
Hampir seminggu setelah kejadian tersebut Zeina mulai menjaga jarak jika melihat tanda-tanda kehadiran Rolan. Bukannya dendam tetapi lebih ke muak melihat wajah tanpa dosa Rolan. Padahal hari itu pria yang pernah ingin menikahinya itu hampir saja menodai dirinya. Meskipun Zeina juga sudah tidak suci kembali sejak malam ia pergi ke club. Tetapi bagaimana pun juga Zeina masih mempertahankan harga dirinya. Ia tidak mau disentuh sembarangan lagi oleh pria lain.
Sore itu Zeina kembali menghubungi Ali karena ia akan pulang agak malam karena lembur. Ia tidak mau kejadian kemarin terulang kembali. Dan ternyata Ali juga sedang lembur membersihkan kantor ruangan direktur utama.
Rio dan Siska sudah pulang duluan lima belas menit yang lalu. Karena itulah Zeina mencari teman agar tidak merasa sendirian.
Pukul 19.00 semua pekerjaan Zeina sudah selesai. Setelah membereskan beberapa barangnya, Zeina segera menuju ke lift untuk turun ke lantai dasar. Namun, ketika pintu lift akan tertutup ada sebuah tangan yang menahannya.
Zeina menatap siapa orangnya dan ketika ia melihat sosok yang akhir-akhir ini ia hindari mata Zeina tidak bisa bohong. Raut ekspresinya tampak tidak suka melihat sosok Rolan. Kenapa juga pria itu masih berkeliaran di kantor? Pikiran Zeina mulai tidak tenang. Ia sudah memegang handphonenya dengan erat. Kalau sampai Rolan berani macam-macam maka Zeina akan segera menghubungi Ali.
Setelah pintu lift terbuka, Zeina buru-buru keluar dari sana dan pergi menghindari Rolan. Akan tetapi lagi-lagi pria itu menghentikan dirinya. Rolan memegang lengan Zeina dengan erat. Sedangkan gadis itu terus meminta dilepaskan.
"Lepas Rolan! atau aku akan berteriak!" ancam Zeina yang masih ada sisa trauma akibat perbuatan Rolan sebelumnya kepada dirinya.
"Please Zein, dengerin aku dulu. Baiklah aku lepaskan asal dengerin aku dulu, tolonglah," pinta Rolan dengan memohon kepada Zeina.
__ADS_1
"Aku tidak perlu mendengarkan apapun ucapanmu Rolan. Hubungan kita sudah selesai. Jadi jangan mempersulit dan mengganggu hidupku lagi. Jangan dekati aku lagi," ucap Zeina dengan sorot matanya yang tajam.
"Aku tau aku sangat bersalah kepadamu Zein. Tetapi di lubuk hatiku yang paling dalam. Aku sangat mencintaimu Zein. Aku nggak bisa kehilangan kamu, sayang," kata Rolan kembali sambil berlutut di depan Zeina.
Seketika gadis tersebut mundur melihat tingkah Rolan yang sampai merendahkan dirinya di depan Zeina. Rolan ingin Zeina mau kembali lagi kepadanya. Ia tidak mau bersama dengan Bella yang tidak ia cintai sama sekali.
"Jangan berbuat ulah di sini Rolan. Aku nggak mau jika Bella salah paham dengan apa yang kamu lakukan ini," ucap Zeina yang tidak mau ada masalah kedepannya dengan saudari tirinya tersebut.
"Aku tidak pernah mencintai Bella, Zein. Hanya kamu saja yang ada di hati dan pikiranku. Dan semakin kamu menjauh semakin aku tidak bisa jauh darimu, sayang," bujuk rayu Rolan mulai ia keluarkan agar Zeina mau kembali lagi kepadanya.
"Zein, aku mohon, berilah aku kesempatan kedua. Aku janji akan melepaskan Bella dan setia hanya kepadamu."
"Maaf Rolan. Aku tidak pernah menerima kesempatan kedua. Apalagi untuk seseorang yang suka selingkuh. Selingkuh itu seperti penyakit yang akan terus berulang kalau sedang kambuh. Aku tidak mau menghabiskan waktuku hanya untuk memberikan kamu kesempatan lagi dan lagi. Cukup sekali saja aku kau selingkuhi. Aku tak mau lagi," Zeina hendak berlalu pergi akan tetapi Rolan kembali menghadang jalannya.
"Pergi dari hadapan ku, Rolan. Atau aku akan berteriak agar orang-orang datang ke sini, hmm!"
__ADS_1
"Ngga Zein, aku mau kita kembali lagi seperti dulu. Aku mohon."
"Rolan!!!!!!!!"
Tiba-tiba terdengar teriakan Bella dari arah belakang Rolan dengan beberapa teman kerjanya. Zeina menatap ke arah Bella yang tampaknya sedang berkaca-kaca wajahnya karena melihat sikap Rolan yang masih mengejar-ngejar Zeina. Padahal ia sudah menyerahkan segalanya kepada Rolan. Tetapi masih saja lelaki itu belum puas sebelum bisa kembali lagi kepada Zeina.
Bella tampak menjadi sosok yang tersakiti karena banyak orang yang melihat ketiganya di lobi perusahaan. Zeina merasa jengah menatap pasangan selingkuh yang cocok sekali dalam berakting tersebut.
"Kenapa kamu menggoda calon suamiku Zein? Bukankah kamu tahu kalau kami akan segera menikah?hiks...hiks...," ucap bella sambil berderai air mata.
Zeina memutar kedua bola matanya jengah. Sepertinya drama queen akan segera dimulai.
❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1