Hati Untuk Sofi

Hati Untuk Sofi
Hati Sofi 3


__ADS_3

**


Setahun terlewati, tapi ardi masih enggan beranjak dari benak sofi dan juga hati sofi.


Rasa sakit yang ardi berikan untuk sofi, juga masih terasa sangat dalam.


Sofi masih sering merindukan perhatian dari ardi.


Ingatan soal ardi memang tidak membuat sofi menangis lagi, tapi selalu berhasil membuat sofi tersenyum kecut pada dirinya.


Sofi menyadari kalau rasa cinta yang ardi tanamkan di hati sofi terlalu dalam.


Terlalu sulit bagi sofi untuk lari dari bayangan ardi, juga lari dari kerinduan sofi untuk ardi.


Memiliki rasa cinta kepada pria yang sudah berkeluarga adalah hal yang sangat hina bagi sofi.


Sofi selalu merasa jijik pada perasaannya untuk ardi.


Padahal rasa cinta itu bukan datang karena sofi yang mau, tapi waktu yang memberi sofi kesempatan, untuk sofi merasa bahagia dan sedih secara bersamaan.


Di hari cuti sofi, sofi pergi menemui mahira di singapore.


Sofi mendapatkan cuti selama sebulan, setelah setahun penuh fokus bekerja di project.


Mahira baru saja memiliki bayi, dan mahira meminta sofi untuk membantunya.


Sofi langsung terbang ke rumahnya, tanpa keberatan.


Mahira tinggal di blok apartment yang terletak di nassim hill singapore.


Rumahnya sangat luas untuk keluarga kecilnya.


"Kamu kenapa jadi sering melamun", tanya mahira ketika dia mendapati sofi melamun di balkon.


"Enggak, cuma lihat langit aja", jawab sofi sambil tersenyum.


"Aku udah denger loh ceritanya", ujar mahira.


Sofi terkejut, karena selama ini sofi berusaha menutupinya.


Tidak ada yang membahas soal ardi, baik saat di rumah ataupun di kantor.


Kemudian sofi teringat kalau mamanya tidak pernah memarahi sofi lagi karena hal sepele.


Mamanya juga selalu tidur dengan sofi di malam hari, bercerita pada sofi, sampai sofi ketiduran.


Padahal sofi hanya menceritakan semuanya pada kak kiki.


Dasar kak kiki bocor, pikir sofi dalam hati, dan merasa sedikit kecewa.


Sofi jadi teringat, kalau selama setahun terakhir, semua orang selalu terlihat selalu menjaga perasaannya.


Sofi akhirnya mengambil kesimpulan mengenai perilaku keluarganya.


Mereka seperti bahu membahu membuat sofi sibuk dan tidak ingin membiarkan sofi sendiri.


Papanya selalu hadir disisi sofi ketika sofi menonton film, mamanya tidak pernah absen tidur dengan sofi, dan adam membiarkan sofi belanja dengan kartu kreditnya.


Sofi akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada mahira, tanpa air mata setetes pun mengalir di pipi sofi.


Mahira langsung memeluk sofi, begitu sofi mengakhiri ceritanya.


"Ini udah hampir dua tahun loh sof", ujar mahira.


"Kamu harus kasih waktu ke dirimu sendiri untuk berfikir ulang, kamu nggak bisa sedih terus karena dia, kamu juga harus melepaskan perasaanmu buat dia", ujar mahira.


Mahira juga bilang, kalau sofi harus berdamai dengan proses sedihnya.


Memberi waktu untuk dirinya mengenang, sekaligus melepaskan perasaannya untuk ardi.


Mahira menekankan, bahwa semua yang terjadi jangan akhirnya membuat sofi membenci dirinya, tapi biarlah terjadi sebagai pembelajaran untuk sofi.

__ADS_1


Mahira memeluk sofi cukup lama, dan mengatakan kalau sofi akan baik baik saja.


Mahira juga yakin kalau suatu saat nanti, sofi pasti akan bertemu laki-laki keren lainnya.


**


Dua minggu sofi menemani mahira, membantunya, dan melepaskan kerinduan sofi dengannya.


Mereka kembali seperti anak sma, cekikikan, mengingat cerita masa lalu, dan pergi ke mall untuk shopping.


Sudah waktunya sofi harus kembali kerumah, dan membiarkan mahira repot sendiri mengurus bayinya.


Mahira mengantar sofi ke bandara, dia sedih melepas kepergian sofi.


"Pokoknya aku mau kamu kesini sebulan sekali ya", pinta mahira sambil memeluk sofi.


"Siap", jawab sofi sambil tersenyum.


Mahira kemudian melepas pelukannya, dan membiarkan sofi berjalan menuju check point.


Sofi memutuskan untuk langsung pergi ke bali, dari singapore.


Sofi mengikuti saran mahira, mahira benar, sofi harus meluangkan waktu untuk melepas perasaan cintanya untuk ardi.


Ardi hanyalah sebuah kenangan manis yang sofi miliki di masa lalu, sofi tidak bisa membawa ardi ke masa depannya.


Sesampainya di bali, sofi memesan kamar di resort yang memiliki akses ke pantai secara langsung.


Sambil berjalan di tepian pantai, sofi kembali mengingat semua kenangan manis yang ardi berikan untuknya.


Sofi membiarkan dirinya mengingat setiap hal kecil tentang ardi.


Tersenyum dan mengenang akan adanya ardi di dunia ini.


Sofi kembali menangis ketika mengingat kalau ada perempuan yang sangat beruntung memiliki ardi.


Sofi menggunakan waktunya untuk menikmati proses sedihnya, mengingat ardi, dan menyadari kalau ardi jauh dari gapaianya.


"Aku melepasmu cukup sampai sini mas", ujar sofi begumam dan berharap ardi mendengar sofi.


**


Tahun 2019.


Semua sudah kembali normal, sofi sudah kembali makan puding coklat kesukaanya.


Menyatap makanan favorit sofi seperti udang, juga kembali membuat sofi antusias.


Teh pucuk juga kembali menghiasi meja kerja sofi, saat sofi ada di lapangan.


Beberapa pria mencoba mendekati sofi, tapi hati sofi masih belum tergerak untuk menerimanya.


Dua bulan lalu, darko memberi sofi kabar dan mengundang sofi di pernikahannya dengan mala.


Sofi meminta maaf karena tidak bisa hadir, dan hanya mengirim karangan bunga untuk darko dan mala.


Ardi masih sesekali hadir di benak sofi, tapi hal itu tidak membuat sofi sedih.


Hanya rasa rindu sofi untuk ardi yang kadang muncul di permukaan, dan membuat sofi bimbang.


Rumah sakit tikala manado kini sudah beroperasi.


Bu maria menugaskan sofi untuk terus mengawasi perkembangan rumah sakit tersebut.


Tanah yang dulu kosong, juga sudah mulai di bangun panti jompo, dan pembukaan akan di lakukan akhir tahun 2020.


Taman rumah sakit sangat indah sesuai design pak imam.


Sofi berterima kasih secara pribadi pada pak imam, karena sudah membuat design taman yang sangat cantik.


Dua kali perusahaan bu maria menjamu pak imam dan timnya.

__ADS_1


Perusahaan hanya ingin berterimakasih pada pak imam dan timnya, karena sudah bekerja dengan sangat baik.


Ardi tidak pernah terlihat di jamuan tersebut.


Sofi sudah sangat khawatir, ketika sofi harus bertemu dengan ardi, tapi ardi selalu di wakilkan oleh atasanya, pak tono namanya.


Sofi juga mengirim pot bunga untuk pak imam saat pembukaan rumah sakit di mulai.


Sofi meminta maaf tidak bisa hadir, karena kesibukannya di project baru.


Setelah rumah sakit resmi beroperasi, sofi pergi ke manado untuk mengunjungi rumah sakit sebulan sekali.


Dalam kunjungannya, sofi selalu bertemu direktur rumah sakit, meminta laporan keuangan, dan mendengarkan penjelasan dari tim marketing mengenai strategi mereka, supaya rumah sakit tikala manado, bisa menjadi rumah sakit terbaik yang ada di manado.


Akhir 2019 pandemi memasuki negeri ini, pemerintah memutuskan untuk lockdown di pertengahan tahun 2020.


Bu maria sangat kesal, tapi dia tetap mematuhinya.


Bu maria kemudian terbang ke singapore untuk isolasi dengan keluarganya.


Pekerjaan konstruksi berhenti selama satu tahun.


Papa alex membangun kantor kecil di lahan kosong belakang rumahnya, supaya sofi, papanya, dan adam bisa bekerja dengan tenang.


Sofi ternyata mampu beradaptasi dengan mudah, bekerja di rumah ternyata adalah hal yang sofi sukai.


Sofi tidak perlu terburu-buru berangkat ke kantor, dan sofi juga selalu bisa makan siang masakan mamanya.


Adam memutuskan untuk bergabung untuk isolasi di rumah orang tuanya.


Meskipun rumah adam dekat, tapi adam meminta papanya untuk mengijinkan dia kembali ke rumah.


Selama lima bulan awal pandemi, hanya syakila yang keluar rumah untuk berbelanja.


Adam meminta papa dan mamanya untuk tidak keluar rumah, tentu saja papa alex sangat bosan dan mengeluh setiap hari, tapi adam selalu bilang, kita harus mematuhi peraturan, supaya pandemi cepat berakhir.


**


Selama satu tahun hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran karena banyaknya korban yang meninggal saat pandemi.


Tahun 2021, pekerjaan konstruksi bisa kembali berjalan.


Semua bisa beraktifitas asal mematuhi protokol kesehatan.


Mall juga sudah kembali beroperasi, hanya saja, semua orang tidak boleh masuk sembarangan, hanya yang sudah di vaksinasi yang boleh memasuki mall.


Pemerintah sudah menjalankan tujuh puluh persen vaksinasi untuk warganya, semua sudah bisa hidup normal, tapi dengan catatan, untuk tetap memakai masker di ruang publik.


Hari kamis setiap awal bulan, adalah jadwal sofi mengunjungi kota manado.


Lima tahun berlalu semenjak pertemuan pertama sofi dengan ardi.


Ardi sekarang hanya menjadi lintasan waktu di benak sofi.


Seperti biasa, sofi membawa bunga untuk direktur rumah sakit, serta lima box donut untuk perawat dan karyawan lainnya.


Dua puluh menit adalah waktu sofi untuk berbincang dengan direktur rumah sakit, mengenai perkembangan rumah sakit.


Setelahnya, sofi menuju ke kantor keuangan untuk menerima laporan, serta ke kantor marketing untuk sedikit memberi ide.


Hanya sebentar waktu kunjungan sofi ke manado, dia harus bergegas kembali ke bandara, karena harus terbang ke semarang.


Jadwal penerbangan sofi ke semarang, sekitar pukul lima sore, sofi masih punya waktu untuk kuliner sebelum pergi.


Ada beberapa dokter yang sofi kenal menyapa sofi, saat sofi keluar dari lift, dan berjalan ke arah lobby rumah sakit.


Senyum sofi pudar, saat sofi melihat sosok yang sudah menjadi hantu bagi sofi selama bertahun-tahun.


Dia langsung berdiri, begitu melihat sofi datang ke arahnya.


Setelah sofi menarik nafas, sofi melemparkan pandangannya ke tempat lain, mengabaikan hatinya yang berdebar kencang, dan tetap berjalan ke arah pintu keluar.

__ADS_1


**


__ADS_2