
Setelah acara makan malam selesai mereka semua berkumpul diruang tamu tidak terkecuali Arman juga ikut serta di sana.
"Ada hal penting apa Ma" Tanya Leo penasaran karena tidak biasanya Mamanya punya waktu untuk berkumpul seperti ini.
"Aku ingin kalian berdua segera menikah" tutur selly seraya menatap Alexa dan juga Leo bergantian.
Duarr...
Hati Alexa terasa seperti meledak ketika membahas tentang pernikahan, karena sejujurnya lukanya belum sembuh, Alexa masih trauma dengan penghianatan di dalam sebuah pernikahan.
Berbeda halnya dengan Leo yang sangat senang karena mendapat dukungan dari orangtuanya untuk segera menikahi Alexa.
Melihat Alexa yang tidak memberi respon Leo paham dengan situasi Alexa, ia tahu tidak akan mudah menerima orang baru terlebih lagi luka yang Alexa alami bisa dikatakan masih basah.
Leo mendekat kearah Alexa yang masih saja tertegun, menggenggam erat tangannya lalu mengutarakan pendapatnya tentang pernikahan yang diminta oleh Mamanya.
"Aku tidak bisa mengambil keputusan Ma, kita tunggu Alexa benar-benar siap dulu baru kita membicarakan tentang pernikahan" Jelasnya dengan berhati-hati, ia takut kalau sampai membuat orang tuanya sakit hati terlebih lagi Alexa merasa tidak nyaman dengan permintaan Mamanya, Karena bagi Leo kebahagiaan Alexa jauh lebih penting.
Mendengar jawaban Leo yang menurutnya sangatlah bijak membuat hati Alexa berdesir, ada rasa yang entah Alexa juga tidak tahu, yang pasti dia sangat berterima kasih kepada Leo karena sudah sangat mengerti dengan keadaannya.
Selly ingin berbicara lagi, tapi belum sampai bersuara tangannya ditarik lebih dulu oleh Bram, ia paham dengan maksud suaminya dan akhirnya mengalah dan memberikan kebebasan kepada mereka berdua untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk mereka melangsungkan pernikahan.
"Kalau kalian sudah memutuskannya, segera hubungi Papa dan Mama" Ujar Bram bijak, Ia menahan untuk tidak berbicara sedari tadi, takut membuat hati kedua anaknya itu terluka.
"Tapi Pa" ucap Alexa dengan ragu.
"Kalian bicarakan saja dulu, Papa dan Mama tidak ingin membuat kalian terbebani" imbuh Bram.
"Makasih Pa" ujar Leo dengan senyum simpul mengembangkan di wajahnya.
Bram berdiri lalu mengendong Arman yang sedari tadi duduk terdiam mendengarkan pembicaraan orang dewasa.
"Papa dan Mama akan tidur dengan Arman malam ini" Tutur Bram seraya mengandeng tangan Selly menuju kamar Arman.
"Tapi _" Ucapan Alexa terhenti karena ragu untuk mengatakannya.
Selly mendengar bahwa Alexa seperti akan berbicara langsung menghentikan langkahnya dan duduk kembali, harap-harap Alexa bisa setuju dengan sarannya tadi.
"Pakaian ku ada dikamar Arman semua Ma! Lalu aku harus tidur dimana? " Tanya Alexa dengan terbata ragu ingin mengucapkannya namun kalau tidak, dia tidak bisa berganti pakaian.
__ADS_1
"Apa Leo tidak memberimu kamar? atau kalau begitu kalian tidur berdua saja" tutur Selly lalu berlari masuk ke kamar menyusul suaminya dan juga cucunya.
Alexa tertegun untuk kesekian kalinya mendengar ucapan calon mertuanya membuat bulu kuduknya merinding, bagaimana mungkin orang tua meminta anaknya tidur dengan wanita yang belum sah menjadi istrinya.
Leo hanya tersenyum menanggapi ucapan Mamanya tadi.
"Sekarang aku tahu sifat mu itu kau dapatkan dari mana" celetuk Alexa .
"Tapi, aku rasa kau menyukainya, karena kalau tidak kita tidak akan bisa duduk bersama seperti sekarang ini" ucap Leo seraya mendekat ke arah Alexa.
"Jangan macam-macam ingat, janjimu atau aku akan benar-benar marah padamu" Mendengar itu Leo langsung menjauh dari Alexa .
"Ini semua karena mu".
"Aku? " Tanya Alexa bingung dengan maksud Leo.
"Ya, aku selalu kehilangan kendali ketika berada didekat mu" Jelas Leo lalu berdiri dan meninggalkan Alexa.
"Hey, apa kau tidak dengar kalau kita bisa tidur bersama!" Bisik Alexa, seketika langkah Leo terhenti, ia menoleh kearah Alexa dan berdecak kesal karena lagi-lagi Alexa mengerjainya.
"Apa kamarku sudah siap?, tanya Alexa yang terus mengikuti langkah Leo.
"Lalu aku harus tidur dimana?"
"Pilih saja kamar sesukamu, Semua kamar milikmu kecuali kamar itu" tunjuk Leo pada sebuah kamar tepat diseberang kamar yang dipilih Alexa.
"Ada apa di sana?" Tanya Alexa penasaran.
"Itu kamar adikku" jelas Leo .
"Aku pikir kau anak tunggal?"
"Adik angkat, identitasnya dirahasiakan, apa kau ingat ketika acara ulang tahun ku, waktu itu aku datang bersamanya" jelas Leo lagi.
"Oh.. iya aku ingat, tapi aku lupa wajahnya" ucap Alexa dengan senyum manisnya.
"Jangan tersenyum!"
"Kenapa?" tanya Alexa bingung.
__ADS_1
"Aku akan kehilangan kendaliku kalau kau terus saja tersenyum" tutur Leo dengan wajah putus asa, entah mengapa hari ini Alexa terus saja menggodanya.
"Kau sudah berjanji padaku, jadi itu tidak mungkin terjadi" katanya dengan percaya diri dan terus memamerkan senyum manisnya.
"Aku tidak sedang bercanda" geram Leo.
"Apa kau marah?" tanya Alexa dengan wajah polosnya dan memperlihatkan wajah penuh penyesalan seakan ia menyesal karena sudah membuatnya Leo marah.
"Tidak, mana mungkin aku marah padamu".
"Baiklah aku akan tidur di kamar itu" tunjuk Alexa pada sebuah kamar yang tidak jauh dari kamar yang sudah ia pilih.
Dengan senyum lebar Alexa berjalan menuju kamar, saat ingin masuk ke kamar tidak lupa Alexa tersenyum menunjukkan giginya sehingga terlihat jelas lesung pipinya yang membuat tubuh Leo memancarkan hawa panas.
"Kau yang memintanya" gumam Leo seraya berjalan mendekati Alexa.
Melihat itu Alexa hanya mengerutkan keningnya sedetik kemudian, dengan sekali gerakan Leo mengangkat tubuh mungil Alexa, lalu membawanya masuk kedalam kamar Leo.
"Turunkan aku!" teriakan Alexa membuat seisi rumah keluar dari kamar, pelayan yang langsung berlari menuju asal suara.
Langkah mereka terhenti ketika melihat ternyata majikannya sedang bermesraan, mereka pergi setelah mengetahui situasi yang terjadi.
Bram dan juga Selly yang mengintip dari sebalik pintu kamar Arman mereka terkekeh ketika melihat tingkah kedua anak mereka.
Alexa memang sudah dianggap anak oleh Bram dan juga Selly, mereka tidak menganggap Alexa sebagai menantu mereka.
"Sudahlah kita biarkan saja mereka" tutur Selly seraya menutup pintu.
Alexa terus saja berteriak sampai didalam kamar Leo pun dia masih saja berteriak.
"Aku sudah memperingatkan mu untuk jangan menggodaku, jangan salahkan aku jika malam ini kau menjadi milikku" ucap Leo dengan tatapan penuh nafsu.
"Aku tidak bermaksud menggoda mu!" ucapnya lirih.
Ump..
Alexa melotot ketika Leo benar-benar menciumnya.
Melihat tidak ada respon dari Alexa, Leo mulai membuka mulutnya sedikit untuk memperdalam ciumannya, menyesap bibir tipis Alexa untuk pertama kalinya, ada rasa manis dan sensasi yang tidak bisa diutarakan.
__ADS_1
Leo semakin memperdalam ciumannya Alexa yang awalnya tidak membalas kini mulai larut dalam permainan Leo.