Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
Rekan lama


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu, Alexa sedang duduk di bangku taman, dimana dirinya dulu selalu datang ketika sedang di timpa masalah, ia termenung sendiri menatap beberapa orang sedang asik bermain dengan keluarga-nya.


Terbesit rasa iri dibenak Alexa, ia sangat ingin merasakan keluarga yang utuh dan harmonis.


“Apa aku bisa hidup bahagia seperti mereka” celetuk Alexa.


Dia merasa kesepian, Leo dan juga Arman belum juga pulang, selama beberapa hari terakhir Alexa merasakan kehidupan sewaktu gadis dulu, dimana dirinya selalu sendiri.


“Hey!” Seorang laki-laki menepuk pundaknya keras.


“Lo! Kok Lo ada disini?” kata Alexa setelah melihat sosok pria yang sudah memukul pundaknya.


“Gue selalu kesini, Lo aja yang gak pernah!” celetuk Thomas seraya duduk di samping Alexa.


“Ya, kalo gue pikir-pikir, emang setelah menikah dengan Mas Hendra, gue gak pernah kepikiran tentang tempat ini sih” ucap Alexa dengan terus menatap lurus tanpa memandang Thomas.


“Lo emang gitu kalo udah bucin udah gak bisa diganggu gugat lagi” timpal Thomas.


Taman ini adalah salah satu tempat dimana Alexa dan juga Thomas menghabiskan waktu bersama, mulai dari belajar dan juga bermain.


“Terus kenapa sekarang kesini, secara Lo bakalan nikah sama Tuan Leo”


“Apa hubungan-nya?, gak usah ngaco deh!” kesal Alexa .


“Oke, maaf!” sesal Thomas karena sudah membuat Alexa marah.


“Lo yakin! Mau nikah sama Tuan Leo?” Tanya Thomas seraya memandangi wajah ayu Alexa.


“Ya, begitulah” jawab Alexa dengan mengangkat pundaknya bersamaan.


Lama mereka berbincang akhirnya Alexa memilih pamit terlebih dulu karena masih ada tempat yang ingin Alexa kunjungi.


Thomas menatap kepergian Alexa, raut wajahnya langsung berubah ketika Alexa pergi meninggalkannya.


Alexa melajukan mobilnya menuju sebuah tempat yang dulu juga sering ia datangi, dia langsung turun ketika sampai didepan sebuah bangunan tua tapi masih sangat terawat .


Tidak lupa ia memakai kacamata hitamnya, dengan langkah tegap Alexa memasuki gedung itu.

__ADS_1


“Bangunannya sama, tapi tidak dengan penghuninya” gumam Alexa, matanya menatap sekeliling dan melihat orang-orang yang asing baginya, sampai matanya tertuju kepada satu orang yang sangat Alexa kenal.


Dengan cepat ia mendekati sosok pria itu, begitu berbalik Alexa sangat senang bisa bertemu kembali dengan rekan lamanya yaitu Raditya.


Alexa! Laki-laki itu sangat terkejut ketika melihat kedatangan Alexa.


“Ya, ini aku” tuturnya dengan tersenyum manis.


“Apa yang membawamu kesini, seperti sudah cukup lama kita tidak bertemu” ujar Raditya .


“Aku sudah lama tidak melakukan pemanasan, apa Aku boleh melakukannya disinj?” Tanya Alexa dengan antusias yang terlihat jelas diwajahnya.


“Aku pikir, kau sudah tidak ingin melakukannya lagi” celetuk Raditya ingin menggodai Alexa, karena sudah cukup lama mereka tidak bertemu, meskipun begitu tatapan Raditya masih sama seperti dulu.


“Aku hanya sedang beristirahat bukannya pensiun Dit!” timpalnya.


“Baiklah, tempat ini selalu terbuka untukmu, jangan sungkan untuk “.


“Aku tidak akan sungkan jika dengan mu!” katanya diselingi tawa kecil mereka berdua.


Raditya mengantar Alexa masuk kesebuah ruangan terlihat begitu banyak senjata api yang menghiasi ruangan itu.


“Ini wasiat dan harus dijaga” jelas Raditya seraya memberikan pistol Glock 17 milik Alexa dulu.


“Kau sangat profesional, aku ingin memperkerjakanmu, sayangnya bayaran mu begitu mahal” tawa canda mereka berdua pecah.


Kini Alexa sadar bahwa dirinyalah yang sudah menjauh dari teman-temannya, mereka semua masih sama seperti dulu.


“Jangan sungkan jika memerlukan bantuan, kau tahu! Aku berhutang nyawa padamu” jelas Raditya.


“Sebenarnya aku memang memerlukan bantuan” kata Alexa ragu.


“Katakan! Aku akan mencoba membantu”


“Aku ingin kau mencari tahu tentang kejadian dimana aku diserang , cari tahu siapa yang sudah menusukku” jelasnya dengan sorot mata penuh dendam.


“Bukannya kau tidak ingin mencari tahu tentang itu semua, kau bilang itu bukan masalah penting!”

__ADS_1


“Setelah aku pikir-pikir, mungkin itu semua ada hubungannya dengan kematian orang tuaku”


“Baiklah, Aku akan mencari tahu siapa pelaku sebenarnya, tapi sebelum itu, ada sesuatu yang harus kau ketahui” terang Raditya lalu membuka laci meja disudut ruangan itu.


“Ini.. Kau harus memeriksanya” imbuh Raditya seraya memberikan sebuah flashdisk, dengan cepat Alexa memeriksanya menggunakan komputer yang ada di ruangan itu.


Alexa sangat terkejut ketika mengetahui bahwa salah satu orang dari klan Darkness yang sudah menyerangnya.


Ia berpikir sejenak, bagaimana bisa orang dari klan mantan suaminya menyerangnya, karena dulu Alexa tidak sedang memata-matai mereka.


“Darimana kau mendapatkan informasi ini?” tanya Alexa penasaran karena seingatnya dia tidak meminta Raditya menyelidiki kasusnya.


“Maaf karena sudah menyelidiki kasus yang jelas-jelas tidak kau minta, tapi aku memang sudah curiga sejak awal, jadi aku melakukannya dibelakang mu” jelasnya.


Alexa menatap rekannya sekilas, otaknya sama sekali tidak bisa bekerja, tidak menduga bahwa klan Darkness sudah mengibarkan bendera perang kepadanya, dirinya tidak sadar akan hal itu dan malah jatuh cinta dari anak pemimpin klan Darkness.


“Aku begitu bodoh, karena sudah membiarkan Babi hutan lolos” tutur Alexa lalu membidik sebuah manekin berbentuk manusia.


Dorr..


Suara tembakan begitu keras sampai membuat Raditya terkejut karena Alexa melakukan tiba-tiba, begitu ia melihat manekin Raditya dibuat takjub dengan bidikan Alexa yang masih tepat mengenai sasaran meskipun Alexa bilang kalau dirinya sudah lama tidak memainkan senjata api.


“Kau ini benar-benar “ kata Raditya diiringi dengan tepuk tangan, ia masih tidak percaya dengan yang ia lihat, Alexa berhasil menembak tepat dikepala manekin meskipun hanya dengan meliriknya saja.


“Kau orang pertama yang melihat kemampuanku setelah lama tidak beraksi”


“Ya, dan kau masih sama seperti dulu, tepat dan sangat mempesona” puji Raditya bangga karena sudah memiliki rekan seperti Alexa.


“Aku hanya berharap rasamu padaku sudah hilang” celetuk Alexa yang membuat Raditya salah tingkah.


“Meskipun ada, aku akan mencoba menguburnya” ucapnya lirih.


“Baguslah, karena aku tidak ingin pertemanan kita rusak hanya karena sebuah rasa yang tak terbalaskan”


Dulu Raditya memang pernah mengungkapkan rasa kepada Alexa, namun cintanya ditolak dengan alasan Alexa hanya ingin fokus membalaskan dendamnya kepada orang yang sudah membunuh orangtuanya.


Sampai sekarang pun sebenarnya Raditya masih memiliki rasa kepada Alexa.

__ADS_1


Sebelum kejadian Alexa ditusuk, ia bertemu dengan Alexa, ia memberinya sebuah senjata api, dimana Alexa mengatakan bahwa dirinya akan membalas dendam kepada orang yang sudah membunuh kedua orang tuannya.


Setelah itu Alexa menghilang entah kemana, dan Raditya baru tahu kalau Alexa sudah menikah dengan Hendra, ia sudah lama ingin memberi informasi yang ia dapatkan namun, setiap kali ingin menemui Alexa ia selalu dihadang dengan beberapa orang.


__ADS_2