meskipun tidak di ikat tapi Bella dikurung disebuah ruangan yang terkunci.
"Bagaimana caraku masuk jika ini terkunci", gerutu Hendra ketika tahu bahwa pintunya terbuka terkunci.
Melihat bayangan orang Bella dengan cepat berlari menuju pintu dan berusaha mengintip di sela-sela kaca kecil yang ada di pintu, begitu melihat bahwa orang yang datang adalah suaminya Bella langsung berteriak dengan keras agar suaminya mendengar.
Bella disekap tapi tidak ada yang menjaganya karena tempat itu hanya diketahui oleh organisasi Leo saja sehingga tidak perlu penjagaan pun Bella tidak akan bisa keluar.
Karena ruangan kedap suara, teriakan Bella tidak dapat terdengar dari luar, Bella terus saja berteriak sampai tiba-tiba ada segerombolan orang mendobrak masuk, karena Bella tidak tahu bahwa pintu akan didobrak dia tetap berada dibalik pintu.
Hal itu membuatnya Bella tertimpa pintu dan juga beberapa orang yang tadinya mendobrak pintu, Bella berteriak kesakitan karena tertimpa pintu sontak saja hal itu membuat Hendra yang tadinya mencari keberadaan Bella segera mengangkat pintu yang menimpa Bella.
"Aduh.. kalian ini bagaimana sih!", bentak Bella kepada beberapa orang yang tadi menimpanya.
"Kamu nggak papa kan?", tanya Hendra khawatir.
"Kepalaku sakit Mas", Jawab Bella dengan tangan mengusap-usap kepala.
Hendra melihat ada benjolan dikepala Bella, "Sejak kapan kamu punya benjolan itu", celetuk Hendra dengan senyum mengejek.
"Benjolan?", tanya Bella heran, lalu meraba keningnya, dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa kepalanya terluka meskipun tidak berdarah.
"Astaga.. Ini semua gara-gara Alexa!!", teriak Bella dengan kesalnya.
Hendra yang mendengar itupun hanya bisa diam dan pergi meninggalkan Bella yang masih saja mengomel.
"Awas saja kau Alexa kalau aku sampai bertemu denganmu lagi", ucapnya marah, lalu pergi mengikuti Hendra keluar dari gedung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa like dan vote nya teman-teman, demi berlanjutnya cerita.....
...Dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian💓...
...****************...
__ADS_1