Halalin Aku, Sayang

Halalin Aku, Sayang
39


__ADS_3

Drrttt


Drrtt


Drrtt


Zeina menggapai-gapai tangannya mencari suara handphonenya yang sedari tadi berbunyi. Dengan malasnya Zeina melihag nama yang tertera di layar handphonenya. Tampak nama Siska yang sedang menghubungi dirinya.


"Ya, halo," jawab Zeina sambil memeluk kembali guling kesayangannya.


Baru tadi pagi dia balik ke apartemennya sendiri. Setelah perjalanan bulan madu yang dia lakukan bersama dengan Ali, suaminya.


"Ya ampun Zein, kamu kemana aja? kemarin-kemarin susah bener dihubungi? kamu baik-baik aja kan?" cecar Siska yang sudah mulai tidak tahan dengan sikap Zeina yang menurutnya mendadak aneh.

__ADS_1


Temannya itu menghilang selama hampir seminggu. Katanya ada pekerjaan di luar kota. Tetapi apa memang iya sebenarnya itu yang terjadi. Atau hanya alasan saja karena menghindari sesuatu yang sedang heboh dibicarakan.


"Aku capek sis, baru pulang tadi pagi. Kenapa malah justru dapat ceramah panjang lebar gini sih. Emangnya ada apa?" tanya Zeina dengan suaranya yang masih terdengar parau. Kebanyakan konser tiap malam ya seperti ini. Maklumlah, suaminya selalu punya jadwal khusus setiap malam dengannya.


"Kamu nggak lagi menghindari ini semuanya kan, Zein. Makannya kamu tiba-tiba menghilang begitu saja, hmmm?" pertanyaan Siska membuat Zeina mengerutkan dahinya.


Lah, emang apa salahnya dia pergi berbulan madu dengan suaminya. Menghindari apaan coba maksud Siska ini? Zeina mendadak jadi agak kesal dengan pertanyaan teman baiknya tersebut.


"Maksudmu apa? jangan berbelit-belit deh. Aku pusing mikirnya," ujar Zeina sedikit sewot. Pagi-pagi ngajak gelut aja ini anak orang ya.


Zeina ikutan menghela napasnya panjang. Ternyata yang dibicarakan adalah masalah dua orang yang malas untuk dia bahas tersebut.


"Kenapa juga aku menghindar, sis. Kamu nggak percayaan amat kalau aku sudah move on dari si Rolan," ujar Zeina dengan santainya. Ya iyalah dia sudah move on. Zeina sudah menjadi istri seorang Alim Masaka iya dia masih menyimpan rasa dengan mantannya. Apalagi tuh mantan adalah orang yang sudah menyakitinya.

__ADS_1


"Kamu yakin?" tanya Siska dengan mada meragukannya dari seberang sana. Dia masih takut jika Zeina masih belum bisa melupakan bayangan Rolan. Secara mereka berpacaran cukup lama bahkan hampir menikah.


"Aku akan datang ke pesta mereka kok. Kamu tenang aja. Nanti kamu dan Rio bisa menjadi saksi bahwa aku memang sudah tidak punya perasaan apapun lagi dengan Rolan," ucap Zeina dengan mantap.


"Baiklah, aku akan jemput kamu dengan Rio ke pesta pernikahan mereka ya?" tawar Siska, dia merasa takut juga membiarkan Zeina berangkat sendirian ke sana.


"Nggak perlu, aku tunggu kalian di sana. Ya sudah kalau begitu, aku mau siap-siap," ujar Zeina kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Zeina menghela napasnya panjang. Kembali ke kehidupan sehari-hari dia justru dihadapkan kembali dengan sang mantan dan juga adik tirinya yang kurang ajar itu. Zeina menatap ranjang di sebelahnya. Dia mengusap sprei dan terasa dingin. Berarti sudah lama Ali meninggalkan dirinya. Kemana suaminya itu pergi. Apa karena dia tertidur cukup pulas sehingga membuatnya tidak membangunkan Zeina.


"Aku harus bilang ke Ali kalau aku mau datang ke pernikahan mereka. Aku tidak mau dia salah paham nantinya," kata Zeina sambil mengetikkan beberapa pesan di chat whatsapp nya.


❤️❤️❤️

__ADS_1


TBC


__ADS_2