Hanya Istri Sementara

Hanya Istri Sementara
31.


__ADS_3

Semua orang telah menunggu di kamar rawat tempat Marsell dipindahkan setelah dari ruangan operasi. Yang katanya berjalan lancar tapi ada sedikit masalah yang sampai saat ini belum diketahui apa masalah itu. Semua orang berdoa dalam hati mereka. Laura dan managernya juga menunggu di sana tapi jauh dari mereka karena memang ruangannya cukup luas.


"Marsell sadar, dia bangun! Mah, cucumu sudah bangun Mah." Bibi Sira heboh memanggil semua orang saat dia melihat pergerakan dari keponakannya.


Semua orang mendekat termasuk Laura tapi dia hanya berdiri di belakang semua orang karena mereka pasti tidak akan mengijinkannya untuk lebih dekat. Meisya pun sama di berdiri di belakang Oma Gina karena merasa suaminya tidak menginginkannya di sana.


"Marsell kau sudah sadar nak? Bagaimana keadaan mu, apa ada yang sakit? Apa yang kau rasakan saat ini nak?" tanya Oma cemas.


"Oma ... apa yang terjadi denganku. Di mana ini?" Marsell berusaha menggerakkan tubuhnya tapi dia baru saja merasa aneh karena kedua kakinya tidak bisa digerakkan. "Kakiku, aaakk kenapa kakiku tidak bisa bergerak Oma. Kakiku kenapa Oma, aaakkk!!"


Semua orang panik melihat Marsell meneriakkan kakinya yang tidak bisa digerakkan. Ada apa ini, mungkinkah akibat kecelakaan itu membuat lelaki tampan itu lumpuh. Itu tidak mungkin kan. Bagaimana bisa dia lumpuh!

__ADS_1


Dokter sedang memeriksa keadaan Marsell yang masih terguncang dengan kondisinya. Raut wajah dokter itu tidak menunjukkan kabar baik. Beberapa kali menggeleng setelah memeriksa.


"Bagaimana keadaan kaki cucuku, Dok. Tidak apa-apa kan? Bisa disembuhkan kan?" tanya Oma Gina sambil menenangkan sang cucu.


"Oma kakiku tidak bisa digerakkan, apa aku lumpuh?" isak Marsell begitu menyayat.


Meisya pun ikut merasakan bagaimana perasaan suaminya saat ini. Dia berharap semuanya baik-baik saja. Dan kaki suaminya bisa disembuhkan.


"Dari hasil pemeriksaan saya lihat kaki cucu Anda kemungkinan akan lumpuh seumur hidup."


"Tidak!! Kau pasti berbohong kan Dok! Aku tidak mungkin lumpuh! Aku pasti masih bisa berjalan. Dokter itu berbohong kan Oma? Oma, katakan padaku kalau dokter itu berbohong," seru Marsell tidak percaya dengan kenyataan yang ada.

__ADS_1


Oma Gina tak kuasa menahan air matanya melihat penderitaan sang cucu. "Tenanglah nak, Oma pasti akan mencari segala cara agar kau bisa sembuh seperti sedia kala. Kau jangan khawatir."


"Oma, aku masih bisa jalan Oma. Aku akan buktikan pada kalian semua kalau aku bisa jalan." Marsell berusaha turun dari ranjang untuk membuktikan kalau dia masih bisa berjalan tapi ternyata dia terjatuh karena kakinya mati rasa.


"Tuan, tolong anda jangan banyak bergerak seperti ini. Kaki Anda bisa terluka semakin parah." Dokter mencegah tapi Marsell sama sekali tidak peduli. Dia tetap berusaha berdiri tanpa bantuan siapapun.


"Minggir kalian, aku masih bisa berjalan!" teriak Marsell.


Namun, sayangnya Marsell tidak mampu membuktikan hal itu. Dia tetap terjatuh, dia pun memukuli kakinya yang tidak berfungsi itu. "Kenapa kalian tidak mau berdiri, ayo bangun dan buktikan kalau kalian baik-baik saja. Aaakkk ..." Lagi-lagi Marsell terjatuh.


Meisya yang tidak tega pun membantu sang suami meski laki-laki itu marah-marah sekalipun dia tidak peduli. Meisya hanya tidak tega melihat oma menangis melihat cucunya yang seperti itu.

__ADS_1


"Tolong tenangkan diri Anda. Lihatlah Oma sampai bersedih seperti itu. Apa Anda mau melihat Oma drop lagi karena memikirkan Anda," bisik Meisya.


Marsell melihat omanya sedang menangis sesenggukan di rengkuhan Jeni dan bibinya. Dia merasa bersalah karena telah membuat Oma bersedih. Semua ini karena kesalahannya, tidak seharusnya dia pergi menemui wanita itu tadi. Seharusnya dia datang ke pembukaan toko kue istrinya saja. Mengapa dia harus pergi dengan wanita itu dan membuat dia celaka.


__ADS_2