Hadirnya Pembalasan

Hadirnya Pembalasan
Meminta izin


__ADS_3

"Ternyata kau orangnya Mas!" Gumam Alexa begitu melihat sosok pria yang keluar dari gedung itu adalah Hendra.


Karena tidak ingin ketahuan Alexa dengan cepat melajukan mobilnya, "Kenapa tempat itu terlihat tidak asing" gerutunya lagi.


....


Begitu sampai di kantor Alexa terkejut karena melihat Leo dan juga beberapa pengawal berdiri di pintu masuk kantor, dengan ragu Alexa turun dari mobil dan berjalan mendekati Leo.


Alexa berdiri di hadapan Leo dengan menundukkan kepalanya seperti murid yang sudah ketahuan bolos sekolah, Leo menarik tangan Alexa lalu membawanya masuk kedalam ruangan.


"Sakit Mas!" teriak Alexa karena Leo menariknya dengan sangat keras, Leo baru menyadari bahwa dirinya sudah terlalu kasar kepada Alexa setelah Alexa berteriak.


"Maaf" katanya dengan membolak-balikkan tangan Alexa, melihat apakah terdapat bekas lebam karena tarikannya.


"Aku yang seharusnya minta maaf" jawab Alexa dengan wajah penuh penyesalan.


"Kalau begitu katakan padaku, kau dari mana?" tegas Leo karena merasa khawatir dengan keselamatan Alexa.


Setelah mendengar penjelaskan Alexa, ia hendak langsung menelpon rekannya tapi dicegah oleh Alexa dengan alasan bahwa dirinya yang akan menghancurkan kehidupan Hendra dengan tangannya sendiri.


Leo melihat bahwa ada amarah yang begitu besar di mata Alexa, akhirnya ia mengalah kalau tidak Alexa akan mengambil langkah sendiri dan tidak memperdulikannya lagi.


"Baiklah, tapi berjanjilah untuk selalu memberi kabar ketika terjadi sesuatu" titah Leo dengan mengusap-usap kepala Alexa.


"Kita akan menikah dua Minggu lagi, jadi tolong jangan membuat masalah" imbuh Leo.


"Aku akan mengusahakannya" ucap Alexa pelan, meskipun begitu masih bisa terdengar oleh Leo.


"Lalu bagaimana dengan Arman dan siapa yang memberitahumu bahwa aku tidak ada di kantor?" tanya Alexa dengan tatapan menyelidik.


"Arman ikut Mama, dan tidak ada yang memberitahu, Aku hanya menduganya saja" jawab Leo dengan memalingkan wajahnya.


"Aku tahu kamu bohong! Kalau sampai aku tahu siapa yang sudah menjadi mata-matamu aku akan mematahkan jarinya" jelas Alexa .


"Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan saja" ajak Leo untuk mengalihkan pembicaraan, karena ia tahu bahwa dirinya tidak akan bisa berbohong dihadapan Alexa.


"Tidak, aku sedang sibuk" ujar Alexa dengan tangan menunjukkan kearah meja yang memperlihatkan beberapa tumpuk berkas yang harus ia selesaikan.

__ADS_1


"Hari ini saja" pinta Leo dengan wajah memelas-nya.


"Aku sibuk Mas, besok saja!" ketus Alexa.


"Baiklah selesaikan semua pekerjaanmu hari ini, besok kita harus pergi bersama" .


"Oke" ucap Alexa dengan senyum manisnya lalu duduk di kursinya dan mulai memeriksa berkas-berkas kantor, karena tidak ingin menganggu Alexa Leo memutuskan untuk pergi.


...


Keesokan harinya Alexa dan juga Leo pergi kesebuah pulau "Kamu ingat tempat ini?" .


Alexa menatap Leo lekat, berpikir bagaimana bisa orang yang sedang ada didepannya bisa mengetahui tempat penuh kenangan ini.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya, kenapa kau tahu banyak tentang ku, dan terlebih lagi bagaimana bisa kau tahu makam orang tuaku?" tanya Alexa penasaran.


"Apa kau tidak ingat!?" tanya balik Leo dengan tetap sendu, ia berpikir membawa Alexa ketempat ini akan mengingatnya akan suatu hal, ternyata dugaannya salah Alexa tidak mengingat-nya.


"Ingat apa?"


"Kalau Arman ikut mungkin dia akan senang" celetuk Alexa sedih, karena anaknya tidak bisa ikut bersamanya, itu karena Arman sedang pergi bersama Selly, pergi menjemput kakeknya Leo.


"Arman akan senang bertemu dengan kakek, terlebih lagi kakek sangat mendambakan cicit dariku" ucap Leo yang terus saja melangkahkan kakinya menyusuri tepi pantai.


Begitu mendengar ucapan Leo langkah Alexa seketika terhenti, ia merasa tidak enak hati karena membawa Arman masuk kedalam keluarga Anggara, untuk beberapa waktu Alexa sempat lupa tentang asal usul Arman, begitu mendengar penuturan Leo akhirnya ia tersadar.


Leo berbalik begitu mengetahui bahwa Alexa tidak mengikutinya, ia merasa Alexa sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa?" tanya Leo seraya mengengam tangan Alexa.


"Maaf karena sudah membawa Arman masuk kedalam keluargamu"


Mendengar itu Leo akhirnya tahu bahwa Alexa sudah salah paham dengan maksud perkataan-nya tadi "Sudahlah, Aku menerima mu dan semua hal tentangmu" kata Leo meyakinkan Alexa.


Mendengar itu Alexa merasa lega karena sudah bertemu orang sebaik Leo, orang yang tidak menolak meskipun tahu kalau ia sudah memiliki anak.


"Begitu banyak kenangan disini" celetuk Alexa seraya memandangi suasana pantai yang terlihat sepi, karena ini pulau pribadi jadi sudah pasti tidak ada orang yang akan datang kesini kecuali, keluarga Anggara.

__ADS_1


Dulu Alexa selalu datang ke pulau ini bersama dengan orang tuanya, entah bagaimana orang tuanya bisa membawanya kesini.


Kenangan yang sudah cukup lama Alexa pendam, bayang-bayang orang tuanya kini kembali, tanpa sadar Alexa menitihkan air mata, dengan cepat Leo mengusap-nya seraya berkata " Aku mengajakmu kesini untuk mengenang momen bahagia bersama orangtuamu, aku mohon jangan menangis" .


Alexa menatap Leo, ia berharap semoga keputusannya kali ini adalah keputusan yang tepat.


Tidak ingin membuat calon istrinya bersedih Leo segera meminta Liam menyiapkan kapal untuk mereka berlayar, memandangi hamparan laut yang tidak berujung, waktu bergulir begitu cepat sampai Alexa tidak menyadari bahwa hari sudah sore.


"Maukah kau menua bersamaku" katanya dengan suara lantang.


Reflek Alexa memutar badannya mencari sumber suara, terlihat Leo sedang berdiri memegang sebuah bunga dan juga kotak kecil yang berisikan cincin, terlebih lagi Sunset membuat suasana menjadi lebih romantis.


"Ini!" ucap Alexa yang masih terkejut dengan apa yang sedang ia hadapi.


"Aku ingin menua bersamamu, apa kamu bersedia" tutur Leo lagi.


Dengan pasti Alexa menjawab Ya, tanpa aba-aba Alexa mengecup bibir Leo, ia tidak menyangka kalau Alexa akan berani melakukan itu padanya, tanpa berpikir panjang Leo menarik leher Alexa dan mulai menciumnya.


Liam yang sedari tadi mengabadikan momen itu kini hanya bisa menelan ludah ketika melihat adegan seperti itu untuk kedua kalinya.


"Tau begini aku tidak akan mau menjadi fotografer dadakan" gerutu Liam .


...


"Aku akan pergi beberapa hari, ada urusan yang harus aku selesaikan, jangan macam-macam ketika aku sedang jauh" ucap Leo, Alexa yang tadinya tersenyum simpul seraya memandangi cincin yang Leo berikan kini beralih menatap Leo dengan tatapan sedih.


"Kau akan meninggalkanku?" tanya Alexa dengan suara tercekat.


"Tidak, aku hanya sebentar, setelah urusanku selesai aku akan segera pulang" jawab Leo dengan tangan yang meraih tubuh Alexa, memasukannya kedalam dekapannya.


"Berjanjilah kau akan kembali" ucapnya dengan air mata yang menetes, ucapan Leo membuatnya takut kalau saja nanti Leo akan meninggalkan-nya.


"Aku berjanji"


Selama perjalanan pulang Alexa terus saja menempel pada Leo tidak ingin berada jauh darinya, entah mengapa Alexa merasa akan ada suatu hal yang terjadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2