Halalin Aku, Sayang

Halalin Aku, Sayang
30


__ADS_3

Pernikahan pun berlangsung secara sederhana. Ali tetap menginginkan pernikahan itu diadakan meskipun hanya paman dari Zeina yang menjadi walinya. Setelah acara pernikahan selesai, Ali mengajak Zeina untuk menikmati hari pertama mereka resmi menjadi suami istri sah.


Rona bahagia tampak terpancar dari balik wajah Ali. Dia terus menggandeng Zeina yang sudah resmi menjadi istri sahnya. Ali melangkahkan kakinya keluar dari gedung dengan langkahnya yang lebar. Senyum sumringah sudah terpatri sedari tadi sambil menggandeng lengan Zeina keluar dari gedung pencatatan sipil. Bagi Ali ini adalah hari yang begitu istimewa. Karena pada akhirnya ia bisa mengurung gadis pujaan hatinya.


"Terimakasih karena sudah bersedia menjadi saksi pernikahan kamu Jo," ucap Ali sambil menepuk lengan asisten Jonathan yang saat itu tentunya hadir di acara pernikahan sederhana yang Ali adakan.


"Tentu saja, mana mungkin aku tidak datang," jawab Jonathan sambil tersenyum bahagia melihat sahabat sekaligus atasannya itu tampak begitu cerah raut wajahnya begitu saja menjadi suami dari Zeina.


Sementara itu Zeina yang justru tampak tegang sedari tadi. Dia masih bingung kenapa suaminya yang hanya seorang OB bisa mengenal asisten Jonathan yang merupakan asisten dari pimpinan di perusahaan tempat mereka bekerja. Apalagi interaksi antara keduanya tampak begitu akrab dan tidak ada jarak sama sekali. Ali tampak santai saja berkomunikasi dengan asisten Jonathan.


"Aku pinjam mobil kamu ya," ujar Ali meminta kunci mobil milik asisten Jonathan.

__ADS_1


Zeina yang merasa tidak enak dengan sikap suaminya yang menurut dia begitu berlebihan dengan asisten Jonathan pun menahan lengan Ali.


"Mau kemana? Buat apa pinjem mobil segala?" tanya Zeina yang merasa tidak enak karena harus meminjam mobil orang lain segala. Mereka juga bisa naik taksi atau mobil online saja untuk pulang ke apartemennya.


"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat sayang. Lagian mobil kamu juga masih di bengkel kan. Nggak apa-apa ya? Jonathan tidak akan keberatan kok. Iya kan Jo?" tanya Ali langsung menatap ke arah asisten Jonathan meminta pria itu untuk membantunya berbicara kepada sang istri.


Tentu saja ditatap seperti itu oleh atasannya membuat asisten Jonathan salah tingkah.


"A-apaaa??? seminggu?" tanya Zeina masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh atasannya tersebut.


"Iya, ini juga karena bos yang memberikan itu buat kalian. Selain karena kamu mengenal Ali sebagai teman sekolah kami. Dia juga banyak berjasa dalam hidup bos perusahaan. Karena itulah Ali selalu menjadi sosok yang penting di dalam pertemanan kami berdua," jelas aissten Jonathan agar Zeina tidak curiga sama sekali.

__ADS_1


Zeina manggut-manggut saja mendengar kebaikan yang pernah dilakukan oleh suaminya kepada petinggi perusahaan. Ia merasa mungkin saja semua itu memang karena Ali banyak berjasa dalam hidup mereka. Sehingga Ali yang hangat seorang office boy bisa diperlakukan seistimewa itu oleh mereka berdua. Meskipun Zeina sendiri belum pernah bertemu dengan petinggi di perusahaannya.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit dulu ya, Jo. Terimakasih buat pinjaman mobilnya," ajak Ali untuk segera pergi dari sana. Ia sudah tidak sabar membawa zeina ke tempat dimana mereka akan menghabiskan bulan madu berdua.


"Oke, selamat bersenang-senang ya buat kalian berdua. Semoga segera ada Ali junior nantinya," canda asisten Jonathan dan sukses membuat Zeina memerah wajahnya.


Astaga, apa benar kalau kejadian malam itu sudah membuat dirinya memiliki benih dari seorang ali. Akhhh.... semoga saja belum ada. Betapa malunya Zeina kalau pada kenyataannya ia sudah mengandung benih Ali sebelum mereka melaksanakan pernikahan.


❤️❤️❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2