
Zeina mengucek kedua matanya dan memicingkan melihat ke samping namun dia tidak mendapati suaminya berada di tempatnya.
"Kemana perginya Ali?" gumam lirih Zeina dan wanita itu berusaha bangun dari tidurnya.
Tubuhnya terasa remuk setelah semalaman dikerjain oleh suaminya sendiri. Ternyata semalam adalah malam pertama yang sesungguhnya antara dia dan Ali. Dan selama ini dirinya sudah dibohongi oleh Ali tentang dirinya yang masih perawan.
Ceklek
"Selamat pagi sayang," suara yang familiar terdengar di telinga Zeina.
Ia mendongak dan mendapati suaminya masuk ke dalam kamar pengantin keduanya sambil membawa sebuah nampan berisi makanan. Dilihat dari raut wajahnya tampak wajah segar Ali. Sepertinya suaminya itu sudah selesai membersihkan diri. Sedangkan Zeina sendiri masih tampak berantakan akibat ulah suaminya semalaman.
"Kenapa tidak bangunin aku sih," ujar Zeina yang merasa tidak nyaman karena dirinya belum bersih-bersih pagi ini. Sepertinya dia begitu kelelahan sampai tidak bisa bangun pagi.
__ADS_1
"Nggak apa-apa. Aku lihat kamu capek banget jadi aku nggak tega bangunin kamu," kata Ali dan disambut senyuman oleh Zeina.
"Kamu sih semalaman minta nambah terus jadinya kecapekan," ucap Zeina menyalahkan suaminya.
"Ya nggak apa-apa kan yang bikin capek suaminya sendiri. Lagian juga kamu pengen terus terus, aduh...sakit sayang," Ali tidak meneruskan kata-katanya lagi karena ulah Zeina yang mencubit lengannya dengan keras. Dia sudah tidak tahan karena ucapan suaminya yang tampak begitu vulgar.
"Kamu ini ya, begitu banget ngomongnya," kata Zeina sewot karena suaminya sudah membuat ia menjadi malu jika mengingat apa yang sudah terjadi semalaman.
Ali terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah memerah karena malu. Zeina melihat ke arah lain karena tidak mau kelihatan pipinya yang merona. Ali menarik bahu sang istri dengan pelan dan menghadapkan ke arahnya. Kemudian dia menyentuh dagu Zeina dan mengangkatnya perlahan. Dengan penuh kelembutan dia sentuh kedua tangan Zeina sambil mendekapnya memberikan kehangatan.
Mendengar ucapan suaminya membuat Zeina hanya bisa menganggukkan kepalanya. Dia juga bersyukur karena dirinya ternyata tidak melakukan perbuatan itu sebelum menikah. Dan ternyata Ali mendapatkan dirinya masih dalam keadaan suci.
"Iya..." jawab Zeina lirih.
__ADS_1
"Aku juga berterimakasih karena sudah bersedia menerima aku apa adanya seperti ini," ujar Zeina dengan senyuman manisnya.
"Aku justru yang seharusnya mengucapkan itu sayang. Dibandingkan kamu apalah diriku yang hanya seorang office boy biasa di kantor. Aku mungkin tidak mampu membahagiakan kamu secara materi. Tetapi aku berjanji tidak akan membuat kamu menangis lagi. Dan hanya kebahagiaan saja yang akan kamu rasakan bisa bersama dengan diriku," ucap Ali dengan lembut menatap penuh makna ke arah Zeina.
"Aku tidak membutuhkan harta yang banyak Al, aku hanya membutuhkan seseorang yang selalu ada buat aku. Mendengarkan keluh kesah ku dan juga setia dalam menjalani hubungan ini. Aku sudah banyak disakiti dan ada rasa trauma dalam diriku dengan lelaki. Aku berharap kali ini denganmu, aku tidak akan merasakan hal itu kembali. Aku ingin hidup tenang dan bahagia bersamamu Al, bisakah kamu mengabulkan permintaanku ini?" pinta Zeina dan Ali langsung mendekap tubuh sang istri.
"Aku akan melakukan apapun yang kamu pinta Zeina. Aku janji."
❤️❤️❤️
Astaga....
Malam-malam baca yang lagi berbucin-bucin ria neh.
__ADS_1
TBC