
***
Desember 2017 -
Ardi masih tidak bisa mendeskripsikan bagaimana ardi harus bersikap pada sofi.
Hati ardi terasa sakit saat mengingat sorot mata sofi untuknya, begitu sofi mengetahui kondisinya.
Ardi menyesal karena sofi harus mengetahui kondisi ardi bukan darinya.
Ardi memang berencana untuk memberi tahu sofi kalau dia sudah menikah, tapi nanti saat ardi kembali dari cutinya.
Ibu mertua ardi kemudian meminta ardi untuk segera berkemas.
Memang ardi sudah memberi tahu maya jadwal cutinya, tapi ardi tidak pernah mengira mereka akan menjemput ardi di manado.
Selama tiga tahun menjadi suami maya, belum pernah sekalipun maya menjemput ardi, atau menemui ardi di lokasi project.
Ardi kemudian kembali ke kamarnya dan mulai memasukkan perlengakapannya ke koper.
Ardi tidak bisa fokus untuk sekedar membereskan sisa barangnya di meja.
Bayangan rasa sakit di mata sofi, membuat tangan ardi gemetar.
Setelah semua beres, ardi keluar dari kamar, dan ardi menutup pintu kamarnya.
Ketika ardi kembali ke meja makan, ardi sudah tidak melihat sosok sofi lagi.
"Udah siap semua", tanya tante keke, ibu mertua ardi.
"Udah bu", jawab ardi sambil tersenyum.
Ardi melihat sekitar, tapi masih tak bisa menemukan sosok sofi.
"Cari apa mas", tanya darko pada ardi.
"Bibi kemana", tanya ardi balik pada darko.
Darko kemudian memberitahu keberadaan bibi pada ardi, dengan menunjuk arah dapur.
"Bu, saya pamit sama bibi sebentar", ujar ardi pada tante keke.
"Oke", jawab tante keke singkat.
Ardi berjalan ke arah dapur untuk mencari bibi.
"Bi, liat sofi", tanya ardi pada bibi, saat ardi sudah ada di dapur.
"Enggak pak", jawab bibi tanpa melihat ardi.
Ardi kemudian menepuk pundak bibi, lalu meraih tangan bibi.
"Bi, titip sofi ya, begitu selesai cuti, saya janji akan secepatnya kembali", ujar ardi pada bibi.
"Pak ardi, alangkah lebih baik, kalau pak ardi tidak mengganggu sofi lagi", ujar bibi.
"Saya tahu bi, saya salah, tolong jaga sofi sampai saya kembali ya", pinta ardi.
Bibi menyetujui ardi, ardi kemudian keluar dari dapur, setelah meminta bibi untuk memperhatikan menu makanan sofi, tak lupa ardi juga meninggalkan uang untuk bibi belanja kebutuhan sofi.
__ADS_1
Setelah kembali dari dapur, ardi pamit pada rekan-rekan kerjanya yang masih berkumpul di meja makan.
"Have fun mas ardi", ujar mila.
Ardi tersenyum pada mila, dengan sekali lagi melihat ke arah kamar sofi, kemudian ardi membawa kopernya menjauh dari paviliun.
Di perjalanan, hanya wajah terkejut sofi yang menghiasi benak ardi.
Mata sofi yang sangat menusuk, membuat hati ardi seperti tertancap pisau yang sangat tajam.
Sesekali ardi masih menyimak obrolan istrinya dan ibu mertuanya.
Menjawab pertanyaan mereka, lalu kembali terdiam, karena pikiran ardi sangat penuh oleh sofi.
Alasan tante keke menjemput ardi ke manado, karena sudah hampir satu tahun ardi tidak terlihat di rumah tante keke.
Tetangga dengan mulut usilnya menanyakan keberadaan ardi, dan menanyakan apakah ardi masih suami maya.
Tante keke tidak suka akan gunjingan tetangga terhadap maya.
Dia langsung mengajak maya untuk menjemput ardi di projectnya.
"Maaf ya ibu lupa ngabarin, soalnya ini juga keputusan mendadak", ujar tante keke pada ardi dengan santai.
Ardi hanya tersenyum pada tante keke, ardi tidak bisa menyalahkan mereka karena sudah membuat hati orang yang ardi cintai terluka.
Semalam ardi masih bersama sofi, dan sofi menciumnya, tapi bukan dengan ciuman penuh gairah yang bisa ardi balas untuk sofi.
Ardi malah membalasnya dengan menghancurkan hati sofi.
Ardi kemudian melihat ke arah maya, maya terlihat acuh dengan keberadaan ardi, dan asik bermain dengan handphonenya.
Menurut tante keke, dia sudah menyewa mobil selama dua hari penuh.
Ardi kemudian menjadwalkan ulang keberangkatannya, dan juga memesan tiket untuk maya dan tante keke pulang ke solo bersama ardi.
**
Pesawat yang berangkat membawa ardi dan keluarganya, di jadwalkan jam sembilan pagi.
Maya harus bolos kuliah di hari senin, dan meminta ardi, untuk mengantarnya kuliah di hari selasa.
Meski raga ardi bersama istrinya, tapi jiwanya mengembara bersama sofi.
Ardi bingung bagaimana menjelaskan pada sofi, ardi juga tidak berani mengirim pesan pada sofi.
Ardi ingin sekali menemui sofi, dan meminta maaf padanya.
Jika ardi harus berlutut supaya sofi memafkannya, ardi akan lakukan dengan senang hati.
Ardi hanya perlu mempercepat cutinya dan kembali pada sofi.
Begitu sampai di rumah maya di solo, ardi menyapa beberapa tetangga yang penasaran dengan keberadaan ardi.
Tante keke sangat puas karena bisa membungkam gunjingan tetangga.
Tidak banyak aktifitas yang ardi lakukan di rumah maya.
Biasanya pagi hari ardi sarapan sendiri, maya baru bangun agak siang.
__ADS_1
Ibu mertua ardi juga sudah pergi sejak pagi.
Begitu maya bangun, ardi hanya perlu mengantar maya kuliah, dan menjemputnya sore hari.
Siang harinya, ardi hanya di rumah, menelvon ibunya, atau berfikir mengenai ucapan yang harus ardi utarakan pada sofi.
Ardi tahu sofi marah besar, apapun yang ardi katakan, pasti akan salah di mata sofi.
Ardi menarik nafasnya karena dia menemui jalan buntu akan permasalahannya dengan sofi.
Ardi dan keluarga istrinya hanya berkumpul saat makan malam, kemudian mereka pergi ke kamar masing-masing.
Biasanya setelah makan malam, ardi mengobrol dengan pak giman, sopir keluarga maya.
Hanya saja, bayangan sofi terus memenuhi benak ardi, jadi ardi langsung beranjak masuk ke kamarnya setelah makan malam.
**
Dua minggu di rumah maya hanya ardi isi dengan mengantar jemput maya di kampus dan mengantar ibunya arisan.
Hanya itu yang membuat keberadaan ardi berarti di rumah maya.
Memang keberadaan ardi hanya untuk meredam obrolan tetangga, dan sebagai sopir tambahan untuk tante keke.
Ardi tidak ingin mengeluh, ardi hanya berusaha menerima keadaannya.
"Bu besok saya kembali ke jogja ya", pamit ardi pada tante keke saat makan malam.
"Oke", jawab tante keke dengan singkat.
Tante keke memang kurang peduli ketika ardi pamit, karena tugas ardi sudah selesai.
"Mas bayarin studi wisata ya", pinta maya pada ardi.
"Berapa", tanya ardi pada maya.
"Tiga juta", jawab maya singkat.
"Oke", ujar ardi pada maya.
"Mau kemana emang", tanya ardi lagi.
"Lombok", jawab maya singkat.
Setelah memastikan ardi mentrasfer kebutuhannya, maya langsung ke kamarnya setelah makan malam.
Tante keke menyusul maya tak lama setelah maya masuk ke kamarnya.
Mereka meninggalkan ardi sendirian yang belum selesai dengan makan malamnya.
Asisten rumah tangga tante keke hanya melihat ardi dengan tatapan iba.
Dia kemudian tersenyum pada ardi, dan ardi berterimakasih padanya karena sudah membuat makan malam yang enak.
"Ada kue lapis di kulkas mas, mau bibi potongin", ujar bibi saat ardi baru beranjak dari kursinya.
"Nggak usah bi, terimakasih", jawab ardi.
Ardi langsung berjalan menuju kamarnya, ardi berfikir, setidaknya masih ada fungsi lain, akan keberadaan ardi di pernikahannya, yaitu untuk membayar kebutuhan bersenang-senang maya.
__ADS_1
**