Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
Dua juta dollar


__ADS_3

"Teruntuk anakku Alexa, ketika kamu menonton video ini mungkin, Ayah dan Ibu sudah tidak berada di sisimu lagi, kami hanya ingin mengatakan bahwa kami sangat menyayangi mu, jadilah wanita tangguh, jika ingin mencari kebenaran jangan fokus pada apa yang menurutmu benar, karena terkadang hal yang kau anggap benar akan membawamu pada jurang kesengsaraan" Tubuh Alexa bergetar hebat ketika melihat video yang Ayah dan Ibunya tinggalkan sebelum kematian memisahkan mereka.


Kotak kecil yang Alexa temukan di ruang bawah tanah, kotak itu berisikan DVD dan juga sebuah foto yang membuat Alexa merasa curiga dengan orang yang ada di foto.


"Aku akan menyelidikinya Yah" gumam Alexa seraya memasukan sebuah foto kedalam dompetnya.


....


Leo yang merasa cemas dengan keadaan Alexa membuatnya tidak bisa berkonsentrasi ketika sedang meeting dengan klien.


"Tuan" panggil Liam dengan mencolek pinggang Tuannya, sontak saja hal itu membuat Leo terperjat.


"Kau!" katanya dengan mata melotot ke arah Liam.


"Maaf Tuan, sedari tadi Tuan Smith berbicara dengan anda, tapi tidak anda respon " jelas Liam, meskipun sebenarnya ia merinding ketika mendapat tatapan tajam dari Leo tapi ia berusaha untuk tetap terlihat berwibawa dihadapan kliennya.


Setelah mendengar penjelasan Liam barulah Leo sadar bahwa dirinya sedari tadi melamun memikirkan Alexa.


"Sepertinya aku sangat merindukannya" gumam Leo.


Setelah meeting selesai Leo segera melakukan panggilan video kepada Alexa, Liam hanya bisa menepuk jidat ketika melihat tingkah tuannya itu "Benar-benar bucin akut" celetuk Liam, meskipun mendengar ucapan asistennya itu Leo tidak merespon karena sedang sibuk memperhatikan ponselnya.


"Kamu dimana?" tanya Leo begitu panggilan video-nya dijawab oleh Alexa.


"Di kantor, sedang memeriksa berkas-berkas" jawab Alexa bohong karena sebenarnya dirinya sedang berusaha melakukan peretasan pada data pribadi keluarga Anggara.


Alexa sedikit tahu meretas, dulu ia sempat diajarkan oleh Ibunya.


Ya, Ibu Alexa adalah seorang peretas hebat yang bekerja di organisasi Leo, Alexa memutuskan untuk tidak mempercayai siapapun, hal itu membuatnya ingin menyelidiki seluruh orang-orang yang ada di organisasi Hitam.


Meskipun sudah lama, Alexa masih menyimpan daftar nama orang-orang dari organisasi Hitam.


"Ada apa?" imbuhnya .


"Tidak, Aku hanya sedang merindukanmu" celetuk Leo.


"Maaf untuk semalam" ucap Alexa penuh penyesalan karena sudah mencelakai orang demi kepentingannya sendiri.


"Bukan masalah besar, tidak perlu merasa bersalah" tutur Leo dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Kalau begitu sudah dulu, Aku mau kembali bekerja"


Saat hendak mematikan panggilan video, Leo dengan cepat menghentikannya karena ia merasa belum puas memandangi wajah Alexa "Aku belum selesai bicara."

__ADS_1


"Kau ini begitu merindukan aku ya?" canda Alexa .


"Tentu saja! Dan aku sudah mengirimkan sebuah hadiah untukmu" jawab Leo penuh semangat.


"Benarkah!? Kalau begitu kapan hadiahnya sampai?" Tanya Alexa penasaran .


"Sekarang!" Mendengar antusias Leo membuatnya menjadi penasaran hadiah apa yang Leo kirim untuknya.


Tidak berselang lama sekretarisnya masuk dengan membawa sebuah kotak hitam, Senyum Alexa mengembang dengan sempurna karena hadiah yang dimaksud Leo akhirnya datang.


"Bukalah" ucap Leo ketika melihat Alexa sedang memegang sebuah kotak.


"Oke"


Dengan cepat Alexa membukanya, awalnya Alexa tidak bereaksi ketika melihat hadiah yang Leo berikan, tapi setelah melihatnya lebih detail Alexa langsung tertawa kegirangan karena mendapat hadiah jam tangan yang sangat ingin ia beli.


"Ini benar-benar untukku?" Tanya Alexa yang masih tidak percaya dengan hadiah pemberian Leo.


"Iyalah, gak mungkin aku ngeprank" jawab Leo terkekeh melihat ekspresi wajah Alexa yang begitu imut menurutnya.


"Tapi ini mahal Lo!" Pekik Alexa seraya membayangkan uang dua juta dollar hanya untuk sebuah jam tangan.


"Ya, itu bisa jadi bodyguard mu, kalau aku sedang tidak ada di samping mu" terang Leo.


"Kalau begitu terimakasih untuk hadiahnya" ucap Alexa tulus.


"Astaga! Apa aku sedang bermimpi, bagaimana mungkin jam ini bisa aku miliki!" pekiknya kegirangan.


Ketika sedang asik berjoget tangan Alexa tidak sengaja menyenggol kotak jam tangan itu, saat sedang merapikannya Alexa melihat sebuah kertas yang tercecer bersamaan dengan kotak itu.


Alexa begitu terkejut ketika membaca isi kertas tersebut, dengan cepat ia memungutnya dan memasukannya kedalam tas.


"Astaga, menakutkan sekali" gumamnya seraya meraba-raba dadanya.


Tidak ingin larut didalam kesenangan Alexa segera memfokuskan diri pada tujuan awalnya, untuk mencari tahu data pribadi keluarga Anggara.


Lama Alexa mencari tapi tidak satupun perihal yang mencurigakan "Apa ini, kenapa sulit sekali untuk mengetahuinya sebuah petunjuk" gerutu Alexa ketika benar-benar sudah lelah mencari tahu tentang keluarga Anggara.


"Sedang apa!?" Kata Thomas yang tiba-tiba berdiri dihadapannya, membuat Alexa kelincutan, segera menutup laptopnya.


Melihat itu Thomas menjadi curiga dengan tingkah laku Alexa "Hayo, abis nonton video P**** ya?" Tebak Thomas dengan jari menunjuk-nunjuk ke arah Alexa.


"Ish.. Apaan! Lo tuh yang kurang ajar, main masuk keruangan orang, tanpa ketuk pintu dulu!" Jawabnya kesal .

__ADS_1


"Ya, gue mau kasi kejutan soalnya" ucapnya seraya memperlihatkan sebuah kantong plastik.


"Apaan tuh?" Tanya Alexa penasaran.


"Coba tebak!"


"Plis deh, Gue lagi gak mood becanda!" Tuturnya kesal.


"Nih, Gue bawain makanan kesukaan Lo!" ucapnya seraya melemparkan kantong plastik yang tadi ia bawa ke meja kerja Alexa.


"Wih.. ikhlas gak nih, kok ngasihnya kayak gitu" celetuk Alexa.


"Lagian, teman datang bukannya disambut malah di jutekin kayak gitu"


"Oke.. Maaf, silahkan duduk tuan!" ujar Alexa seraya membungkukkan tubuhnya menandakan hormat kepada Thomas.


Thomas yang tiba-tiba mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa terkekeh geli melihat tingkah temannya itu.


"Tuh, udahkan! Sekarang ikhlas gak nih, kasi makanannya?!" Tanya Alexa yang masih saja tertawa.


Thomas hanya menjawab dengan anggukan, matanya terpaku begitu melihat jam tangan milik Alexa yang terlihat sangat mewah.


"Wih.. Jam baru ni" Tutur Thomas mencandai Alexa.


"Ya iyalah, asal Lo tau aja ya, ini tuh harganya dua juta dollar!" Jelas Alexa seraya memamerkan jam tangan yang melingkar indah di lengannya.


"Cih.. Lo beli jam tangan seharga dua juta dollar! Gak percaya gue!" Timpal Thomas .


"Ini gratis" jelas Alexa dengan berbisik.


"Pasti dari Tuan Leo" celetuknya dengan menyunggingkan bibirnya sebelah.


"Ya jelas dong, secara Gue calon istrinya" ujar Alexa dengan bangganya.


"Ya, deh percaya kalo calon istrinya" jawab Thomas dengan wajah sewotnya.


"Lo kok sewot gitu" kesal Alexa.


"Dih.. siapa yang sewot, Lo tuh yang lebay" Timpal Thomas tak kalah kesal.


"Terserah Lo deh, mending Gue makan" Ucapnya seraya membuka kantong plastik yang Thomas berikan tadi.


Wow..

__ADS_1


Dengan lahap Alexa memakan ceker mercon yang Thomas bawakan untuknya.


Thomas hanya menggelengkan kepalanya karena melihat Alexa yang masih sangat menyukai ceker mercon.


__ADS_2