
**
Tiga puluh hari terlewati, sejak hari sabtu yang ardi habiskan seharian penuh dengan sofi.
Puluhan detik sudah ardi lewati, dengan merasakan hatinya bergetar setiap sofi memangil namanya.
Rasa yang ingin ardi simpan, perlahan ardi sampaikan.
Bukan dengan kalimat yang jelas, atau penyampaian yang membuat sofi cukup mengerti.
Ardi tidak pernah pintar dalam membuat kalimat, untuk orang bisa mengerti maksud hatinya.
Dengan memberikan sofi perhatian dari pagi sampai malam hari, adalah cara ardi menyampaikan cintanya.
Ardi mulai mempelajari tentang sofi, tentang hal yang sofi sukai, dan yang sofi tidak sukai.
Setiap hari, sofi menggerakkan pikiran dan hati ardi untuk selalu ada didekatnya.
Setiap hari, sofi juga menggunakan sihirnya dengan menyentuhkan kecemasan di hati ardi.
Satu bulan sudah ardi mempelajari tentang sofi lebih dalam, dan ardi memutuskan untuk menyampaikan cintanya untuk sofi.
Tidak banyak perkembangan yang terjadi dengan kisah kasih yang ardi miliki di hatinya.
Ardi memang memberikan semua hatinya untuk sofi, tapi ardi tidak ingin sofi membalasnya.
Ardi ingin membiarkan hatinya bahagia dengan hanya ada di sekitar sofi.
Masih ada waktu selama tiga bulan untuk ardi tetap bisa ada di sekitar sofi, sebelum ardi cuti panjang.
Sebenarnya ardi enggan untuk mengambil cuti, tapi keluarganya rindu, dan mereka meminta ardi segera pulang.
Ardi berencana menghabiskan lebih banyak waktu dengan sofi, sebelum cuti ardi dimulai.
Ardi ingin lebih sering mendengar tawa sofi, dan menikmati setiap rayuan sofi.
Setelah cuti ardi selesai, ardi berencana akan langsung kembali, dan tak ingin melewatkan satu haripun tanpa memberi perhatian pada sofi.
Mungkin ardi berlebihan, jika menginginkan sofi menjadi miliknya, atau mungkin itu hanya ilusi yang ardi ciptakan, karena dengan berani menginginkan cinta sofi.
Apapun itu, ardi bahagia saat ini karena bisa melihat senyum sofi setiap hari.
Desember akan menjadi cuti panjang bagi ardi, ardi baru bisa bertemu dengan sofi di awal januari.
Sebulan itu sangat lama bagi ardi, untuk tidak bisa melihat sofi, tapi ardi akan memastikan kalau sofi akan mendapat kabarnya setiap hari.
Sebulan terakhir hubungan sofi dan ardi memang masih sebatas pertemanan, dan mungkin akan sebatas itu.
Yang sebelumnya hanya sofi dan darko yang begitu dekat, kini sofi selalu menyertakan ardi dengan candaanya.
Yang sebelumnya hanya ardi dan sofi sebagai rekan kerja, kini ardi dan sofi sebagai teman.
Yang sebelumnya pak ardi kini menjadi mas ardi.
__ADS_1
Yang sebelumnya hanya sepatah kata, sekarang berubah menjadi kalimat penuh.
Ardi merasa nyaman dan terhanyut dengan situasi yang sofi ciptakan.
Semua masih cukup terkendali, sekalipun sikap ardi.
Meski sulit, ardi selalu berusaha untuk mengendalikan perasaannya, dan tetap menjadi ardi yang menyimpan cintanya untuk sofi.
**
Bulan terakhir sebelum ardi masuk masa cutinya, ardi sering menghabiskan waktu tidak hanya di hari liburnya, tapi juga di malam hari bersama sofi.
Jika ardi dapat shift malam, biasanya sofi selalu menunggu ardi pulang, sebelum dia masuk ke kamarnya untuk tidur.
Sofi juga mulai menceritakan tentang dirinya pada ardi.
Sofi lahir dan besar di kota jakarta, tapi setelah sofi lulus SMA, keluarganya pindah ke kota tangerang selatan tepatnya di BSD.
Sofi kemudian melanjutkan kuliahnya di singapore.
Sekelumit cerita dari banyaknya cerita, yang sofi bagikan pada ardi di kebersamaan mereka.
Ardi juga merasa spesial, ketika sofi memanggil ardi dengan sapaan mas ardi.
Hanya ardi yang mendapat panggilan mas di lokasi konstruksi, sisanya sofi memanggil pekerja yang lebih senior dari sofi dengan sapaan pak.
Ardi dan sofi semakin dekat, dan terkadang sesekali ardi mulai mendapati sofi sedang menatapnya, tapi ardi selalu berfikir, kalau yang ardi lihat adalah kebohongan yang otaknya ciptakan.
Pergi dengan sofi, sudah menjadi agenda di hari libur ardi.
Mereka tidak selalu berdua, kadang dito atau mila bergabung dengan mereka.
Bagi ardi, sofi adalah narkoba yang ardi milki secara personal, karena sofi berhasil menjerat ardi dengan candunya.
Sofi juga selalu menyenangkan dan lucu, ardi menjadi sangat nyaman pergi dengan sofi.
Minggu lalu di waktu libur ardi, mereka pergi kuliner di restoran yang sangat lezat di jalan martadinata.
Sabtu ini, ardi memilih untuk meminjam mobil pak dante, untuk mengajak sofi pergi, karena sofi memakai dres selutut dengan motif floral.
Ardi tidak sampai hati mengajak sofi pergi dengan menggunakan motor, meski ardi sangat suka berdua dengan sofi menggunakan motor, tapi ardi tidak ingin kaki mulus sofi tertiup dinginnya angin manado.
Tidak banyak yang lalu lalang di hari sabtu sore, terkadang pak tito terlihat sesekali berbincang dengan sofi.
Selebihnya, hari sabtu hanya ada ardi, sofi, dan bibi.
Mila sama dito juga kadang terlihat, tapi mereka lebih sering menghabiskan waktu di kamar mereka.
Sementara pak tito, dia selalu pergi memancing di hari liburnya.
Sore di pantai dengan sofi, ardi selalu mengajak sofi untuk berjalan di tepian pantai terlebih dahulu, kemudian mereka mencari tempat duduk untuk menikmati sunset dan es kelapa muda.
Biasanya sofi yang selalu bercerita untuk ardi, sementara ardi lebih memilih untuk mendengar sofi.
__ADS_1
Cerita sofi sabtu sore ini, di mulai dengan keponakan sofi yang sangat lucu, sofi juga memperlihatkan foto mereka pada ardi.
Sofi memiliki kakak laki-laki, dia dan keluarganya tinggal tidak jauh dari rumah orang tua sofi.
Adam namanya, dan istrinya syakila, sofi bilang kalau dia menyebut istri kakaknya, dengan panggilan kak kiki.
Sofi juga mengatakan, kalau dia sering menumpahkan segala keluh kesahnya kepada syakila, meski syakila merupakan kakak ipar sofi, tapi bagi sofi, syakila sudah seperti kakak perempuan yang tidak pernah sofi miliki.
Syakila sudah berperan sebagai kakak dan sahabat sofi semenjak syakila berpacaran dengan adam.
Adam dan syakila, kini memiliki dua putri, bernama kalia dan kala.
Setiap sofi menceritakan tentang keluarganya, dia selalu memperlihatkan binar matanya pada ardi.
Mereka menghabiskan waktu hingga cukup malam, sofi dengan ceritannya, dan ardi yang hanya terhanyut dengannya.
Ardi sedikit bercerita tentang keluarganya, saat sofi menanyakan tentang keluarga ardi.
Ayah ardi sudah tiada, ayahnya meninggalkan ardi, saat ardi baru lulus dari sekolah menengah utama.
Ayah ardi pergi karena serangan jantung, dan terjadi saat ardi sedang menjalankan ujian nasional di hari terakhir.
Mendengar cerita ardi sofi langsung memeluk ardi.
"Maaf mas, aku nggak tau", ujar sofi sambil memeluk ardi.
"Maaf karena karena kamu harus lewatin itu semua", ujar sofi lagi.
Sofi kemudian melepas pelukannya dan ardi hanya tersenyum pada sofi.
Ardi tahu, itu hanya pelukan simpati dari sofi, tapi hal itu membuat ardi bahagia, karena dia selalu ingin merasakan kehangatan sofi.
Ardi mengajak sofi makan malam di area pantai, sekitar pukul delapan malam, karena sofi sangat menyukai seafood.
Hampir setiap mereka pergi ke pantai, ardi selalu mengajak sofi untuk makan di area pantai.
Favorit sofi adalah udang goreng tepung dan ikan bakar.
Setiap ardi memesan udang goreng untuk sofi, sofi selalu menghabiskannya sendiri.
Ardi juga menyukai udang, kadang ardi merebutnya dari sofi.
Karena udang sudah menjadi makanan pengikat ardi dan sofi, ardi selalu meminta bibi untuk sering memasak udang untuk mereka, terutama udang goreng tepung.
Sisi kekanakan ardi selalu muncul saat ardi mulai berebut udang dengan sofi.
Ardi memang tidak banyak bicara, tapi ardi suka saat melihat sofi kesal, ketika ardi mengambil piring yang berisi udang saat sofi sedang memakannya.
Bibi selalu mengatakan akan memasak lebih saat mereka mulai berebut udang goreng, tapi ardi selalu bilang pada bibi, untuk tidak perlu memasaknya terlalu banyak.
Ardi menutup malam di pantai dengan membiarkan sofi makan udang goreng favoritnya dengan tenang, karena sofi sudah memberikan pelukan untuk ardi.
Mereka menutup malam mereka di pantai, dengan sofi yang terlihat senang dan ardi yang bahagia.
__ADS_1
**