Hati Untuk Sofi

Hati Untuk Sofi
Cerita Sofi 1


__ADS_3

April 2017


Sofi bekerja sebagai adviser dan pengawas project di perusahaan yang bergerak di bidang investasi.


Tidak banyak pegawai di kantor tempat sofi bekerja.


Usia sofi dua puluh tujuh tahun, sofi sudah bergabung di kantor tersebut selama tiga tahun.


Sofi adalah tipe gadis yang sangat ekspresif, meskipun sofi tidak memiliki banyak teman, tapi sofi sangat dekat dengan keluarganya.


Mahira adalah sepupu sofi sekaligus sahabatnya.


Mahira tinggal di singapore bersama suaminya, begitu mereka menikah.


Sofi cukup sedih dengan keputusan mahira, tapi sofi merasa tidak berhak untuk menjadi keberatan di pilihan hidup mahira.


Atasan sofi di tempat ia bekerja adalah bu maria, dia cantik, dan sangat pintar.


Sofi sangat kagum padanya, sofi juga menjadikan bu maria sebagai teladannya.


Semua project yang bu maria tangani selama hampir dua puluh tahun, menghasilkan keuntungan yang sangat memuaskan untuk perusahaan tempat sofi bekerja.


Bu maria selalu memberikan ide-ide baru untuk pimpinan perusahaannya.


Bulan juni nanti adalah pertama kalinya sofi akan ada di lokasi konstruksi tanpa bu maria.


Pak tito yang akan membantu sofi, menurut keterangan dari bu maria.


Pak tito, merupakan pimpinan di bagian perencanaan di perusahaan mereka.


Pak tito hanya bertugas sebagai pengawas dan pembimbing sofi di lapangan.


Mengenai laporan dan proggres pekerjaan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab sofi.


"Sofi, nggak usah khawatir, kamu udah bisa kok di lepas sendiri", ujar bu maria saat melihat sofi sedikit termenung.


Sofi hanya membalas bu maria dengan senyum manisnya.


"Kamu jangan sering-sering tersenyum loh disana, nanti banyak yang salah artikan", ujar bu maria lagi.


Setelah sedikit menggoda sofi, dan melihat sekilas ke arah sofi, bu maria kembali memeriksa pekerjaan sofi, lalu melakukan koreksi.


"Di konstruksi itu, umumnya yang pria sudah pada menikah, sisa sepuluh persen aja yang masih single, jangan sampai salah memberikan harapan ya, bisa repot nanti", ujar bu maria menasehati sofi.


Sofi berkata, dan memberi tanda pada bu maria, kalau pria yang sudah menikah bukanlah tipe sofi, sofi juga tidak mungkin menaruh hati pada pria yang sudah menikah.


Bu maria hanya tersenyum dengan jawaban sofi.


Bu maria kemudian memberikan berkas yang sudah dia koreksi kepada sofi, dan sofi kembali ke ruangannya untuk bersiap pulang, karena hari sudah mulai gelap.


Jarak dari kantor ke rumah sofi, kurang dari satu jam, seringnya sofi pulang ke rumah dengan menggunakan jasa online car atau ojek online.


Sudah tiga tahun sofi bekerja di bidang investasi, tapi belum ada pria yang cukup spesial yang bisa mengisi hati sofi.


Sofi dekat dengan beberapa di antara pria-pria yang sofi kenal, tapi tidak pernah sampai ke tahap serius.


Pria-pria di lingkungan sofi, juga sangat menjaga jarak dengan sofi.


Tiga tahun yang lalu, sofi punya pacar.


Miko namanya, tapi dia memilih untuk memutuskan hubungan mereka, dan menikahi perempuan lain.


Miko menikahi perempuan lain lima bulan sesudah meminta hal yang sama pada sofi, saat itu sofi masih ragu ketika miko meminta sofi menikahinya.


Meski sofi menolak, sofi ingin tetap menjalin hubungan dengan miko, tapi miko lebih memilih untuk menyudahinya.


Sofi masih ingin bekerja, dan menggapai mimpinya.

__ADS_1


Mimpi sofi adalah bisa menjadi seperti bu maria, jadi sofi harus tetap belajar untuk bisa lebih baik lagi.


Sofi tidak ingin hidupnya berhenti saat dia harus menikah, dan harus mengurus kehidupan orang lain.


Miko adalah pacar sofi dari SMA, dia cukup baik, manis dan tentu saja cinta pada sofi.


Sedang sofi, sofi memang menyukainnya, tapi tidak cukup dalam mencintai miko, untuk setuju menyerahkan hidup sofi untuknya.


Tawaran bu maria langsung sofi iyakan tiga tahun yang lalu, begitu bu maria bilang, bahwa sofi akan bekerja sambil traveling.


Yang artinya sofi tetap bisa jalan-jalan tanpa harus meminta cuti panjang dari kantor.


Satu tahun sebelum sofi bergabung dengan bu maria, sofi bekerja di bank begitu lulus kuliah, tapi sofi memutuskan untuk keluar karena bosan.


Keputusan miko menikahi perempuan lain, hanya lima bulan setelah mengakhiri hubungannya dengan sofi, membuat sofi kaget, karena miko selalu terlihat mencintai sofi.


Mahira yang menyadarakan sofi, kalau miko tidak begitu mencintai sofi.


Mungkin miko mencintai sofi, tapi tidak sedalam yang sofi pikirkan.


Sofi memilih untuk sendiri setelah miko pergi dari hidupnya, sofi tidak ingin terikat, dan masih ingin berteman dengan siapapun.


Sofi adalah perempuan dengan jiwa bebas, yang tak ingin repot melewati drama perpisahan, setiap sofi ingin menggapai cita-citanya.


Setelah sofi dan miko putus, sofi tidak pernah menghadiri reuni SMA lagi, sofi selalu memberikan alasan sibuk ketika undangan itu datang.


Meski begitu, sofi masih sering menemui teman SMA sofi, yang masih belum memutuskan untuk menikah.


Ada lima orang diantara teman-teman sofi yang memilih untuk berkarir.


Mereka satu visi dengan sofi, sehingga mereka tetap dekat meski sudah lama sekali lulus dari SMA.


Setiap sofi cuti, sofi selalu menemui mereka, untuk makan bersama atau untuk sekedar menanyakan kabar mereka.


Pekerjaan sofi, yang membuat sofi sulit untuk sering menemui mereka, dan mereka juga sudah sibuk dengan kehidupannya.


Sofi merupakan anak kedua di keluarganya.


Bermain ke rumah kakaknya adalah kegiatan sofi diluar pekerjaan, selain menonton film.


Sofi sangat senang menghabiskan waktu dengan keponakannya, dan curhat dengan kak syakila, istri kak adam.


Kadang sofi juga meminta papa sofi untuk menemaninya menonton film di bioskop, dan meminta papanya untuk membayarkan makan malam sofi.


Alex adalah nama papa sofi, dan tika adalah mamanya.


Papa alex adalah figur yang sangat kuat di hidup sofi, sofi sangat dekat dengan papanya.


Sofi dan papanya kerap menghabiskan waktu bersama.


Bu tika, mamanya sering cemburu, karena mereka sering menghabiskan waktu berdua saja di akhir pekan, atau di hari cuti sofi.


Bu tika sendiri sibuk dengan kegiatan sosialnya dan lebih memilih pergi ke rumah adam untuk bermain dengan cucu-cucunya, saat dia punya waktu luang, dibanding menemani sofi.


Kala dan kalia memang sangat lucu dan menggemaskan, siapapun pasti tidak ingin melewatkan untuk bermain dengan mereka.


Sofi sering mengajak mereka ke playground, kadang ke mall, atau hanya pergi ke taman dekat rumah.


Mereka sering membuat sofi rindu, saat sofi harus bekerja di luar kota.


Adam sangat senang melihat sofi begitu menyayangi anak-anaknya.


Meski syakila juga sibuk dengan kegiatannya, tapi dia sering mengisi kekosongan dan kerinduan sofi akan mahira.


Syakila sering mendengar keluh kesah sofi, pergi ke salon dengan sofi atau kuliner dengan sofi.


Mahira sangat sibuk dengan keluarga barunya, jadi sofi tidak ingin menganggunya.

__ADS_1


**


Minggu terakhir sofi di rumah, sebelum sofi harus berangkat ke manado, sofi ingin meluangkan sisa waktunya dengan keluarganya.


Mama tika terlihat sibuk di dapur di bantu oleh bibi, saat sofi baru turun ke lantai satu untuk makan malam.


Sofi langsung memeluk mamanya dari belakang, lalu sofi berjalan ke arah kulkas untuk mengambil susu dinginnya.


"Ma minggu depan aku ke manado, anter ke airport ya", pinta sofi sambil menutup pintu kulkas.


"Iya, nanti papa juga anter", jawab papa alex yang sedang bermain dengan handphonenya di meja makan.


Sofi kemudian bergabung dengan papanya di meja makan untuk makan malam bersama.


"Aku mau kerumah kak adam dulu", ujar sofi berpamitan pada orang tuanya, setelah sofi membersihkan sisa makanannya.


"Bawakan kue bolu untuk syakila", ujar mama tika sambil menunjuk bungkusan plastik di meja makan.


Sofi memeluk punggung papanya lalu berjalan keluar, sambil membawa titipin mama tika.


Rumah adam sangat dekat, kadang sofi memakai sepeda untuk ke rumah adam, tapi malam ini sofi ingin berjalan kaki, karena malam terlihat terang.


Meski langit terang, tapi bintang terlihat sangat kecil di langit bsd.


Sofi langsung menaruh kue bolu di piring begitu dia sampai di rumah kakaknya.


Sofi kemudian memotong dua iris kue bolu yang dia bawa, dan langsung menuju kamar kala dan kalia untuk bermain dengan mereka.


Setelah puas mewarnai dengan kala dan kalia, sofi membacakan cerita sebelum mereka tidur.


Begitu mereka tertidur, sofi menutup buku cerita, lalu menciumi mereka, dan melihat mereka sejenak.


sofi turun ke lantai satu setelah mematikan lampu.


Sofi melihat kak adam dan kak kiki masih menonton tv.


"Aku pulang kak", pamit sofi pada mereka.


Sofi langsung berjalan ke arah pintu keluar.


"Nginep aja sof", pinta kak kiki.


Sofi menolak permintaan kak kiki, dan memilih untuk berjalan pulang.


**


Seluruh keluarga sofi, mengantar sofi ke bandara, tak ketinggalan kala dan kalia ikut bersama mereka.


"Kamu jaga diri di manado ya", ujar papa alex sambil memeluk sofi.


"Berapa bulan kali ini sof", tanya kak kiki.


"Bu maria minta delapan bulan", jawab sofi.


"Yaudah bulan depan papa tengokin kamu di hari libur ya", ujar papa alex.


Sofi tersenyum dan meminta papanya untuk tidak mengingkari janji.


Begitu mendengar pengumuman keberangkatan pesawat yang membawa sofi ke manado akan segera boarding, sofi langsung memeluk mamanya dan kak kiki.


Tak ketinggalan sofi juga menghujani kedua keponakannya dengan ciuman, kemudian sofi berjalan ke arah boarding pass dan melambaikan tangan ke arah keluarganya.


Lambaian tangan kecil kalia menghentikan sofi.


Sofi berhenti sejenak untuk melihat ke arah kalia, lalu sofi berjalan kembali dan mengantre di bagian pengecekan tiket.


Karena sofi mengambil penerbangan malam, sofi hanya memakai kaos pendek dan celana yang nyaman untuk menemani perjalanan sofi di pesawat.

__ADS_1


**


__ADS_2