Halalin Aku, Sayang

Halalin Aku, Sayang
25


__ADS_3

"Bagaimana?" Ali menghubungi orang yang selama ini ia percaya untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan Zeina dan Bella.


"Aku sudah mendapatkan video saat mereka bertengkar di lobi. Dari video ini bisa dilihat kalau Zeina tidak melakukan apapun kepada Bella. Gadis itu menjatuhkan dirinya sendiri."


"Baguslah, segera bawa video tersebut. Kalau Bella menuntut macam-macam jadikan video itu untuk membungkam mulutnya," tutur Ali dengan sorot matanya yang tajam.


"Baik."


Klik


Ali mengantongi kembali handphonenya kemudian kembali ke kamar Zeina untuk melihat wanitanya tersebut. Setelah puas menangis Zeina tertidur di pelukannya. Ali harus menggendong gadis tersebut dan meletakkannya di kamar. Kemudian ia menghubungi Jonathan, teman baik sekaligus orang kepercayaannya untuk mencari bukti bahwa Zeina tidak bersalah.


Ya, Ali memang percaya bahwa Zeina tidak mungkin mencelakai Bella. Ali mengelus pipi Zeina yang sedang tertidur nyenyak di ranjangnya. Sekilas kening Zeina mengerut dan Ali menyentuhnya dengan lembut. Sepertinya Zeina sedang bermimpi buruk. Ali menenangkan calon istrinya itu dengan berbisik di telinga Zeina. Tak lama Zeina kembali tertidur dengan tenang. Ali tersenyum tipis melihat Zeina yang menurut kepadanya meski dibawah alam sadarnya.


"Tenanglah ze, aku akan selalu melindungimu kamu. Jangan pernah merasa sendirian lagi."


Keesokan harinya di apartemen Zeina.

__ADS_1


Ali tampak membuatkan bubur ayam untuk kekasihnya yang sedang sakit. Pagi itu Zeina merasa badannya sakit semua. Dan Ali memeriksa kondisinya ternyata Zeina demam.


"Lebih baik kamu istirahat di apartemen saja ze. Aku akan ijinkan kamu tidak bekerja bantu," kata Ali sambil menerima mangkok bubur yang sudah habis. Kemudian ia memberikan segelas air minum dan juga obat penurun demam untuk Zeina.


"Aku nggak apa-apa kok Al, habis minum obat juga nanti akan lebih baik," kata Zeina yang memaksa untuk pergi bekerja saja. Kalau di apartemen justru takut kalau nanti ia akan bosan.


"Jangan sayang, nanti kamu bisa kenapa-napa di kantor. Lebih baik kamu istirahat saja dan nanti aku akan ijinkan kamu kepada asisten Jonathan," kata Ali dengan santainya.


Zeina seketika mengerutkan kening. Bagaimana bisa ali menyebut nama asisten Jonathan dengan entengnya. Padahal meski Zeina kenal dengan Jonathan, ia juga tidak segitunya mengatakan nama Jonathan di depan orang lain.


"Ia adalah temanku dulu sewaktu sekolah. Dan yang pernah aku ceritakan kalau aku menginap di apartemen teman. Itu adalah apartemen milik asisten Jonathan," kata Ali dan Zeina menanggapinya manggut-manggut.


"Ya sudah kamu istirahat saja. Jangan memaksakan diri ke kantor. Kamu masih sangat demam ze," kata Ali memaksa agar Zeina tidak berangkat ke kantor. Ia takut nanti Zeina pingsan di kantor kalau memaksakan diri untuk bekerja.


"Iya ..iya... bawel banget," kata Zeina sambil merapikan selimut yang ia gunakan. Sepertinya memang ia harus minta ijin tidak masuk bekerja. Karena demamnya yang masih ada.


"Sebenarnya aku ingin menemani kamu tetapi aku tidak bisa ijin kerja seenaknya. Sebagai OB tentu aku tidak bisa semudah itu meminta ijin untuk absen kerja," kata Ali merasa sedih karena tidak bisa menjaga Zeina di apartemen saat ia ia sakit begini. Pekerjaannya di perusahaan yang baru ia pegang menuntut dirinya untuk segera beradaptasi.

__ADS_1


"Tenang aja Al, aku tidak apa-apa kok," sahut Zeina yang merasa tidak perlu merepotkan Ali. Bagaimanapun juga pekerjaan mereka berbeda.


"Kalau ada apa-apa segera kabari aku ya?" pesan Ali sebelum ia berangkat bekerja.


"Hmmm.. pasti," jawab Zeina membuat Ali mengembangkan senyumannya.


Cup


Cup


"Aku berangkat dulu ya," pamit Ali setelah mengecup dua pipi Zeina dengan cepat. Kemudian pria itu berjalan meninggalkan apartemen Zeina dengan tersenyum bahagia. Sedangkan Zeina sendiri masih sibuk menetralkan detak jantungnya yang berdegup tidak karuan gegara ciuman dari Ali.


Astaga, kenapa dicium Ali aja sudah membuat detak jantungku berdebar kencang seperti ini ya.


❤️❤️❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2