
***
Sofi akhirnya sampai di manado, setelah tiga jam ada di udara.
Pak dante, driver yang bertugas mengantar jemput karyawan dari bandara, sudah menunggu sofi.
Sofi meminta pak dante dengan ramah, untuk menceritakan sedikit tentang situasi lokasi konstruksi saat ini.
Pak dante hanya menyampaikan kalau semuanya berjalan lancar, dan tidak ada masalah yang bisa mengganggu jalannya pekerjaan.
Sofi mengucapkan terimakasih pada pak dante begitu mereka sampai di paviliun.
Sofi terkejut, karena paviliun yang akan dia tempati, menurut sofi sangat keren.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam ketika sofi sampai, bu maria kemudian meminta sofi untuk segera istirahat, karena besok pagi sofi sudah harus mulai bekerja.
Sofi memilih kamar nomer sebelas yang ada di sisi sebelah kanan dari bangunan paviliun.
**
Sofi membawa senyumnya saat dia menginjakkan kaki di hari pertama di lokasi konstruksi.
Bu maria kemudian meminta sofi untuk ikut dengannya ke office kit.
"Mam, ini sofi yang akan gantikan aku mengawasi kalian", ujar bu maria.
Sosok pak imam, sudah beberapa kali sofi temui.
Pak imaam lalu berdiri kemudian menjabat tangan sofi.
Sofi juga di perkenalkan dengan darko, engineer yang sedang bertugas.
Setelah darko menjelaskan sedikit perkembangan kondisi di lapangan pada sofi, darko mengajak sofi untuk melihat lokasi konstruksi.
Sofi kemudian meminta darko untuk kembali ke pekerjaannya, karena sofi ingin menanyai beberapa pekerja lain.
"Kalau ada pertanyaan bu sofi bisa panggil saya", ujar darko.
"Sofi aja, kita seumuran kan", ujar sofi pada darko.
"Saya baca semua resume pekerja sebelum saya ke sini", ujar sofi menjelaskan pada darko, karena darko mengerutkan keningnya saat sofi mengetahui usianya.
Darko tersenyum dengan jawaban sofi, lalu meninggalkan sofi yang mulai berbincang dengan mandor bangunan.
Sofi kemudian kembali ke office kit karena dia belum sarapan, dan juga memang pekerjaan utama sofi ada di balik meja, meski sofi bertugas di lapangan.
Sofi mulai menyusun pekerjaannya sesuai dengan arahan bu maria, setelah sofi sarapan.
Saat makan siang, perwakilan dari sub kontraktor bernama pak budi datang untuk menemui pak imam.
Bu maria menawarkan pak budi untuk makan siang bersama, pak budi menyetujui, karena dia tidak ingin membuang kesempatan emas untuk bisa lebih dekat dengan bu maria.
__ADS_1
Pak budi sama seperti kontraktor lain, dia punya harapan kalau bu maria dan perusahaannya, bisa menggandeng perusahan pak budi untuk menjadi relasi dan partnernya.
Sofi masih mendengar cerita pak tito soal project yang ada di bali, saat bu maria menyambut engineer utama yang bernama ardi.
Sofi berdiri begitu pak tito selesai bicara, dan memperkenalkan diri pada ardi, tapi ardi bersikap kasar dan tidak menyambut tangan sofi.
Sofi tidak ingin berfikir terlalu jauh, dan memilih untuk membiarkan sikap ardi.
Sofi kemudian kembali berbincang dengan pak tito, dan mengabaikan ardi yang baru saja tersenyum padanya.
**
Dua bulan sudah sofi di manado, sofi sering menghabiskan waktunya di lokasi project untuk mengawasi jalannya konstruksi.
Sofi ingin memastikan semua berjalan lancar.
Sebenarnya tugas sofi hanya cukup duduk di office kit, dan menunggu laporan dari darko atau ardi, tapi sofi ingin terjun langsung, memastikan semuanya berjalan sesuai jadwal.
Sofi juga mulai dekat dengan darko, mereka cepat akrab setelah pertemuan pertama mereka.
Selain karena mereka seumuran, sofi juga menyukai logat jawa darko ketika dia berbicara.
Bagi sofi, sangat menyenangkan memiliki teman seusianya di lingkungan kerja, karena itu jarang terjadi.
Selain darko, ada dito, mila, juga ardi yang usianya terpaut empat tahun dari sofi, tapi ardi tidak ramah pada sofi dan hanya bicara seperlunya.
Mila dan dito selalu sibuk, jadi hanya darko yang sering sofi ajak bicara.
Itupun hanya saat sofi atau darko punya waktu luang.
Sofi meminta darko untuk menemaninya, setelah sofi meminta ijin dari pacar darko.
Tidak hanya darko, terkadang juga sofi jalan dengan dito atau mila, tapi dito dan mila sering terlihat lelah, jadi sofi tidak tega untuk mengganggu hari libur mereka.
Sofi selalu mengusahakan bahwa waktu bermain dan bekerja sofi harus seimbang, jadi tidak terlalu stress dengan hidup.
Sofi juga sering bergabung saat darko berbincang dengan pacarnya di video call.
Sofi meminta mala, kekasih darko, untuk tidak perlu cemburu pada sofi, karena sofi cuma butuh teman untuk bepergian, bukan kekasih.
Mala paham, dan mempercayai pertemanan sofi dan darko.
**
Bulan agustus sudah berakhir, tak terasa waktu cepat berlalu.
Hari sabtu, dan sofi libur kerja, sofi ingin bepergian di hari liburnya, sayangnya darko kerja, begitupun dengan pak tito.
Sofi kemudian menjelajah instagram, mencari tahu lokasi wisata di manado yang belum sofi kunjungi.
Sofi melihat sebuah foto air terjun yang menurutnya cantik, jaraknya tidak jauh dari paviliun.
__ADS_1
Sofi tersenyum, dan memutuskan untuk pergi ke air terjun tersebut.
Sofi langsung bersiap dan mandi karena sudah tidak sabar untuk melihat air terjun kima atas.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lewat lima belas, ketika sofi merasa lapar.
Setelah sofi melihat kaca, dan merasa percaya diri dengan penampilannya, sofi keluar dari kamar untuk sarapan.
Di meja panjang yang biasa di pakai untuk berkumpul dan makan bersama masih sepi.
Sofi melihat sekeliling dan terlihat bibi sedang menyapu halaman.
"Bi, pak dante kemana ya", tanya sofi pada bibi.
"Pak dante di proyek kak sofi", jawab bibi ramah.
Sofi kemudian duduk di meja makan, dan memilih sarapan favoritnya.
"Mau kemana kak sofi siang-siang gini", tanya bibi yang melihat sofi sudah rapi di hari liburnya.
"Pingin liat air terjun bi, tapi nggak mau sendiri", jawab sofi.
"Ajak pak ardi tuh, hari ini dia libur, sebentar lagi pasti bangun", ujar bibi sambil menunjuk kamar ardi.
"Nggak ah, dia aja nggak pernah ngobrol sama sofi, bingung bi kalau ngajak orang pendiem", jawab sofi sambil memulai menata sarapannya.
Sofi memang meminta bibi untuk tidak memanggil dengan sapaan bu, seperti pada bu maria.
Sofi merasa kalau sofi masih belum tua, dan belum memiliki anak untuk di panggil dengan sebutan ibu.
Bibi menerima itu dengan baik, bibi juga menjadi dekat dengan sofi.
Bibi melanjutkan menyapu halaman, dan tinggalah sofi sendiri di meja makan.
Sofi memakan sarapannya, sambil menjelajah instagram dan membalas pesannya.
Sofi sibuk dengan obrolannya dengan mahira dan mamanya, hingga sofi tidak menyadari ardi menyapa sofi.
Ketika sofi ingin mengambil minum, sofi melihat ardi sudah duduk di depannya, dan dia tersenyum pada sofi.
Setelah menjawab pertanyaan ardi, sofi menyelesaikan sarapannya dan bergegas untuk pergi.
"Mau kemana sof, pagi begini", tanya ardi.
Sofi menjelaskan kalau dia ingin melihat air terjun, dan ardi langsung menawarkan untuk menemani sofi.
Sofi terkejut dengan sikap ramah ardi, karena biasanya ardi selalu terlihat tidak menyukai sofi.
Seringnya juga tidak ramah pada sofi, meski sofi yakin ardi tidak membencinya, tapi ardi selalu terlihat menjaga jarak dengan sofi, dan tidak ingin berteman dengan sofi selama tiga bulan terakhir.
Sofi ingin menolak karena merasa canggung pergi dengan ardi.
__ADS_1
Sofi baru saja menolak tawaran ardi, tapi ardi sudah kembali dan memakai topinya.
**