
Alexa terlebih dulu melepaskan ciumannya, nafasnya terengah-engah karena Leo yang terus saja ******* bibirnya dan tidak memberi celah kepada Alexa untuk bernafas, ia menatap Leo sesaat lalu turun perlahan dari pangkuan Leo.
Leo menarik tangan mungil Alexa menatapnya dengan tatapan penuh arti, ingin rasanya melakukan lebih tapi dia tahu kalau itu mungkin bisa membuat Alexa marah, Leo berangsur-angsur melepaskan genggamannya.
Alexa berjalan menuju sofa lalu duduk dengan tenang seraya termenung entah memikirkan apa, Leo yang melihatnya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Alexa lakukan.
Beberapa saat kemudian Alexa membuka suara, memberitahu Leo bahwa dia setuju untuk menikah.
Hal itu membuat Leo yang tadinya duduk termenung di atas kasur langsung berdiri tegap, "Apa kamu serius? Ini bukan mimpikan?" tanya Leo dengan perasaan yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.
"Aku serius!"
"Oke.. oke.. Aku akan memberitahu Mama dan Papa sekarang" ujar Leo kegirangan karena usaha dan juga kesabarannya selama ini akhirnya membuahkan hasil.
"Ini sudah malam, besok saja!" usul Alexa karena melihat jam sudah pukul dua belas malam dan Arman pasti sudah tidur, ia takut kalau nanti Arman terbangun karena suara berisik Leo ataupun Mamanya.
"Oke, kalau begitu apa bisa kita lanjutkan?" tanyanya dengan tatapan menggoda.
"Tidak!!" teriak Alexa.
"Kenapa?"
"Kita lakukan setelah menikah saja" Alexa berpikir mungkin ini memang waktunya dirinya untuk mulai membuka hati kepada Leo, selain itu dia juga merasa bahwa hanya Leo yang bisa membantunya untuk membalaskan dendam-dendamnya.
"Baiklah, kamu tidur dikamar ini saja malam ini, aku akan tidur dikamar sebelah" .
Alexa hanya mengangguk patuh dengan penuturan Leo, satu prinsip hidup Alexa, dia tidak akan berkhianat jika tidak di khianati.
Selagi Leo mencintainya maka dia akan selalu setia kepada Leo meskipun entah rasa cintanya akan tumbuh atau tidak, dia juga belum tahu pasti mengenai hal itu.
Leo keluar kamar dengan langkah gontai, meninggalkan Alexa tidur dikamar miliknya, meskipun sebenarnya Leo sangat ingin tidur bersama Alexa , ia masih tahu batasannya dan menghargai wanitanya.
.....
Ke-esokan paginya Alexa keluar terlebih dulu dari kamar Leo, begitu membuka pintu, Alexa dikejutkan dengan kehadiran Selly.
"Ada apa Ma? tanya Alexa ragu transaksi tapi dia juga penasaran apa yang membuat calon mertuanya itu, berdiri didepan kamar anaknya pagi-pagi buta.
"Mana Leo?" tanya Selly antusias.
Belum juga menjawab, Leo sudah terlebih dulu keluar dari kamar sebelah "Mama?!" Leo yang sudah hafal betul dengan tabiat mamanya, pasti Mamanya berpikir kalau sudah terjadi sesuatu antara dia dan Alexa.
"Kalian tidur terpisah?" Tanya Selly penasaran.
"Ya iyalah Ma, masa belum nikah udah tidur bareng aja" Jawab Leo .
__ADS_1
"Tapi_ Tadi malam kalian?!".
"Tuh kan, Mama mulai lagi".
Alexa hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu "Bagaimana bisa calon mertuaku seperti ini, mimpi apa aku Tuhan" gumam Alexa .
"Tapi_" Belum selesai berbicara Leo sudah lebih dulu menarik tangan Mamanya, pergi meninggalkan Alexa yang masih saja tertunduk malu.
"Leo! Mama belum selesai bicara" Marah Selly lalu menghempaskan tangan Leo setelah mereka turun kebawah.
"Please Ma! Jangan bikin Alexa merasa tidak nyaman berada disini" jelas Leo dengan wajah memelas.
"Memangnya apa yang Mama lakukan, sampai membuat Alexa merasa tidak nyaman?" tanya Selly dengan memalingkan wajahnya.
"Alexa setuju segera menikah denganku Ma, jangan buat dia menyesal karena tingkah Mama ini, biarkan kita berdua yang mengaturnya, Mama terima beres saja" Jelas Leo lagi.
"Benarkah? Lalu kapan kalian menikah?" tanya Selly antusias setelah mendengar kabar dari Leo.
"Secepatnya Aku akan menikahinya".
"Kalau begitu, Mama harus meminta kakek dan juga Lily untuk segera datang" ucapnya lalu pergi menemui suaminya yang masih berada dikamar.
Pa! Teriak Selly dengan lantangnya.
"Ada kabar baik!" jelas Selly dengan tak sabaran.
"Iya tapi jangan berteriak, cucumu sampai terkejut karena teriakan mu itu" marah Bram karena sudah membuat cucunya yang sedang bermain langsung berdiri ketakutan.
"Aduh, Oma minta maaf ya sayang" pinta Selly dengan mencium kening Arman.
"Kabar baik apa?"
"Alexa setuju untuk segera menikah" jelasnya dengan wajah yang berseri-seri, terlihat jelas pacaran kebahagiaan menghiasi wajah wanita paruh baya itu.
"Itu kabar baik" melihat respon suaminya yang terlihat biasa saja membuat Selly memanyunkan bibirnya.
"Ini kabar baik dan responmu seperti itu!" kesal Selly karena suaminya terlihat biasa saja setelah mendengar kabar itu.
"Lalu, Aku harus seperti mu, berteriak dan berjingkrak-jingkrak begitu" sindir Bram karena masih kesal dengan tingkah istrinya yang sedari dulu tidak pernah berubah.
Setelah mendapat sindiran dari suaminya barulah Selly sadar kalau tingkahnya memang sedikit berlebihan.
"Kalau begitu aku akan menghubungi Ayah dan Lily" .
.....
__ADS_1
Kabar dengan cepat tersebar, seorang pengusaha muda akan segera menikah dengan seorang janda beranak satu.
Bella yang melihat itu langsung tahu bahwa janda yang dimaksud diberita pastilah Alexa, ia begitu senang karena bisa membuat Alexa terlihat buruk Dimata Hendra.
Setelah perceraian Hendra dan juga Alexa setiap Bella ingin menjelek-jelekkan Alexa maka Hendra akan langsung memarahinya "Sekarang kau akan melihat Mas, siapa Alexa sebenarnya" gumam Bella dengan seringai jahatnya.
Bella pergi menemui Hendra di kantor, dia sangat bersemangat untuk memberitahukan kepada suaminya bahwa Alexa akan segera menikah.
"Mas!" panggilnya dengan suara manjanya.
Hendra melirik sekilas lalu melanjutkan kegiatannya, melihat itu Bella sangat kesal karena lagi-lagi suaminya tidak menghiraukan keberadaannya.
"Kamu kok gitu sih Mas! Aku jauh-jauh datang kesini, bukannya disambut, malah dicuekin" kesalnya karena sifat Hendra sangat jauh berbeda, tidak seperti dulu sewaktu Hendra belum bercerai dari Alexa.
Dulu Hendra akan mendengar semua perkataan Bella tapi sekarang malah kebalikannya, Hendra sangat tidak peduli bahkan jarang pulang ke rumah .
"Ada perlu apa? kau datang kemari?" Sebenarnya Hendra malas untuk berbasa-basi dengan Bella, ia malas kalau istrinya itu harus membahas tentang Alexa di setiap pertemuan mereka.
"Aku ingin memberitahu mu!" ucapnya antusias lalu berjalan mendekati Hendra.
"Apa?"
"Alexa akan segera menikah dengan Leo" bisik Bella.
Hendra sudah menebak hal ini, Bella pasti akan datang Hanya untuk menjelek-jelekkan Alexa.
Melihat tatapan suaminya yang sepertinya akan marah Bella menyela terlebih dahulu sebelum suaminya berteriak kepadanya "Aku ada buktinya!" tutur Bella seraya memperlihatkan ponsel miliknya, dimana artikel-artikel tentang pernikahan Leo dan seorang janda sedang hangat diperbincangkan.
"Ini bohong" elak Hendra yang masih saja tidak mempercayai ucapan Bella dan berita yang beredar.
"Ini beneran Mas!" teriak Bella kesal karena suaminya terus saja membela mantan istrinya itu.
Hendra tidak menjawab dan melanjutkan kegiatannya lagi, Bela bertambah kesal karena usahanya untuk membuat Hendra membenci Alexa gagal lagi.
"Kamu benar-benar ya Mas! Kamu masih cinta sama Alexa?!" Pertanyaan Bella membuat Hendra yang awalnya menahan gejolak amarah di dada akhirnya tidak bisa membendungnya lagi.
Tatapan tajam Hendra membuat Bella sangat ketakutan dengan langkah cepatnya ia berlari keluar dari ruangan Hendra.
Melihat itu Hendra yang tadinya dipenuhi amarah kini berangsur-angsur mereda, lalu dengan cepat ia mencari kebenaran dari berita yang dibawa oleh Bella.
Dan ternyata ucapan Bella kali ini tidaklah bohong.
"Secepat ini!" gumam Hendra dengan menatap tajam pada foto Alexa yang masih tersimpan di ponselnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1