
"Jadi cowok kemarin itu pacar barunya si cewek pembangkang itu?" tanya Clara kepada putrinya yang sedang berbaring di sofa ruang keluarga.
Ya, Bella sudah diperbolehkan pulang karena memang kondisinya tidak apa-apa. Dan soal kehamilan yang Bella katakan itu tidak benar. Ia tidak sedang hamil bagaimana bisa ia keguguran.
Bella dan Clara menjadi bulan-bulanan dari Rolan dan juga Zainal. Kedua pria itu membuat perhitungan dengan ibu dan anak yang sudah membuat nama Zeina menjadi buruk di mata orang banyak. Apalagi status yang dibuat oleh Bella seolah-olah dirinya adalah korban dari tindakan Zeina yang tidak terima jika ia menikah dengan Rolan.
"Aku tidak tau ma, setahuku Zeina itu hanya pacaran dengan Rolan saja. Mana ada dia selingkuh dengan cowok lain. Tetapi kenapa asisten Jonathan begitu bersikukuh membela Zeina. Sampai-sampai Rolan memarahiku habis-habisan di depan papa. Sialan!!!! aku sangat ingin menghajar Zeina rasanya ma. Kenapa ia banyak sekali yang membela sih!" geram bella kesal karena tindakan asisten Jonathan membuat ia gagal menjatuhkan nama Zeina.
Apalagi ancaman yang diberikan oleh asisten Jonathan tidaklah main-main.
"Yakin kamu tidak tau mereka ada hubungan apa? Mama yakin deh keduanya ada hubungan khusus. Apalagi semalam papamu juga berbicara berdua dengan asisten itu. Kok mama punya pemikiran lain ya?" tebak Clara sambil bersedekap da-da.
"Pemikiran apa ma?" tanya bella penasaran akan pendapat sang mama.
"Jangan-jangan si Zeina itu jual diri dibelakang. Bisa aja kan tampangnya polos ternyata dia juga melakukan begituan. Sampai bosnya bisa turun tangan ketika ia ada masalah di kantor?" tutur Clara.
__ADS_1
Bella menepuk keningnya mendengar ucapan mamanya yang menurutnya tidak mungkin terjadi.
"Kalau Zeina seperti itu ma, tidak mungkin Rolan berselingkuh dengan Bella. Alasan kenapa Rolan menyelingkuhi dia adalah karena Zeina tidak mau setiap kali Rolan ingin mengajaknya berhubungan badan," tegas Bella membuat mama Clara manggut-manggut dibuatnya.
"Apapun itu alasannya, aku tetap tidak suka jika ada pria lain yang membela Zeina. Apalagi pria itu dari segi kemapanan lebih mapan asisten Jonathan. Aku tidak rela ia hidup lebih baik dariku ma," kata Bella dengan sorot matanya penuh kebencian.
Ia masih ingat bagaimana semalam asisten Jonathan mendatanginya di rumah sakit dan mengatakan yang sebenarnya jika kejadian yang menimpa bea adalah kesalahan Bella sendiri.
"Anda jangan menuduh seseorang tanpa bukti. Bahkan saya ada di sana dan menyaksikan sendiri jika zeina yang mendorong Bella," ujar Rolan yang masih kekeh membela Bella di hadapan semua orang.
Hiks
Hiks
"Di dalam flashdisk ini terdapat rekaman video dimana kejadian tersebut terekam oleh kamera yang ada di lobi perusahaan."
__ADS_1
Jonathan membuka laptop yang ia bawa kemudian memutarkan video tersebut di hadapan semua orang. Bella mulai merasa was-was kalau saja aksinya itu benar-benar ketahuan kalau hanya sebuah kebohongan.
"Bagaimana? Apakah masih ada yang kurang puas dengan video ini? Dan untuk nona Bella bila anda tidak segera menghentikan kekacauan yang bisa menyebabkan heboh karyawan di perusahaan. Maka atasan akan membuat surat pemecatan terhadap anda. Itu yang disampaikan oleh atasan kepada saya."
Ucapan asisten Jonathan seketika membuat Bella berwajah merah padam. Ia tidak menyangka jika atasannya sampai memperhatikan peristiwa kecil seperti ini. Padahal ini hanya permasalahannya dengan Zeina. Kenapa jadi melibatkan petinggi perusahaan segala.
Sementara Rolan sudah menahan murka sejak melihat kenyataan bahwa Zeina tidak bersalah sama sekali. Tetapi ia tadi ingat bahwa sempat membentak Zeina. Dengan peristiwa ini Rolan yakin jika Zeina akan semakin membenci dirinya. Akan semakin sulit dirinya bisa mendekati Zeina kembali.
Aaaaaaaarrrrkkkkhhh!
Ingin rasanya Rolan menghajar Bella saja yang semakin banyak membuat ulah. Sehingga ia semakin kesulitan untuk bisa kembali bersama dengan Zeina. Apalagi ayah kandung Zeina melihat peristiwa ini juga. Semakin sulit jalan Rolan untuk bisa mendapatkan restu darinya untuk menikahi Zeina.
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1