
"Maafkan aku kak, karena sudah merebut Rolan darimu. Tetapi aku melakukan itu semua karena sangat mencintai Rolan. Akun mohon kak, lepaskan Rolan, biarkanlah kami menikah dan bahagia dengan calon anak kami. Aku mohon kak," ucap Bella tiba-tiba saja memeluk Zeina.
Merasa ada yang aneh akan sikap Bella. Hal itu membuat Zeina mendorong pelan tubuh Bella. Akan tetapi justru hal tersebut dimanfaatkan oleh Bella untuk jatuh di depan Zeina. Beberapa karyawan lain yang melihat seolah-olah Zeina mendorong Bella sehingga terjerembab ke lantai di lobi.
Hiks...
Hiks...
Bella mulai berakting menangis dan membuat para karyawan lain yang melihatnya merasa iba. Kemudian menyalahkan Zeina yang sudah tega menyakiti Bella.
"Kenapa kamu tega mendorong Bella, Zein," ucap Rolan yang mendadak menyalahkan Zeina. Padahal Zeina tidak melakukan apapun. Ia hanya mendorong pelan tubuh Bella agar tidak menyentuhnya. Akan tetapi justru Bella sendiri yang jatuh ke lantai. Kenapa malah Rolan menyalahkan dirinya, seolah-olah ia yang sudah jahat kepada Bella.
"Aku hanya mendorongnya pelan tetapi ia sendiri yang menjatuhkan dirinya ke lantai," ucap Zeina tidak terima dituduh seperti itu oleh mantan tunangannya.
__ADS_1
"Hiks... hiks...mana mungkin aku sengaja menjatuhkan diriku sendiri kak. Aku sedang berbadan dua kak. Mana mungkin aku mencelakai diriku sendiri, awwww.... Rolan tolong aku sayang. Sepertinya perut ku sakit banget sekarang ini. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan calon anak kita," ucap Bella sambil meminta bantuan kepada Rolan.
Rolan pun segera mendekat dan menggendong Bella.
"Aku tidak menyangka jika kamu akan Setega ini, Zein," ucap Rolan kemudian berlalu dari hadapan zeina yang terdiam terperangah tidak percaya akan kelakuan pasangan pengkhianat tersebut.
Beberapa karyawan lain yang melihat kejadian tersebut menyalahkan Zeina atas apa yang terjadi dengan Bella. Semakin tersakiti sudah hati Zeina mendengar ucapan para karyawan yang berlalu dari hadapannya tersebut. Zeina pun bergegas menuju ke parkiran untuk segera pulang ke rumah. Ia sudah malas mendengarkan cerita buatan dari Bella. Wanita itu memang sama dengan ibunya yang suka membuat tipuan cerita.
"Hei, ada apa?" tiba-tiba lengan Zeina dicekal oleng suara bariton yang ia kenal.
"Ali...."
Tanpa aba-aba Zeina langsung berhambur ke pelukan Ali. Pria gagah yang memakai seragam OB itupun langsung menyambut Zeina dengan pelukan hangatnya. Ia memeluk Zeina yang seketika meluruhkan tangisannya di dada bidang Ali.
__ADS_1
Ia merasa bahwa apa yang terjadi kepadanya sangat tidak adil. Padahal ia tidak melakukan apapun tetapi tetap saja disalahkan bahkan dituduh melakukan perbuatan yang tidak pernah ia lakukan.
"Ada apa sebenarnya sayang? Hmmm..." Ali mencoba bertanya akan tetapi Zeina hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia tampaknya masih belum mau mengatakan permasalahannya kepada Ali.
Padahal tanpa Zeina mengatakannya. Ali tadi sudah melihat kejadian yang menimpa Zeina. Ia bahkan sudah meminta Jonathan untuk mengurus kelakuan Bella yang tampaknya sengaja ingin mencelakai Zeina.
"Kita pulang saja ya," ajak Ali dan Zeina pun menganggukkan kepala mengiyakan.
"Kamu yang menyetir ya?" pinta Zeina mendadak menjadi bersikap begitu manis kepada Ali. Mendengar permintaan sang kekasih tentu saja ali mengiyakan karena tampaknya zeina sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"Baiklah, biar motorku aku tinggal di sini."
Ali pun mengambil kunci mobil dari tangan Zeina. Kemudian ia mengemudikan mobil zeina menuju ke apartemen milik Zeina yang juga menjadi tempat tinggalnya sekarang.
__ADS_1
❤️❤️❤️
TBC