
"Makasih ya Al, kalau kamu tidak segera datang tadi, pasti Rolan sudah...."
"Sssttt..... sudah, nggak perlu dibahas lagi," ujar Ali seraya menempelkan jari telunjuknya ke depan bibir Zeina.
"Kamu harus hati-hati mulai sekarang. Dan selalu panggil aku jika dia berani macam-macam lagi kepadamu," ucap Ali dengan tulus.
Mata Zeina berkaca-kaca. Ia tidak menyangka disaat dirinya terpuruk seperti sekarang ini. Seorang Ali yang notabene hanyalah orang lain justru berada di sisinya, berbuat baik padanya dan menyelamatkan dirinya. Malah mantan tunangannya yang ia kira selama ini baik justru menyelingkuhi dirinya, menghina bahkan hampir menodai dirinya. Zeina menutup kedua matanya dengan erat. Ia menumpahkan segala kesedihannya selama ini. Ternyata apa yang ia lihat selama ini baik hanya kamuflase semata.
Ali menatap Zeina yang menangis sampai tubuhnya bergetar. Tampaknya ia sudah tidak lagi menutupi kerapuhannya di depan Ali. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah ruah membasahi pipi Zeina. Ali membiarkan saja semuanya agar Zeina merasa lebih baik.
......................
__ADS_1
Sementara itu di sebuah apartemen tampak Bella sedang mengobati luka yang diderita oleh Rolan. Beberapa kali pria itu meringis kesakitan karena luka yang ia derita. Bella tidak habis pikir apa yang sudah dilakukan oleh Rolan sehingga bisa babak belur seperti itu. Sejak tadi ditanya oleh Bella jawabannya hanya habis dikeroyok preman di jalan. Tapi entah mengapa Bella merasa cerita yang Rolan katakan hanya bualan semata.
"Pelan-pelan bisa nggak sih! kamu itu, iisshh," bentak Rolan karena Bella menekan lukanya terlalu keras.
"Ini juga sudah pelan, sayang," jawab Bella dengan tutur katanya yang lembut. Ia selalu menurut dengan apa yang Rolan katakan kepada dirinya.
"Tapi ini sakit, tau nggak!" sentak Rolan kembali dan Bella hanya bisa menghela napasnya mendengar ucapan Rolan yang begitu menyakiti hatinya. Pria ini hanya bertutur kata manis jika sedang menginginkan dirinya saja. Selebihnya mulutnya penuh dengan bom cabe yang pedas dan menyakitkan.
Memang tidak ada yang tau jika Bella hanyalah anak tiri dari seorang Zainal Pramudya. Dikiranya memang Bella anak pengusaha ternama tersebut. Karena selama ini Zeina selalu bungkam atas identitas dirinya. Bahkan yang mengetahui data asli bahwa ia seorang putri dari Zainal Pramudya hanyalah kakak seniornya saat kuliah dulu, ia bernama Jonathan.
"Kamu saja yang fitting baju. Aku malas," ucap Rolan yang memilih beranjak dari ranjang untuk ke kamar mandi membersihkan dirinya yang terasa lengket.
__ADS_1
"Loh kok aku yang datang sendiri sih? Bukannya kita akan menikah. Kalau aku yang fitting baju sendirian bukan menikah konsepnya tetapi pesta ulang tahun," kata Bella bersungut karena Rolan menolak ajakannya.
"Terserah kamu saja," jawab rolan malas berdebat dengan Bella yang begitu cerewet dan mulai memaksakan keinginannya kepada Rolan.
Dengan sikap bella yang seperti ini membuat Rolan begitu merindukan Zeina. Mantan tunangannya itu bahkan tidak pernah banyak mengeluh dan menerima konsep pernikahan sederhana yang ia ajukan. Tetapi kini Bella menuntut adanya pesta yang meriah dan mewah. Sehingga mau tak mau Rolan harus menggelontorkan banyak uang untuk pesta pernikahan keduanya nanti.
Sungguh merepotkan.
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1