Hati Untuk Sofi

Hati Untuk Sofi
Rahasia Ardi


__ADS_3

**


Ardi yang selama lima bulan begitu menjaga dirinya dan harapannya, kini mulai membiarkan dirinya menikmati setiap perlakuan manis dari sofi.


Di kantor ardi sering ngobrol dengan sofi saat makan siang, dan memberikan pudding kesukaan sofi setelahnya.


Mengisi botol minum sofi, membelai rambut sofi, dan membereskan sisa makan siang sofi.


Dunia ardi di manado hanya tentang sofi.


Ardi tidak menahan diri lagi untuk menunjukkan rasa cintanya untuk sofi.


"Mas kita ini apa ya", tanya sofi di suatu siang, lima hari sebelum ardi memulai cutinya.


"Kita ini rekan kerja sof, yang harus saling menguatkan dan harus saling jaga", jawab ardi sambil tersenyum.


Ardi berusaha menutupi dengan tenang rasa kagetnya dengan pertanyaan sofi.


Ardi sadar, cepat atau lambat pertanyaan itu akan muncul dari bibir sofi.


Pertanyaan tersebut muncul, di dasari akan masifnya perhatian yang ardi berikan untuk sofi.


Ardi tidak punya pilihan lain, selain harus menjelaskan semuanya pada sofi, tapi nanti, saat waktunya tepat.


Sofi tidak puas, dengan jawaban yang ardi sampaikan.


"Kamu cuti berapa lama", tanya sofi lagi, sambil menatap ardi.


"Paling lama sebulan", jawab ardi.


Ardi mengabaikan tatapan sofi dengan melihat kertas-kertas design di meja kerjannya.


Hal itu ardi lakukan, karena ardi dengan sekuat hati, berusaha untuk tidak memeluk sofi yang menatap ardi dengan tatapan sedihnya.


"Nggak bisa kurang", pinta sofi dengan manja.


"Ibuku sudah rindu", ujar ardi lembut.


"Aku kan berangkat hari minggu, hari sabtu kita ke pantai ya", ajak ardi, sambil menatap sofi sekilas.


"Yang gantikan kamu siapa mas", ujar sofi lagi, tanpa menjawab pertanyaan ardi.


"Mas andri, dia jumat ini sampai", jawab ardi.


Sofi tidak bertanya lagi, dan menatap ardi cukup lama, sebelum akhirnya dia kembali ke meja kerjanya.


**


Tibalah masa cuti ardi, ardi akan menghabiskan sabtu sore dengan sofi di pantai, sebelum ardi harus pulang ke jogja di hari minggu.


Setelah menikmati sunset, dan makan malam, ardi mengajak sofi untuk duduk di tepian pantai.


Selama dua jam, mereka hanya diam, tak ada yang berani bersuara, untuk menyampaikan perasaan mereka masing-masing.


Ardi juga kehilangan nyalinya untuk menjawab pertanyaan sofi rabu lalu.

__ADS_1


Ardi akan kembali dari cutinya dan menyampaikan semua hal yang ardi pikiran, itulah keputusan ardi sebelum mengajak sofi kembali ke paviliun.


Ardi mengajak sofi ke pantai dengan meminjam mobil pak dante.


Di perjalanan menuju parkiran, sofi memilih untuk tetap terdiam, hanya sepatah atau dua patah kata yang terucap dari sofi.


Sofi kemudian meminta ardi berhenti dengan menarik tangannya.


"Kenapa", tanya ardi dengan lembut pada sofi, sambil mengusap rambut sofi.


Sofi hanya menatap ardi, dengan tatapan sendunya.


"Aku nggak tau kamu merasakan hal yang sama atau nggak", ujar sofi ragu.


Sofi lalu menarik baju ardi untuk lebih dekat padanya, kemudian sofi mengecup bibir ardi.


Sangat singkat dan manis, tapi ardi hanya terpaku dan terkejut.


Dunia langsung berhenti di sekitar ardi saat sofi melepas kecupannya.


"Kalau kamu merasakan yang sama tolong kembali, sebelum aku sakit karena rindu kamu mas", ujar sofi lagi.


Sofi langsung berjalan ke arah mobil pak dante parkir, meninggalkan ardi yang masih terpaku.


Sofi pergi tanpa menunggu jawaban dari ardi.


Mungkin ardi akan langsung memberitahu sofi, jika saja sofi menunggu ardi.


Hanya saja keraguan kembali muncul di benak ardi, saat ardi melihat sofi sudah menunggunya di samping mobil.


Ardi merasa kalau di adalah pengecut, dia bahagia, tapi dia tidak tahu harus mengatakan apa atas perasaan sofi.


Cepat atau lambat memang sofi akan merasakan hal seperti yang ardi rasakan.


Ardi selalu bermimpi, sofi bisa merasakan cinta yang hangat yang ardi miliki untuk sofi, dengan penuh mimpi-mimpi.


Sekarang hati sofi sudah bisa ardi gapai, tapi kenyataan hidup membuat ardi ragu.


Pikiran ardi menjadi bergejolak, peperangan terjadi, antara sofi dan hidup yang ardi miliki.


Hanya alunan lagu wildest dream milik taylor swift, yang menemani perjalanan mereka ke paviliun.


Sesampainya di paviliun, sofi turun dari mobil dan menuju kamarnya, tanpa mengucap sepatah katapun, atau menoleh ke arah ardi.


Ardi sendiri masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Ardi baru saja mendaftarkan dirinya, melewati malam dengan perasaan kacau, senang sekaligus sedih.


Ardi senang karena sofi menyukainya, sudah sejak lama ardi menginginkan sofi, dan kini bukan hanya tentang ardi dan hatinya, tapi juga tentang ardi di hati sofi.


"Sofi mencintaiku", gumam ardi sambil tersenyum, lalu dia keluar dari mobil.


Ardi bahagia sekaligus bingung, dan ardi sedih karena ardi sudah melibatkan sofi dihidupnya.


Ardi kemudian mulai menyesali semua yang sudah terlewati.

__ADS_1


"Harusnya aku tidak perlu menciptakan ini", ujar ardi dalam benaknya.


"Harusnya aku membiarkan diriku saja yang bergelora tanpa melibatkan sofi di dalamnya", pikir ardi lagi.


Penyesalan ardi sia-sia, karena kini bukan hanya api miliknya yang sudah berkobar, dan membakarnya, tapi juga milik sofi.


Ardi tidak bisa membiarkan sofi terbakar bersamanya.


Ardi harus mencari jalan keluar sebelum semuanya terlambat.


**


Minggu pagi, saat ardi keluar dari kamar, ardi melihat sofi dan bibi sedang berbincang, kemudian ardi melihat darko keluar dari arah dapur membawa semangkuk indomie.


"Pagi yang sangat rame, mungkin karena hari minggu", gumam ardi di benaknya.


Ardi kemudian berjalan ke arah mereka dan ikut bergabung di meja makan, untuk sarapan sebelum pergi ke bandara.


"Penerbangan jam berapa mas", tanya mila pada ardi.


"Jam sepuluh mil", jawab ardi


"Masih ada dua jam lagi", ujar ardi lagi.


"Udah siap semua", tanya sofi, tanpa menatap ke arah ardi.


"Udah", jawab ardi lembut sambil tersenyum pada sofi.


Mereka kemudian bercanda dan meminta ardi untuk membawa oleh-oleh yang banyak saat ardi kembali ke manado.


Tawa semua yang ada di meja makan, dan ardi yang terlarut dengan tawa dari sofi, membuat mereka tidak menyadari kalau ada tamu yang baru masuk parkiran, dan berjalan ke arah mereka.


"Mas itu bukan maya sama tante keke", ujar darko, sambil melihat dua perempuan yang berjalan ke arah mereka.


Ardi tidak sempat terkejut dan hanya terpaku saat kedua orang yang di maksud darko menyapa mereka.


"Selamat pagi", ujar suara seorang ibu paruh baya, yang bernama tante keke.


"Ini istrimu mau kasih surprise katanya", ujar tante keke dengan senyum ramahnya.


Ardi secara otomatis langsung menatap sofi, tapi maya meminta perhatiannya.


"Pagi semua, mas aku sengaja jemput kamu tanpa kasih kabar, aku cuma mau bikin kejutan untuk suamiku", ujar maya, dengan riangnya.


Maya kemudian berjalan ke arah ardi, menghampiri ardi dan mencium tangan ardi.


Setelah tersenyum pada maya, ardi kembali melihat ke arah sofi.


sofi yang semenit lalu masih tertawa, langsung kaget dan mengukir senyum tipis di bibirnya.


Mata ardi dan sofi bertemu, saat sofi melihat ardi.


Ardi bisa melihat pancaran mata sofi yang selalu berkilau dan tersenyum setiap hari, berubah seperti gelas krystal yang retak dan hampir menumpahkan seluruh isinya.


**

__ADS_1


__ADS_2