Hanya Istri Sementara

Hanya Istri Sementara
25.


__ADS_3

Hari-hari berlalu, siang dan malam silih berganti. Namun, kehidupan pernikahan sepasang insan manusia itu tidak ada yang berubah. Marsell masih enggan pada sang istri tapi tidak menolak apapun yang istrinya berikan padanya. Sedangkan Meisya telah menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan baik, kecuali satu hal yang tidak Meisya lakukan dan sepertinya tidak akan dilakukan oleh keduanya. Yaitu melakukan hubungan suami-istri.


Seminggu setelah Marsell kembali, sang Oma masih bersikap dingin pada cucunya. Hanya berbicara saat penting saja. Tidak pernah lagi menampakkan perhatiannya. Justru sekarang Oma lebih banyak bersama Nico dan Meisya. Ketiganya sangat akrab sekarang.


Sedangkan hubungan Marsell dan Laura masih berjalan seperti biasa karena Laura selalu mengancam akan nekat kalau Marsell tidak menghubunginya. Bahkan sekarang mereka lebih sering berkirim pesan dan bertelepon. Namun, mengapa bagi Marsell semua ini terasa hambar. Tidak seperti dulu lagi.


Seperti malam ini, Laura membuat panggilan video. Bercerita tentang apa saja yang dia lakukan seharian ini.


"Sayang, apa kau mendengarku," teriak Laura karena sejak tadi seperti berbicara sendiri.


"Iya aku dengar," jawab Marsell dengan sedikit malas. Jika dulu melihat wajah Laura bisa mengobati rasa lelahnya tapi sekarang, rasanya berbeda. Setelah seharian bekerja, melihat wajah Laura justru membuat Marsell malas dan mengantuk. Padahal wanita itu masih sama, masih cantik.

__ADS_1


"Sayang apa kau tidak mau mengomentari gaunku, aku baru pernah memakainya. Apa aku cantik memakai ini." Terlihat Laura meletakkan ponselnya lalu berputar memperlihatkan tubuhnya yang terbalut gaun tidur seksi. "Marsell kenapa kau diam saja, apa aku tidak cantik memakai ini." Laura murung tidak mendapati tanggapan dari sang kekasih.


"Kamu cantik seperti biasa."


Pipi Laura bersemu merah mendengar pujian itu. "Kau memang selalu bisa membuat aku senang. Aku jadi tidak sabar bertemu denganmu lagi. Kapan kau akan menemuiku lagi? Oh iya, seminggu lagi aku akan konser di LA. Kau datang kan, setelah konser kita akan menginap di hotel impian kita dan menghabiskan waktu bersama." Laura tersenyum membayangkan akan menghabiskan waktu bersama kekasihnya.


"Aku ...."


"Sayang, sayang kau di mana kenapa tidak terlihat," teriak Laura karena Marsell mengalihkan ponselnya ke arah lain.


Marsell lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa berbicara apapun pada Laura. Kemudian dia menghampiri sang istri yang sedang memunguti pecahan gelas yang berserakan di atas lantai.

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa?" tanya Marsell.


"Maaf karena mengagetkan Anda, saya akan membersihkan ini." Ada perasaan aneh yang tadi sempat membuat hati Meisya berdenyut nyeri saat mendengar kalau sang suami akan menghabiskan waktu dengan kekasih di sebuah hotel. Padahal dia sudah biasa mendengar laki-laki berbicara di telepon dengan sang kekasih tapi entah mengapa kali ini rasanya sangat sakit.


"Bangunlah, kau bisa menyuruh pelayan untuk membersihkan ini," seru Marsell yang sedang merasa bersalah. Entahlah, dia juga tidak mengerti mengapa saat melihat sang istri seperti terkejut mendengar pembicaraannya. Marsell merasa bersalah dan ingin menjelaskan kalau hubungannya dengan Laura tidak seperti yang dia dengar. Meski mereka kerap kali menginap di hotel yang sama tapi mereka tidak pernah berada dalam satu kamar. Marsell tau batasannya, dia tidak pernah mau menyentuh Laura sebelum mereka resmi menjadi suami istri. Apa yang mereka lakukan selama ini sebatas berpelukan atau berciuman tidak lebih dari itu.


Mengapa saat ini Marsell merasa sang istri salah paham padanya, dan mengapa juga dia ingin menjelaskan.


"Bangunlah aku bilang, kenapa kau tidak mau mendengarkanku," seru Marsell lagi.


"Tidak apa-apa, ini akan beres sebentar lagi. Anda sebaiknya jangan di sekitar sini, agar tidak terkena pecahan kaca." Meisya tidak mau mendengarkan. Dia hanya tidak mau mengangkat kepalanya dan pria itu melihat dia menangis. Sedangkan dia sendiri tidak tahu mengapa dia menangis.

__ADS_1


"Awww ...!"


__ADS_2