Halalin Aku, Sayang

Halalin Aku, Sayang
29


__ADS_3

"Maafkan ayahku karena sudah berkata seperti itu," ucap Zeina yang merasa tidak enak hati kepada Ali. Padahal selama ini Ali sudah banyak membantu dirinya. Dan sedang sakit seperti ini saja. Hanya Ali yang peduli dan mau merawatnya. Sampai Ali pulang dari pekerjaannya lebih awal karena mengkhawatirkan kondisi Zeina di apartemen sendirian.


"Nggak masalah, aku mengerti dengan apa yang tuan Zainal Pramudya pikirkan. Kamu adalah putrinya, jadi sebagai ayah tentu beliau menginginkan yang terbaik bukan," kata Ali dengan tenang. Ia memaklumi permintaan dari ayah Zeina tersebut. Karena itu adalah hal lumrah yang setiap orang tua pikirkan untuk masa depan anak-anaknya.


"Tetapi apakah kamu tidak malu menikah dengan seorang OB sepertiku?" tanya Ali tiba-tiba menatap sendu ke arah Zeina.


Gadis itu mendadak bingung dengan apa yang Ali tanyakan. Kemarin-kemarin ia tampak bersemangat sekali ingin Zeina agar segera menikahinya. Kenapa sekarang mendadak nyalinya jadi menciut?


"Kamu nggak mau kalau aku menikah sama kamu?" tanya balik Zeina.


Ali menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bukan begitu juga ze. Maksudku apakah kamu nggak malu menikahi lelaki yang tidak jelas asal usulnya dan juga pekerjaan ku hanya sengaja office boy. Bukan suatu pekerjaan mentereng seperti cowok lain. Kamu bisa dapatkan cowok yang lebih tampan dan juga malam ze seperti yang ayahmu katakan tadi," kata Ali mencoba menyelami pemikiran Zeina saat ini.


"Lalu kamu ingin membatalkan rencana pernikahan kita. Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan. Sebenarnya maumu apa sih Al?" tanya Zeina yang mulai pusing dengan pertanyaan yang sedari tadi Ali katakan dengan berbelit-belit.


"Aku ingin menikahimu itu intinya, ze. Dan aku nggak ingin kehilangan kamu. Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu, bukan hanya karena pertanggungjawaban kejadian malam itu semata. Sejak awal ketemu, aku sudah jatuh hati padamu, ze."


Ucapan Ali membuat Zeina berkaca-kaca. Sulit dipercaya jika pada akhirnya ia bisa jatuh ke pesona seorang Ali. Mungkinkah memang ini adalah pria yang tepat buatnya. Terlepas dari apapun juga, Zeina belum mencintai Ali tetapi kalau dipikir-pikir tidak akan sulit mencintai sosok seperti Ali yang hangat, perhatian, baik, dan juga bertanggung jawab.


Ali melamar Zeina dengan cara yang begitu sederhana. Sebuah lamaran dadakan yang tercipta begitu saja karena Ali tidak mau berlama-lama lagi untuk segera meresmikan hubungannya dengan Zeina.


"Ya, ayo kita menikah," ucap Zeina dengan senyuman tipis di bibirnya.

__ADS_1


Ali tampak tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Zeina. Ia langsung memeluk tubuh Zeina dan mendekapnya dengan erat. Ali begitu bahagia pada akhirnya ia bisa menyunting Zeina.


"Terimakasih banyak sayang, aku berjanji akan selalu setia dan membahagiakanmu," ucap Ali mengecup pucuk kepala Zeina.


Tiba-tiba Ali mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Zeina. Tanpa aba-aba, Ali mencium bibir manis Zeina sehingga membuat wajah gadis itu bersemu merah.


I Love You


Ucap Ali setelah ciumannya terlepas dari bibir tipis nan lembut milik Zeina. Meskipun tidak ada balasan ucapan dari Zeina. Tetapi Ali akan berusaha untuk membuat Zeina jatuh cinta dan mencintai dirinya seperti yang ia impikan selama ini. Ali tidak akan pernah putus asa untuk mendapatkan hati Zeina. Dan akan ia buktikan hal tersebut seiring berjalannya waktu.


❤️❤️❤️

__ADS_1


TBC


__ADS_2