
Ali hanya diam dan terus melancarkan aksinya. Ia tahu bahwa Zeina akan merasakan hal seperti ini. Karena memang inilah malam pertama yang sebenarnya diantara mereka berdua. Malam itu Ali tidak menyentuh Zeina karena Zeina sudah tertidur sebelum Ali melakukannya. Jadilah Ali menuntaskan has-rat nya sendirian di kamar mandi di malam yang panas tersebut.
Ali sengaja mengatakan bahwa mereka sudah berhubungan agar bisa mengikat Zeina. Kalau tidak gadis keras kepala tersebut tentu saja tidak akan mau bersama dengan dirinya. Jadi semua ini memang sudah masuk ke dalam rencana Ali untuk bisa menjadikan Zeina miliknya seutuhnya. Dan setelah Zeina resmi menjadi istrinya maka Ali akan memiliki Zeina secara halal.
Ali mulai bergerak maju mundur dengan gerakan yang pelan kemudian lama kelamaan temponya semakin cepat. Zeina bahkan sudah berderai air mata di awal. Kini ia hanya mampu men-de-sah dan me-leng-uh merasakan hu-ja-man demi hu-ja-man yang Ali lakukan kepada dirinya. Rasa sakit itu lama-lama menjadi kenikmatan yang luar biasa. Bahkan Zeina sekarang mulai mengikuti ritme yang suaminya lakukan kepada tubuhnya.
Ali dan Zeina pun mencapai puncak bersama. Dengan senyuman bahagianya, kini Ali telah menjadi pemilik Zeina seutuhnya. Ia begitu bangga karena ia lah yang pertama dan Ali akan memastikan bahwa selamanya Zeina akan menjadi miliknya.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu sayang, sangat menyayangimu, i love you," ucap Ali di depan wajah Zeina yang penuh dengan peluh keringat. Kemudian ia membaringkan tubuhnya di samping Zeina dan mendekap tubuh sang istri dengan begitu erat.
Olahraga ranjang itu membuat keduanya kelelahan. Apalagi Zeina yang sudah bermandikan keringat tersebut. Ali bersandar di kepala ranjang dengan Zeina yang bersandar di dadanya yang bidang. Nafas keduanya masih memburu. Keringat masih jelas bercucuran di kulit keduanya yang masih polos tersebut. Jantung berdegup dengan kencang menandakan bahwa keduanya sudah mencapai kepuasan setelah apa yang dilakukan.
"Kenapa rasanya sakit banget Al? Bukannya kamu bilang kita sudah pernah melakukan itu sebelumnya?" tanya Zeina yang merasa aneh dengan apa yang tadi ia rasakan. Saat suaminya memasuki dirinya kenapa rasanya begitu sakit dan perih. Sampai-sampai ia tidak tahan untuk menjerit dan menangis saking perihnya apa yang terjadi tadi.
Apalagi saat dirinya sempat melihat noda merah di atas sprei putih yang saat ini mereka gunakan. Kenapa masih ada noda darah di sana. Bukankah Zeina sudah tidak perawan lagi sejak malam dia mabuk itu. Lalu apakah mungkin darah perawan itu keluar dua kali? Dan kenapa waktu itu Ali mengatakan kepadanya bahwa ia sudah tidak perawan? Bahkan ada noda di sprei yang mereka gunakan malam tersebut? Beberapa pertanyaan berkecamuk di kepala Zeina saat ini. Ia ingin sekali bertanya kepada Ali apa yang sebenarnya terjadi di malam itu?
__ADS_1
"Aku akan menceritakan yang sebenarnya kepadamu apa yang terjadi malam itu sayang," ujar Ali membuka suaranya. Ia bersandar dengan nyaman di headboard sambil memeluk tubuh Zeina.
"Sebenarnya malam itu aku tidak melakukan apapun. Lebih tepatnya aku belum pernah memasuki tubuhmu sayang. Kamu masih perawan dan darah yang ada di sprei itu adalah darahku karena kamu sempat menggigit pergelangan tanganku. Karena kamu mabuk dan mengira bahwa aku adalah Rolan saat itu."
Mendengar penjelasan Ali seketika Zeina menegakkan tubuhnya dan menatap ke arah sang suami tidak percaya. Jadi...
"Kamu membohongiku Al???" tanya Zeina dengan nada kesal karena Ali sudah membohonginya selama ini.
__ADS_1
❤️❤️❤️
TBC