
Mereka membiarkan Marsell menenangkan diri di kamar sendirian. Saat ini semua orang sedang menunggu di depan ruangan dengan wajah yang pias semuanya terutama Laura yang merasa sangat bersalah pada Marsell. Dia pasti akan menjadi dibenci semua orang karena ini.
"Ini semua gara-gara wanita jal**g itu! Dia yang sudah membuat keponakan ku jadi seperti ini! Lakukan sesuatu untuk memberi wanita itu pelajaran Mah. Dia sudah membuat cucu Mamah lumpuh," ujar bibi Sira memprovokasi mamahnya.
"Benar Oma, beri dia pelajaran agar karirnya itu hancur." Nico setuju.
Sedangkan Oma, Meisya dan Jeni tidak berbicara apapun. Namun, tiba-tiba Oma berdiri menghampiri Laura. Membuat semua orang bertanya-tanya, mau apakah Oma Gina. Apa mau menampar wanita itu untuk memberinya pelajaran. Itu yang ada dipikiran semua orang termasuk Meisya.
"Oma ...." Meisya mendekat khawatir, tapi Oma Gina mengangkat tangan menghentikan nya.
__ADS_1
"Apa kau mencintai cucuku?" tanya Oma Gina membuat semua orang terkejut.
"I—iya Oma, aku mencintai Marsell," jawab lara dengan rasa takut karena merasa sedang diintimidasi.
"Baiklah, kau sudah dengar kan kalau cucuku lumpuh seumur hidup dan kemungkinan nya sangat kecil dia bisa sembuh seperti semula. Itupun harus menjadi terapi dan perawatan. Jadi kalau kau benar mencintai cucuku maka rawatlah dia dan tinggalkan karir mu!" seru Oma Gina dihadapan semua orang. Tidak ada yang menyangka kalau Oma Gina akan mengatakan hal itu pada Laura. Dia bukannya marah dan mengusir wanita itu tapi malah menyuruh wanita itu untuk merawat cucunya.
Deg. Begitupun dengan Meisya, hatinya berdenyut sakit mendengar hal itu tapi mungkin memang sudah waktunya dia pergi. Dia hanya sementara menggantikan wanita itu menjadi istri suaminya. Setelah wanita itu kembali bukankah artinya dia harus pergi.
Semua orang menunggu jawaban wanita itu. Yang tampak ragu-ragu dan banyak berpikir untuk mengiyakan permintaan Oma Gina.
__ADS_1
"Ta—tapi Oma, a—aku ...."
"Maaf kalau saya lancang, tapi menurut saya itu kurang tepat Nyonya. Bagaimana mungkin Laura meninggalkan karir nya di saat seperti ini. Sebentar lagi dia akan meraih perhargaan sebagai penyanyi wanita terbaik di kancah internasional. Mana mungkin dia berhenti sekarang."
Oma Gina menarik bibirnya, ya dia tau kalau itu tidak mungkin.
"Lalu apa kalian pernah memikirkan bagaimana kehidupan cucuku setelah ini. Dia sudah tidak bisa berjalan, sudah tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Dia adalah seorang pemimpin perusahaan, lalu bagaimana dengan nasib perusahaan sekarang. Wanita ini yang sudah membuat cucuku jadi seperti ini, jadi sudah seharusnya dia yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi bukan?"
"Oma aku ... bisakah Oma memberikan waktu sebentar lagi. Setelah aku menyelesaikan semua ini aku berjanji akan kembali dan merawat Marsell dengan baik. Oma ..."
__ADS_1
Oma Gina tersenyum mengejek. "Apa kau yakin akan meninggalkan karir mu begitu saja setelah kau berhasil mendapatkan penghargaan itu. Saat banyak produser hebat dari penyanyi terkenal mungkin tertarik untuk mengajakmu bergabung. Apa mungkin kamu rela menolak semua kesempatan emas itu. Lalu sampai kapan cucu ku harus menunggu. Jika kau tidak mau maka jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di depan cucuku. Tidak ada hubungan apapun lagi diantara kalian. Apa kau mengerti!"
Laura bimbang dia mencintai Marsell dan tidak mau putus dari lelaki itu tapi dengan keadaan pria itu seperti sekarang bagaimana dengan masa depannya.