Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
Makan malam bersama


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


"Alexa !!" Panggil Leo yang terus saja mengetuk pintu kamar Arman.


"Ada apa" Tanya, Alexa dari balik pintu yang hanya di buka sedikit dan muat untuk satu kepala saja.


"Aku ingin bicara" ujarnya, dengan tatapan memohon sehingga membuat Alexa terpaksa menyetujuinya.


Leo berjalan terlebih dahulu masuk ke sebuah kamar dan diikuti oleh Alexa, kamar dengan desain dan interior yang didominasi berwarna gelap, bisa dipastikan itu adalah kamar Leo.


"Cepat katakan apa yang ingin kau katakan!" ketus, Alexa dengan sedikit canggung karena kejadian tadi di kantor yang masih saja bermunculan dipikirkannya.


"Maaf, aku tidak bermaksud melakukannya, entah bagaimana aku bisa kehilangan kendali" Jelasnya, menatap Alexa dengan tatapan sendu terlihat jelas guratan penyesalan di wajahnya.


"Sudahlah, itu tidak penting sekarang! Yang penting saat ini adalah mencari tahu keberadaan orang yang sudah membunuh kedua orang stuaku" tuturnya, seraya menepuk pelan lengan Leo.


"Aku akan segera mengurusnya, tapi Kamu gak marah kan?" tanya, Leo penasaran.


"Aku hanya terkejut dengan tindakanmu itu, terlebih lagi ada Liam di sana, dia pasti melihat semua itu" jelasnya lagi.


"Maaf, Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi sampai kita menikah nanti".


"Aku akan memegang janjimu" ketus Alexa lalu melangkah pergi keluar dari kamar .


"Alexa!!" teriak Mama Leo dari lantai bawah lalu berlari menghampiri Alexa yang ada dilantai dua.


Alexa menghentikan langkahnya ketika mendengar suara yang terdengar sangat familiar di telinganya.


"Mama?!" Alexa sangat terkejut ketika melihat Mama Leo berdiri tepat dihadapannya.


"Ka,, kamu Keluar dari kamar Leo tadi? " Tanya Selly penasaran.


"Ini gak seperti yang mama pikirkan" ucap Alexa gugup karena dipergoki oleh calon mertuanya.


"Emang kamu tahu apa yang mama pikirkan".


"Emang mama berpikir apa?" tanya Alexa karena ia pikir calon mertuanya akan marah karena ia sudah lancang masuk ke mansion dan ia terpergok keluar dari kamar Leo, karena setahunya keluarga Anggara tidak mengizinkan sembarang orang untuk masuk ke mansion.


"Is.. Mama tadinya gak berpikir macem-macem sih, tapi setelah melihat reaksi mu, sepertinya sudah terjadi sesuatu diantar kalian" Celetuknya lalu mengeluarkan ponsel dari tas mewah miliknya dan sedetik kemudian panggilan sudah tersambung entah siapa tapi terdengar jelas bahwa calon mertuanya meminta orang yang dia telpon untuk segera datang ke mansion.


"Siapa Ma?" tanyanya, penasaran siapa sebenarnya yang ditelpon calon mertuanya tadi.


"Nanti kamu juga bakalan tahu" celetuk Selly menggoda Alexa lalu pergi ke lantai bawah.


Mendengar penuturan calon mertuanya membuat Alexa bertambah penasaran siapa orang yang ditelpon calon mertuanya tadi, ia takut kalau sampai calon mertuanya melakukan hal konyol lagi, seperti hari itu.


"Aku seperti mendengar suara Mama?" Tanya Leo yang tiba-tiba berada dibelakang Alexa.

__ADS_1


"Sejak kapan kau disini?"


"Aku baru keluar, karena seperti mendengar suara Mama"


"Iya Mama datang, mungkin sekarang Mama ada di kamarnya" Jelasnya lalu berjalan menuruni tangga.


Leo menghela nafas lega karena Mamanya datang tepat waktu, kalau tidak mungkin Leo dan Alexa akan terjebak dalam situasi canggung.


Keluarga Anggara memang jarang menempati mansion mereka terlalu sibuk bepergian mengurus bisnisnya, kedatangan mereka juga tidak bisa diprediksi, jadi Leo tidak tahu kalau Mamanya akan datang.


Mereka biasanya akan berkumpul di mansion ketika ada acara keluarga saja.


....


Makan malam sudah siap tersusun rapi dimeja makan, kali ini Alexa yang memasak karena Calon mertuanya datang jadi ia ingin memberikan kesan baik terhadapnya, dia tidak sendiri, ada beberapa pelayan membantunya.


"Wahh.. Aroma apa ini, sepertinya enak sekali" celetuk Selly seraya berjalan mendekati meja makan.


Leo dan juga Arman keluar dari kamar mereka masing-masing secara bersamaan karena mencium aroma yang sangat menggugah selera, "Wah ini masakan Mama" celetuk Arman yang sudah hafal dengan aroma masakan Alexa.


Selly melihat ada anak yang berjalan menghampirinya, ia berpikir sejenak, sedetik kemudian dia baru paham kalau anak laki-laki itu pastilah cucunya.


"Halo, Anak manis!" Sapa Selly dengan senyum terukir diwajahnya.


"Halo, Oma" Sapa balik Arman dengan sopan.


"Nama kamu siapa? Sayang" Tanya Selly lagi penasaran.


"Namaku Arman Oma".


"Wah.. jadi kamu Arman Cucu Oma yang sangat ingin Oma temui" terang Selly seraya tangannya menoel pipi Arman gemas.


"Dia Anakku Ma" ucap Alexa yang masih saja sibuk memasak.


"Iya Mama tahu, dia juga cucuku" jelas Selly ketus, merasa kesal kepada Alexa karena sepertinya Alexa masih belum mempercayai bahwa keluarga Anggara merestui dan juga menerima segala masa lalu nya.


"Maaf Ma" Pinta Alexa ketika melihat rasa kesal di wajah Selly.


Belum juga Selly menjawab beberapa pengawal masuk kedalam mansion, terlihat bahwa Bram datang dengan langkah tegapnya, meskipun umurnya terbilang sudah tua tapi cara berpakaian serta aura yang dipancarkan oleh Bram membuatnya terlihat masih muda.


"Tuan?!''.


"Kau ini benar-benar ya, bagaimana bisa kau memanggil Mama kepada istri ku dan memanggil ku Tuan, apa aku ini terlihat tidak cocok menjadi Ayahmu" katanya karena tidak terima ketika mendengar Alexa yang masih kaku terhadapnya.


"Maaf Pa" jawabnya penuh sesal.


"Ayolah, itu bukan masalah besar" ujarnya dengan senyum simpul diwajahnya.

__ADS_1


"Sayang!, Kau ini jangan membuat menantu kita merasa tidak nyaman.


Bram merasa bersalah karena sudah membuat Alexa merasa tidak nyaman "Papa minta maaf".


"Aku yang seharusnya minta maaf Pa, aku sudah membuat Papa tidak nyaman".


Bram hanya merespon dengan senyum lalu bertanya kepada istrinya mengapa memintanya datang secepatnya ke mansion "Ada hal penting apa sayang?".


"Setelah makan malam aku ingin membicarakan sesuatu" tutur Selly.


Dan sedetik kemudian Bram melihat kearah meja makan dimana berbagai menu sudah tersusun rapi.


"Baiklah kalau begitu kita makan malam dulu" tuturnya lalu duduk .


"Wah semua makanan disini terlihat sangat lezat" imbuhnya.


"Tentu saja, menantuku ini sangat pandai memasak" tutur Selly memuji Alexa .


"Kalau begitu panggil Leo turun untuk makan sekarang ", titahnya.


Beberapa saat kemudian terlihat Leo sedang menggendong Arman menuruni tangga.


"Dia!?" Tanya Bram bingung melihat kehadiran Arman.


"Dia cucumu" tutur Selly menjelaskan kepada Bram bahwa Arman adalah anak Alexa.


"Benarkah!" Bram yang terkejut langsung berdiri menghampiri Leo dan beralih mengendong Arman.


"Apa kau cucuku?" tanya Bram kepada Arman.


Dan dijawab anggukan oleh Arman, "Wah cucuku ini sangat pintar" pujinya dengan bangga, karena baru kali ini ada anak kecil yang tidak takut ketika ia dekati.


"Terimakasih opa" Tutur Arman dengan suara cadelnya.


"Lihatlah dia memanggilku opa" tutur Bram kegirangan karena ini adalah pengalaman pertamanya menjadi seorang kakek.


"Asal kau tahu saja, Dia juga memanggilku Oma" Ketus Selly karena tidak terima dengan penuturan suaminya.


"Aku tidak sabar melihat reaksi Ayah ketika bertemu dengan Arman" Ujar, Bram antusias.


Leo dan juga Alexa sangat lega ketika melihat bahwa kedua orang tuanya menerima kehadiran Arman, meskipun bukan cucu kandungnya tapi mereka terlihat sangat menyayangi Arman.


"Makanan akan dingin, sebaiknya kita makan malam dulu nanti kita lanjutkan lagi perbincangannya" jelas Alexa mengajak mereka makan bersama.


Makan malam mereka diselingi dengan canda tawa baru kali ini Alexa merasakannya, karena dari pernikahannya sebelumnya sangatlah jarang bisa berkumpul apalagi bisa bercanda seperti keluarga Leo ini.


Leo yang melihat senyum kecil terukir di wajah Alexa merasa senang karena sudah bisa membuat Alexa kembali tersenyum, ia berdoa semoga selama bersama dengannya Alexa akan terus merasakan kebahagiaan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2