
Zeina sudah lebih tenang setelah mencurahkan apa yang ia rasakan tadi di lobi perusahaan. Ia mengatakan semua kejadiannya kepada Ali. Pria itu mendengarkan tanpa ingin menyela perkataan Zeina sedikitpun.
"Aku nggak mendorongnya Al, ia sendiri yang jatuh. Kenapa ia tega berbuat seperti itu kepadaku," ucap Zeina sambil menghapus air matanya.
Ali langsung meraih tubuh mungil Zeina masuk ke dalam pelukannya yang hangat.
"Iya aku percaya sama kamu kok sayang. Sudah ya, jangan menangis lagi," kata Ali sambil mengusap wajah cantik Zeina.
Zeina menganggukkan kepalanya dengan patuh masih dengan dekapan Ali.
"Terimakasih ya al, kamu selalu percaya dengan aku dan ada untukku," kata Zeina tulus.
__ADS_1
"Kalau begitu segeralah menikah denganku. Aku tidak mau kalau sampai hasil tabur benihku tumbuh tanpa adanya status diantara kita berdua sayang," ucap Ali mengingatkan Zeina akan apa yang pernah mereka lakukan.
Zeina memutar kedua bola matanya jengah. Kenapa juga Ali selalu berusaha mengingatkan dirinya akan hal tersebut. Karena itu menjadikan pikiran Zeina resah kalau memang ia mengandung benih yang sudah Ali taburkan di rahimnya.
......................
Sementara itu di rumah sakit tampak ada kehebohan karena Clara menangis sepanjang lorong rumah sakit mengkhawatirkan putrinya yang jatuh. Begitu melihat keadaan Bella yang katanya sampai keguguran membuat tangis Clara semakin pecah saja. Ia juga mendengar bahwa apa yang terjadi dengan bella adalah perbuatan dari Zeina.
"Apa-apaan dia itu! kenapa ia sampai tega berbuat seperti ini kepada cucuku. Ya Allah.....Bella.... anakku...kenapa nasibmu setragis ini nak. Sampai kehilangan buah hatimu di waktu yang masih muda. Mama nggak tega melihatmu seperti ini nak," ujar Clara yang menangis meraung-raung di samping suaminya yang sedari tadi hanya diam saja.
"Jangan menuduh sembarangan ma, kita belum dapatkan bukti yang akurat jika memang Zeina pelakunya," ucap Zainal yang tidak mau putrinya disalahkan begitu saja. Meskipun Zeina membenci ibu dan saudara tirinya buktinya Zeina tidak pernah berusaha mencelakai mereka berdua. Justru Zeina memilih pergi dari rumah demi bisa menghindari keduanya.
__ADS_1
"Papa membelanya karena ia adalah putri kandung papa sendiri. Makannya papa tidak peduli dengan apa yang terjadi kepada Bella. Pada kenyataannya putriku yang jadi korban sikap Zeina yang tidak terima jika Bella yang harus menjadi pendamping hidup Rolan. Jangan menutup mata dengan kenyataan yang ada pa," ucap Clara tidak suka jika suaminya membela anak kandungnya sendiri.
Selama ini clara memang membuat sosok Bella adalah anak yang sempurna di mata Zainal. Sedangkan sosok pembangkang seperti Zeina menjadi anak yang diabaikan oleh Zainal. Clara sudah sukses membuat ayah dan anak itu berjauhan. Namun kini sejak kejadian Zeina menolak lamaran Rolan akibat perselingkuhan yang dilakukan rolan dan Bella. Semakin hari Zainal mulai banyak membela tindakan Zeina.
"Tetapi kita tidak bisa mendengar hanya dari satu pihak saja ma," kata Zainal kekeh dengan jawabannya.
"Meskipun pada kenyataannya putriku harus mengalami keguguran, iya!" balas Clara dengan nada tinggi. Ia tidak mau lagi mengalah karena anaknya juga menjadi korban di sini.
"Jangan membuat permasalahan semakin keruh saja ma. Bagaimanapun juga keduanya adalah anak-anak kita," putus Zainal yang tidak mau
"Tetapi disini yang menjadi korban adalah putriku mas, putriku!" balas Clara kesal akan sikap sang suami.
__ADS_1
❤️❤️❤️
TBC