Hanya Istri Sementara

Hanya Istri Sementara
29.


__ADS_3

Di Indonesia sedang digemparkan dengan berita penyanyi sekaligus artis internasional yang mengalami kecelakaan. Yang lebih membuat heboh adalah, saat kecelakaan terjadi sang artis berdua dengan seorang laki-laki yang disinyalir sebagai kekasihnya karena saat itu Laura duduk di depan bukan di kursi belakang.


Berbagai media, wartawan dan jurnalis pun berlomba-lomba untuk memburu berita terhangat hari ini. Namun, tidak ada yang tersisa di lokasi kejadian. Mobil yang ringsek pun telah diamankan, hanya ada bekas serpihan kaca dan bumper depan dari mobil mewah yang belum diketahui pemiliknya siapa.


Mereka menduga kalau laki-laki yang bersama Laura bukanlah orang sembarangan karena identitas nya benar-benar dijaga dan tidak ada yang bocor barang sedikitpun. Saksi mata di tempat kejadian saja bungkam, rekaman cctv dan rekaman dari handphone warga pun sudah disita. Sosok laki-laki itu menjadi misteri bagi semua orang. Kecuali warna yang pertama kali menolong tapi mereka sudah diamankan keberadaannya.


Dibalik itu semua ada satu keluarga yang sedang mencemaskan salah satu anggota keluarganya yang saat ini berada di dalam ruang operasi. Sesaat setelah kecelakaan terjadi pihak kepolisian mengabari mereka kalau anggota keluarga mereka baru saja terlibat kecelakaan tunggal di jalan raya. Ya, dia Marsell yang saat ini ada di dalam ruangan operasi. Sudah satu jam lamanya dokter melakukan tindakan tapi belum juga ada tanda-tanda kalau operasinya telah berakhir.


Oma Gina, Meisya, Jeni, bibi Sira, paman Sam serta Nico ada di sana. Mereka menunggu bagaimana keadaan anggota keluarga mereka yang selama ini menjadi kebanggaan keluarga. Kabarnya, lukanya cukup parah terutama di kaki karena terjepit saat kecelakaan. Mereka semua berdoa agar Marsell tidak kenapa-kenapa. Lalu apa mereka tau kalau saat kecelakaan terjadi Marsell tidak sendiri. Tentu saja tau karena polisi memberitahu mereka.


Syok, terkejut, takut, dan kecewa mereka rasakan saat mendengarnya. Tapi saat ini lebih penting mengetahui keadaan Marsell.


Oma Gina sungguh gundah gulana saat ini. Di satu sisi dia amat cemas dengan cucunya tapi di sisi lain dia kecewa pada sang cucu.

__ADS_1


"Meisya ... maafkan Oma," ujar Oma. Entah sudah berapa kali dia mengatakan kalimat itu.


Meisya tersenyum meski hatinya terluka. "Oma kenapa meminta maaf. Oma tidak salah, ini mungkin hanya kesalahpahaman. Sekarang kita hanya perlu berdoa untuk keselamatan Marsell. Ya Oma, jangan pikirkan yang macam-macam. Aku tidak mau Oma juga sakit karena banyak pikiran nanti."


Oma Gina memeluk cucu menantunya. Jika itu wanita lain pasti sudah meninggalkan sang cucu setelah mendengar kabar itu.


Maafkan Oma nak, kamu jadi harus mendengar berita seperti ini.


Nico juga sama kecewanya pada kakak sepupunya. Dia yang sudah mengenal Meisya merasa kasihan melihat wanita itu. Seandainya kakak sepupunya tidak mau menghargai istrinya, biar dia saja yang menggantikannya menjadi suami Meisya.


Jeni sendiri sibuk berkoordinasi dengan Gio untuk menekan berita agar tidak ada media manapun yang membahas mengenai laki-laki yang bersama si artis terkenal. Cukup berhasil karena tidak ada yang membahas Marsell. Walaupun berita mengenai Laura sedang bersama seorang pria yang diduga kekasihnya itu masih beredar luas.


Sementara Laura sendiri. Dia beruntung karena hanya menderita luka ringan di kening saja. Tidak ada luka serius. Laura bahkan sudah bangun dan bisa beraktivitas sendiri. Dia bersikeras ingin melihat bagaimana keadaan Marsell. Namun, Melly melarang karena ada banyak media dan masyarakat. Kalau sampai ada yang wartawan yang melihat Laura menemui Marsell yang sudah beristri pasti karier Laura akan hancur dan diboikot oleh masyarakat karena menjadi orang ketiga dihubungkan orang lain.

__ADS_1


"Aku ingin melihat Marsell, tolong beritahu aku di mana dia di rawat!" seru Laura pada managernya.


"Tenang Laura, di luar ada banyak wartawan. Itu berbahaya kalau sampai ada yang melihat."


"Bagaimana aku bisa tenang kalau aku tidak melihat langsung bagaimana keadaan Marsell."


"Percuma Laura, kau tidak akan mungkin bisa menemui laki-laki itu karena dia masih berada di ruang operasi. Di sana juga ada keluarganya. Apa menurutmu keluarganya mau memberi kamu ijin untuk melihatnya. Aku rasa tidak, benar bukan."


Laura hanya bisa terdiam, keluarga Marsell memang tidak akan menerima nya.


"Tidak kak, aku akan tetap melihatnya. Perasaan ku tidak akan tenang kalau belum melihat sendiri."


Akhirnya Melly membawa Laura untuk melihat laki-laki itu meski mereka harus berpenampilan tertutup agar tidak ada yang bisa mengenali mereka.

__ADS_1


Meisya yang pertama melihat Laura berjalan ke sana. Sakit tanpa luka itulah yang Meisya rasanya saat ini.


__ADS_2