Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
pelukan hangat


__ADS_3

Keesokan harinya di kantor.


Alexa yang sedari pagi disibukan dengan beberapa berkas yang cukup menumpuk karena dua hari belakangan Alexa sibuk mengurus gugatan cerainya dengan Hendra sehingga pekerjaannya sedikit terbengkalai.


Tokk.. Tokk..


"Masuk".


"Maaf Nona, ada yang sedang mencari nona didepan dan memaksa untuk masuk", ujar sekertaris Alexa.


"Siapa?", tanya Alexa bingung karena seingatnya hari ini dia tidak memiliki janji temu dengan klien.


"Ibu itu tidak memberikan identitas Nona hanya saja ibu itu bilang bahwa dia adalah calon mertua Nona".


Setelah mendengar penjelasan sekretarisnya akhirnya dia tahu siapa sebenarnya tamu yang memaksa untuk masuk, "Baiklah, aku yang akan menemuinya".


"Tapi Nona".


"Ada apa?", tanya Alexa heran.


"Itu..", Belum juga selesai berbicara Selly sudah mendongakkan kepalanya di sebalik pintu.


Alexa begitu kaget ketika melihat tingkah mertuanya yang aneh itu, "Mama!".


"Iya ini Mama", jawab Selly dengan raut wajah cengengesan seperti layaknya anak kecil yang ketahuan sedang bersembunyi.


"Mama kenapa gak bilang dulu kalo mau kesini?".


"Jadi Mama gak boleh berkunjung kekantor anak Mama".


"Bukan begitu Ma", belum juga selesai berbicara tangan Alexa sudah ditarik lebih dulu oleh Selly, "kita mau kemana ma", Alexa kebingungan karena tangannya terus saja ditarik sampai keluar dari kantor.


"*A*khirnya aku tahu dari mana sifat seorang Leo Anggara diturunkan" gumamnya dalam hati.


Begitu keluar dari kantor beberapa pengawal sudah berjajar rapih dengan mengenakan setelan jas serba hitam tidak lupa juga kacamata hitam.


"Ada apa ini Ma?", tanya heran Alexa begitu melihat beberapa pengawal berdiri tegap didepan kantornya.


"Ini adalah orang yang mengikuti Mama sepanjang hidup Mama jadi istri Papa kamu", keluh Selly dengan kesal karena selama menjadi istri seorang Bram Anggara belum pernah sekalipun dia keluar rumah tanpa pengawal yang berjajar mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


"Tidak bisakah kamu bantu Mama, singkirkan para pengawal ini untuk Mama, Mama sudah bosan melihat wajah tanpa ekspresi mereka", bisik Selly kepada Alexa .


"Baiklah Ma, tapi berhubung ini sudah hampir jam makan siang bagaimana kalau kita pergi ke restoran ku saja, kita makan siang dulu".


"Benarkah, ayo kalo begitu".


Selang beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di restoran milik Alexa, tak lupa diikuti oleh pengawal setia Selly.


"Wah restoran mu besar juga ya, lalu mengapa tadi malam kita tidak makan disini saja?", tanya Selly sekaligus kagum dengan restoran milik Alexa yang bernuansa tradisional tapi tampak begitu mewah.


"Lain kali kita sekeluarga makan disini ya Ma", ajak Alexa antusias.


"Tentu sayang", Selly begitu antusias ketika mendengar tawaran Alexa, "Tapi, bagaimana dengan permintaan mama yang tadi", imbuhnya lagi.


"Mama tenang aja aku bakal urus itu, sekarang kita makan aja dulu", mendengar penuturan Alexa akhirnya Selly mengikuti Alexa masuk kedalam restoran.


Begitu masuk kedalam restoran mereka disambut dengan beberapa pelayan tak lupa Alexa membisikan sesuatu ke salah satu pelayan dan di angukki oleh pelayan itu.


Selly lebih dulu duduk dan diikuti oleh Alexa, "Pengawal apa kalian tidak lapar?, kemarilah ikut makan bersama kami", celetuk Alexa.


"Bolehkan Ma?", tanya Alexa kepada Selly dibarengi dengan kedipan mata, meskipun Selly belum mengerti dengan maksud Alexa tapi Selly tetap mengizinkan para pengawal untuk duduk bersama dan makan.


Setelah kegiatan makan Alexa dan Selly selesai mereka tidak langsung pergi, mereka duduk beberapa menit dan benar saja beberapa pengawal mulai tertidur pulas dengan kepala bersandar di atas meja.


"Akhirnya aku bisa bebas", ucap Selly kegirangan.


"Iya Ma, aku kasihan sama mereka pasti capek ngikutin Mama terus, mereka pasti kurang tidur kan Ma?".


"Ih,, kamu pinter banget, tapi mereka gak mati kan?".


"Ya nggak lah Ma, masa iya aku bunuh orang", jawab Alexa dengan sedikit tawa mengembang dipipinya .


"Ya udah kalo gitu ayo kita pergi", ajak Selly, "Tapi kamu gak masalahkan kalo harus cuti hari ini", tanya Selly ragu karena takut calon menantunya akan menolak ajakannya.


"Nggak kok Ma", jawab Selly dengan senyum manisnya.


Sejauh perjalanan Alexa terus saja tersenyum dan tertawa riang, pasalnya calon mertuanya ini sangatlah lucu dan menghibur tidak seperti ibunya Hendra yang tidak terlalu suka bergurau dan sedikit tertutup, orang tua Hendra hanya akan bersikap manis ketika sedang ada Hendra bersamanya, namun akan bersikap jutek ketika Hendra tidak sedang bersamanya.


Sesampainya di butik Alexa mengerutkan keningnya, "Kita mau apa kesini Ma?".

__ADS_1


"Udah ikut aja, nanti kamu bakalan tahu sendiri kalo udah masuk kedalam", tutur Selly seraya membuka pintu mobil lalu pergi meninggalkan Alexa masuk kedalam butik.


Begitu masuk kedalam butik Alexa kini tahu maksud dan tujuan calon mertua itu adalah memilihkan gaun pengantin untuknya.


"Kamu coba yang ini deh", pinta Selly seraya memperlihatkan gambar baju pengantin yang ada buku.


Dengan ragu Alexa memberitahukan bahwa sebenarnya dia belum sah bercerai dari suaminya takut mendengar amukan ibunya Leo Alexa memilih memejamkan mata, ia pasrah akan hal apa yang akan dia dapatkan karena sudah berbohong.


"Aku tahu", balas Selly lalu memeluk Alexa dengan erat, "Kamu pasti kesulitan menghadapinya", ucapnya sambil menepuk-nepuk pelan punggung Alexa.


Mata Alexa terbelalak kala mendengar ucapan dan perlakuan ibu Leo, "Apa mama sudah tahu?", tanya Alexa ragu.


"Ya aku sudah tahu semuanya, Papanya Leo menceritakan segalanya semalam, dan kamu tenang saja mama pasti akan mendukung segala keputusan kamu", jelasnya dengan senyum simpul di pipi wanita yang masih terlihat begitu cantik meskipun usianya sudah kepala empat dan mendekati kepala lima.


"Dan tentang Arman?", tanya Alexa ragu.


"Ayolah Alexa, kamu pikir mama ini seperti apa, anak kamu itu sama aja anak Leo bukan?, jadi kamu tenang saja, Mama pikir kamu sudah mengenal betul keluarga kami ini seperti apa terutama papa dan kakeknya Leo bukan?!".


Alexa begitu terharu ketika mendengar penuturan Selly, ia merasa seperti bertemu dengan ibunya kembali, rasa hangat seorang wanita yang sangat ia rindukan selama ini akhirnya bisa ia rasakan.


Alexa begitu bahagia sampai-sampai dia memeluk erat calon mertuanya itu bagaikan anak kecil yang takut ditinggal oleh ibunya, Selly yang tahu apa yang dirasakan Alexa ia juga ikut memeluk erat tubuh mungil Alexa, tanpa mereka tahu.


Dari belakang tampak seorang pria memandangi keduanya dengan penuh kasih dan sayang, dia adalah Leo yang tadinya datang untuk mencari keberadaan calon istrinya dan juga mamanya setelah mendapat kabar dari ayahnya bahwa mereka berdua kabur dari kawalan para pengawal.


Leo bisa tahu keberadaan mereka karena pihak butik memberitahukan keberadaan mereka berdua, karena butik itu adalah milik Mamanya, awalnya Leo ingin memarahi mamanya karena menggangu Alexa ketika jam kantor namun rencananya berubah setelah melihat adegan saling berpelukannya kedua wanita yang sangat dicintainya.


"Ayo kita pergi", ucapnya kepada Liam, karena ia pikir tidak apa-apa jika sesekali mereka diberi waktu untuk menyenangkan diri mereka.


"Tapi tuan".


"Sudah kau itu nurut saja, nanti aku yang akan bicara sama papa", akhirnya Liam menuruti perkataan Leo untuk pergi meninggalkan butik dan kembali kekantor.


..........


Setelah hari itu kedua Orangtua Leo dan juga kakeknya kembali keluar negeri karena ada beberapa urusan yang harus mereka selesaikan, rencana pernikahan yang awalnya akan dilaksanakan segera akhirnya diundur sampai proses perceraian Alexa selesai.


Dan sampai saat itu tiba, Leo dan Alexa tidak lagi bertemu mereka memutuskan untuk bertemu dipersidangan akhir perceraian Alexa dan Hendra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya teman-teman demi berlanjutnya cerita ini, jika kalian menyukai cerita ini mohon tinggalkan jejak agar author lebih semangat dalam menulis 💪🙏


...****************...


__ADS_2