Hati Untuk Sofi

Hati Untuk Sofi
Penyatuan 3


__ADS_3

**


Setelah pertemuan ardi dengan keluarga sofi, keluarga memutuskan untuk menggelar pernikahan mereka di bulan desember.


Ardi hanya mengajak arsya sebagai perwakilan keluarganya, saat meminta sofi secara resmi.


Ardi dan sofi hanya memiliki waktu enam bulan untuk mempersiapkan semuanya.


Ardi tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, jadi ardi membiarkan sofi mengurus segalanya.


Keputusan ardi ternyata membuat sofi sering marah, tak jarang sofi langsung menutup telvon, saat ardi dengan mudahnya menyetujui kemauan sofi.


Ardi mencoba memberi pengertian pada sofi, karena bagi ardi adalah menikahi sofi.


Bagaimana dengan prosesinya, ardi meminta sofi mengaturnya sesuai impian sofi, tapi sofi tetap ingin ardi menyampaikan pendapatnya.


Ardi mencoba mengikuti kemauan sofi, memberi pendapat seperti yang sofi inginkan, tapi yang terjadi malah semakin banyak perdebatan yang terjadi di antara mereka selama persiapan pernikahan.


Ardi menyukai berdebat dengan sofi, tapi saat sofi berada di dekat ardi.


Saat sofi jauh dari ardi, ardi akhirnya membiarkan dirinya selalu mengalah, membujuk sofi, dan meminta maaf pada sofi.


Baru satu bulan persiapan pernikahan dimulai, ardi sudah tidak tahan dengan perdebatan yang terus terjadi di antaranya dan sofi.


Ardi kemudian meminta sofi untuk mengunjungi ardi di tempat kerjanya, saat sofi ingin membicarakan soal persiapan pernikahan.


Ardi yang culas berfikir, setidaknya saat dia berdebat dengan sofi, ardi ingin itu semua berakhir dengan memilki sofi di tempat tidurnya.


Begitu sofi mengunjungi ardi, dan mereka berdebat soal persiapan pernikahan, ardi tidak punya keinginan untuk mengalah, atau memberikan sofi banyak waktu untuk berbicara.


Ardi ingin membiarkan sofi berbicara sedikit, dan membuat sofi menjadi marah, kemudian ardi tinggal menciumi sofi, lalu melepas seluruh pakaian yang menempel di tubuh sofi.


Sofi selalu lebih tenang setelah ardi menyentuhnya.


Di mata ardi, sofi sangat lucu saat marah, dan membuat ardi semakin mencintainya.


Ardi memperlakukan sofi dengan sangat istimewa, ardi selalu memilih kamar hotel yang nyaman, selama sofi berkunjung.


Meskipun biayanya mahal, tapi hal itu tidak menganggu ardi.


Sepuluh tahun ardi bekerja, tapi baru kali ini ardi membelanjakan uangnya untuk kesenangan ardi sendiri.


Memiliki sofi di malam hari, setelah ardi lelah karena bekerja, adalah hobby baru ardi, tapi ardi tidak pernah terlalu lelah untuk mencumbu sofi setiap malam.


Selama lima bulan sebelum pernikahan mereka, sofi selalu mengunjungi ardi selama satu minggu setiap bulannya.


"Kantor nggak masalah kamu cuma kerja tiga minggu aja setiap bulan", tanya ardi saat sofi ada di pelukannya, setelah mereka berdebat soal jenis bunga yang sudah terlanjur sofi pesan.


"Beres mas, bu maria nggak masalah kok, kan dia tahu aku urus nikahan", jawab sofi sambil memejamkan mata karena mengantuk.


"Maaf ya nggak bisa bantuin", ujar ardi sambil mengeratkan pelukannya untuk sofi.


"Aku nggak mau tau, pokoknya bulan depan cuti", ujar sofi sedikit marah.


"Dua minggu sebelum harinya aja ya", pinta ardi dengan manja.


"Nggak, pokoknya kalau bulan depan nggak cuti, aku batalin semua", ujar sofi tidak mau kompromi.


"Kalau kamu mau batalin, aku nggak mau pakai pengaman lagi", bisik ardi di telinga sofi.


Mata sofi langsung melebar mendengar ucapan ardi, sofi kemudian berbalik melihat ardi.


"Tadi pakai pengaman nggak", tanya sofi terdengar khawatir.


"Enggak", jawab ardi sambil menahan tawanya.


Sofi langsung melihat ke keranjang sampah yang ada di samping tempat tidur, dan merasa lega karena masih ada bekas pengaman yang ardi pakai.


Sofi menggerutu dan meminta ardi untuk tidak bercanda.


"Aku akan lakuin lain kali kalau kamu mau batalin nikahan kita", jawab ardi memberi sofi peringatan.


"Jangan mas, tadi kan cuma bercanda, cuma ngancem aja", ujar sofi dengan manja.

__ADS_1


Ardi kemudian memeluk sofi karena sofi sudah membuatnya senang.


"Pokoknya cuti bulan depan titik", ujar sofi tegas dipelukan ardi.


Ardi menyetujui sofi dengan mencium pipi sofi, kemudian membiarkan sofi tidur dipelukannya.


**


Pak sadam memberi ardi cuti selama dua bulan, dia sangat tidak suka dengan keputusan itu karena pekerjaan di kantor sangat padat.


Pak tono yang membujuk pak sadam karena ardi jarang mengambil cuti.


Ardi langsung menemui sofi di kantornya begitu ardi mendapat cuti.


Sofi sangat senang, karena ardi menuruti kemauannya, untuk cuti satu bulan sebelum pernikahan.


Orangtua sofi kemudian mengundang ardi untuk makan malam di rumah mereka.


Pertemuan itu adalah kali ketiga ardi bertemu keluarga sofi.


Pertama mereka bertemu di sebuah restaurant di jakarta utara, saat ardi meminta sofi secara resmi.


Kedua ardi bertemu dengan orang tua sofi saat ardi menemui sofi di semarang, tiga bulan lalu saat ardi libur.


Kali ketiga ini, orang tua sofi mengundang ardi makan malam di rumahnya.


Saat sofi membawa mobilnya masuk ke area perumahan milik keluarganya, ardi tersenyum tipis.


"Kenapa mas", tanya sofi saat melihat ardi tersenyum.


Ardi menceritakan pada sofi, kalau dia sudah memutari wilayah perumahan sofi berkali-kali, dan malah tersesat di BSD saat mencari sofi, sofi hanya tertawa mendengar cerita ardi.


Begitu mobil sofi masuk ke garasi rumah orangtuanya, mamanya dengan ramah menyambut ardi.


Papanya sofi juga sangat menerima ardi sebagai pendamping sofi.


Om alex meminta ardi untuk memanggilnya papa, seperti sofi biasa memanggilnya.


Hati ardi hangat mendengar ucapan syakila, karena ternyata sofi tidak pernah berhenti mencintai ardi.


Sofi berbisik pada ardi setelahnya.


"Bukan cuma kamu yang punya cinta untuk waktu yang lama, tapi aku juga", ujar sofi lirih.


Ardi tersenyum dan membalas sofi dengan ucapan terimakasih di telinga sofi.


**


Tiga hari setelahnya ardi mengajak sofi untuk bertemu keluarga ardi di manado.


"Oh ini sofi yang namanya selalu hadir di percakapan kami", ujar ibu ardi dengan ramah.


Ibu kemudian memeluk sofi, dan berterimakasih pada sofi karena sudah mencintai ardi.


"Masuk sofi, rumah ini memang sederhana, tapi kami sangat nyaman tinggal disini", ujar ibu pada sofi.


Sofi menginap di rumah ardi selama tiga hari, dan dia tidur dengan ibu.


Mereka pergi ke pantai yang biasa mereka datangi lima tahun lalu.


Kali ini ardi bisa menggandeng tangan sofi dengan bebas, saat mereka berjalan menyusuri pantai.


Ardi juga tanpa khawatir memeluk sofi saat mereka duduk di pinggir pantai, dan menikmati suara ombak dan semilir angin.


Ardi mengatakan pada sofi, kalau dia dulu sangat menahan diri untuk tidak mencium sofi.


Sofi tersenyum mendengar pengakuan ardi.


"Sekarang tidak perlu menahan diri lagi", bisik sofi di telinga ardi.


Ardi langsung mencium sofi tanpa membuang waktu, dan menarik sofi ke pelukannya.


**

__ADS_1


Seminggu sebelum pernikahan, sofi mengajak ardi untuk makan malam dengan seluruh keluarga besarnya.


Ardi sangat terkejut begitu melihat ada aldi, pak tito dan bu maria ada di ruangan itu.


Orangtua sofi memesan ballroom hotel untuk mengajak seluruh keluarganya makan malam sebelum pernikahan, dan memperkenalkan ardi sebagai anggota baru keluarga mereka.


Sofi akhirnya menceritakan, kalau bu maria adalah sepupu ibunya, dan mahira adalah anaknya bu maria.


Mahira dan aldi adalah bagian dari keluarga besar sofi.


"Jadi yang kelola perusahaan seluruhnya adalah keluarga", tanya ardi pelan pada sofi.


"Iya", jawab sofi.


Ardi tidak menyangka bahwa perusahaan keluarga yang bu maria kelola, seluruh divisi utamanya diisi oleh keluarga besar mereka.


Sofi menjelaskan ada beberapa posisi yang diisi oleh orang lain, nggak seluruhnya keluarga, tapi tetap ada ikatan darah meski itu jauh.


Menurut sofi, sofi sendiri tidak langsung mendapatkan posisi yang strategis.


Dia memulai bekerja sebagai karyawan administrasi, asisten, lalu adviser.


"Kok kamu nggak pernah cerita sof", tanya ardi pada sofi.


"Mas nggak pernah nanya", jawab sofi santai.


"Kirain mas udah tau", ujar sofi lagi.


Ardi yang tidak percaya diri ada di lingkarkan keluarga sofi, menjadi lebih santai, saat sofi tidak pernah melepas tangan ardi, meski sofi sedang berbicara dengan orang lain.


Seluruh keluarga sofi menghabiskan makan malam dengan hangat, dan bercerita tanpa ada habisnya.


Ardi juga di perkenalkan pada mahira, sepupu sofi yang biasa ardi dengar dari cerita sofi.


Mahira adalah sosok perempuan yang akan membuat siapapun melihat ke arahnya saat dia lewat.


Semua pakaian yang mahira pakai, adalah highend brand, tasnya juga tas limited edition.


Sementara sofi, sofi jauh lebih sederhana dari mahira, sofi menyukai hal yang membuat matanya senang, meski harganya murah.


Mahira datang dari singapore dua hari yang lalu, dan dia langsung meminta sofi untuk menginap di rumah ibunya, bu maria di lebak bulus, untuk menceritakan semua yang terjadi.


Seluruh keluarga sofi sangat hangat pada ardi, mereka tidak pernah melihat ardi sebelah mata.


Awalnya ardi sangat tidak percaya diri begitu mengetahui bahwa sofi merupakan bagian dari keluarga konglomerat, tapi seluruh keluarga sofi begitu hangat, ramah, dan membuat ardi merasa sangat diterima.


Bu maria dan pak tito juga mengobrol sangat santai dengan ardi.


Bu maria meminta maaf pada ardi, karena sudah ikut campur dengan hubungannya dan sofi.


Bu maria hanya ingin melindungi anggota keluarganya, dan dia tidak bisa membiarkan sofi berhubungan dengan pria yang sudah memiliki istri.


Ardi sangat menghargai keputusan bu maria.


Ketika ardi menanyakan darimana bu maria mengetahui mengenai hubungan mereka, bu maria lalu menunjuk sosok pak tito.


**


Pernikahan sofi dan ardi di gelar dengan mewah dan sangat private.


Undangan juga hanya di hadiri oleh seluruh keluarga sofi, seluruh keluarga ardi, beberapa kerabat dekat ardi dan sofi, serta rekan-rekan kerja mereka.


Ardi dan sofi memutuskan untuk menikah di bangka belitung, dan berbulan madu mengelilingi eropa sesuai mimpi sofi dulu.


Tiket perjalanan dengan first class, merupakan kado pernikahan yang di berikan bu maria dan pak imam.


Sofi sangat senang, karena keinginannya yang sempat tertunda karena pandemi akhirnya tercapai.


Sofi merasa kebahagiaannya bertambah, karena dia bisa mencapai keinginannya dengan orang yang sofi cintai.


Ardi sendiri tidak begitu peduli kemana mereka pergi, bagi ardi, asalkan bersama sofi, ardi sudah luar biasa bahagia.


**

__ADS_1


__ADS_2