Hati Untuk Sofi

Hati Untuk Sofi
Sebelum Terungkap


__ADS_3

**


Semua pekerja di lokasi konstruksi rumah sakit, mulai merasakan perhatian yang ardi berikan untuk sofi.


Mereka tidak menggoda ardi, karena mereka respect pada ardi.


Mereka memilih untuk memahami ardi, dan tidak ingin ikut campur dengan tujuan ardi.


Bibi dan pak dante dengan sangat jelas mengetahui maksud ardi untuk sofi.


Pak tito yang semula hanya berbicara pada ardi seperlunya, menjadi lebih sering meluangkan waktu untuk berbincang dengan ardi.


Pak tito memang lebih sering membahas tentang pekerjaan dengan ardi, tapi pak tito juga mulai bertanya tentang pribadi ardi.


Hanya darko yang tidak terlalu menyadari, karena darko dan ardi tidak pernah bekerja di shift yang sama, jadi darko tidak bisa melihat jelas perhatian yang ardi berikan untuk sofi.


Sofi si pemeran utama dalam kegelisahan ardi, mulai menyadari dengan jelas perasaan ardi untuknya.


Ardi mengawali setiap perhatian yang di tujukan untuk sofi, sejak ardi membuka matanya di pagi hari.


Melalui makanan, adalah bahasa cinta yang ardi tunjukkan pada sofi.


Saat ardi harus bekerja di shift malam, ardi tetap bangun jam enam pagi, dan menyiapkan sarapan untuk sofi.


Ardi membuatkan telur kukus untuk sofi sarapan.


Sebelumnya sofi hanya memakan telur rebus, tapi sofi selalu menyisakkan kuning telurnya di meja.


Ardi merasa kalau kuning telur adalah protein yang sangat baik untuk sofi, jadi ardi mulai membuat telur kukus untuk sofi sarapan.


Pagi hari biasanya sofi bangun jam tujuh, kemudian sarapan baru mandi.


Sofi berangkat ke project sekitar pukul delapan pagi.


"Makasih bi" ujar sofi, ketika bibi memberikan telur kukus buatan ardi.


"Pak ardi bikin tadi pagi, dia shift malam seminggu ini, jadi begitu selesai masak, pak ardi langsung tidur lagi", ujar bibi, dan senyum pun terukir di wajah sofi.


Ketika ardi bangun untuk memulai shift malamnya, ardi selalu mendapatkan pesan ucapan terimakasih dari sofi.


Tak lupa bibi memberikan laporan pada ardi, kalau sofi menghabiskan sarapan buatan ardi.


Meski tidak bisa seharian di lokasi konstruksi dengan sofi, karena harus bekerja shift malam.


Sofi tidak pernah lupa membuat senyum ardi mengembang dengan pesan yang sofi tinggalkan, hal itu membuat ardi semakin menyayangi sofi.


Semangat ardi selalu bertambah setiap dia harus bekerja di shift pagi.


Meski harus bangun lebih pagi, tapi ardi tidak pernah mengeluh sekalipun.


Ardi memulai hari dengan memasak dan menunggu sofi di meja makan.

__ADS_1


Begitu sofi keluar dari kamarnya, ardi langsung menyiapkan sarapan untuk sofi.


Dua helai roti tawar tanpa selai, di letakkan di piring, segelas susu coklat, dan juga telur kukus buatan ardi untuk sofi.


Ardi selalu membuat lima telur kukus, supaya ardi bisa membagikan ke karyawan yang lain.


Ardi sengaja melakukan itu, supaya tidak terlihat mencolok, kalau hanya sofi saja yang mendapatkan telur kukus istimewa buatan ardi.


Sofi sangat menyukai telur kukus buatan ardi.


Selama dua bulan, hampir setiap hari sofi sarapan telur kukus yang ardi siapkan untuknya, sofi tidak pernah bosan, bahkan sofi protes kalau ardi lupa membuatnya.


Terkadang ardi membuatkan omelet untuk sofi, karena ardi khawatir sofi akan bosan dengan telur kukus buatannya.


Sofi tetap memakan sarapan yang ardi siapkan, tapi setiap ardi mengganti masakan telurnya, sofi selalu meminta ardi untuk membuat telur kukus di hari selanjutnya.


Mereka selalu berangkat bersama ke project setelah sarapan, saat ardi bekerja di shift pagi.


Mereka tidak hanya berdua, tapi juga ada pak tito dan beberapa karyawan sub kontraktor yang berangkat bersama mereka.


Di office kit, ada kulkas yang memang di sediakan untuk karyawan, ardi selalu memastikan stock teh pucuk harum kesukaan sofi selalu ada di kulkas.


Cuaca sangat panas di lapangan, ardi hanya tidak ingin sofi dehidrasi.


Begitu sofi menyadari kalau perhatian ardi mulai berlebihan, ardi memilih untuk sedikit menarik diri.


Hanya saja, sofi selalu terlihat cuek, jadi ardi tetap melanjutkan misinya.


Semua makanan yang sofi sukai, ardi selalu memastikan stocknya tidak pernah kosong, baik di office kit atau di paviliun.


**


Setelah seminggu ardi bertugas di shift malam, minggu ini ardi bertugas shift pagi.


Darko sampai di office kit sekitar pukul dua siang untuk mulai shift malamnya.


Ardi baru saja masuk untuk mengganti kaosnya yang basah karena tersiram air, saat darko masuk ke office kit.


Dito masih belum kembali dari makan siang, sementara mila sedang ada urusan di bandara.


"Mas ardi puding coklatnya punya sofi ya", tanya darko ketika dia membuka kulkas.


"Untuk bersama", jawab ardi berbohong.


"Mas kesukaan saya yang strawberry, boleh loh di stock sekalian", ujar darko penuh harap sambil tersenyum.


"Kosong darko, adanya yang coklat", jawab ardi dengan santai.


Ardi langsung kembali ke lapangan, setelah dia selesai mengganti kaosnya.


Pekerjaan sedang memulai tahapan untuk lantai empat dan lantai lima.

__ADS_1


Deadline sudah di depan mata, ardi tidak ingin melewati batas deadline, karena dia ingin sofi kagum padanya.


Bulan depan, sub kontraktor yang bekerja untuk interior sudah mulai bisa masuk, masih ada waktu delapan bulan, sebelum pekerjaan finishing selesai.


Rutinitas ardi setiap hari selama enam bulan masih sama, membuat sofi tersenyum.


Sofi juga mulai sering menatap ardi, tapi begitu ardi menyadari, sofi langsung mengalihkan tatapannya.


Dulu ardi khawatir dengan tatapan sofi, tapi kini ardi sangat menikmati tatapan dari sofi.


Lambat laun ardi mulai lupa menjaga dirinya, ardi mulai terbiasa menyampaikan perasaanya untuk sofi tanpa penuh kekhawatiran.


**


Dua minggu sebelum ardi memulai cutinya, sofi demam selama seminggu.


Ibunya sangat khawatir, tapi bibi meyakinkan orang tua sofi, kalau dia akan menjaga sofi.


Bibi tidak sendiri, ada ardi yang terlihat lebih sibuk menjaga sofi.


Bibi lebih terlihat seperti membantu ardi menjaga sofi.


Ardi merawat sofi secara penuh di hari liburnya.


Saat ardi harus bekerja, sebelum berangkat ke lapangan, ardi menyuapi sofi sarapan, dan memaksa sofi untuk terkena sinar matahari walau sebentar


Ardi juga selalu memastikan, kalau sofi sudah meminum obatnya, sebelum ardi berangkat kerja.


Siang hari, ardi selalu pulang ke paviliun untuk makan siang di paviliun, juga untuk menyuapi sofi makan siang.


Begitu ardi selesai shiftnya dan pulang ke paviliun, ardi langsung melihat kondisi sofi, dan meminta bibi menyiapkan makanan hangat untuk makan malam sofi.


Ardi juga membeli buah-buahan lebih dari cukup, supaya sofi bisa meminum jus segar buatan ardi setiap hari.


Ardi selalu menemani sofi setiap malam sebelum sofi tertidur.


Selama seminggu sofi sakit, darko sering melihat ardi keluar masuk dari kamar sofi.


Ardi tidak menutupi perasaanya lagi untuk sofi, darko sering melihat ardi pulang ke paviliun saat makan siang, dan langsung ke kamar sofi.


Saat malam darko pulang dari lokasi konstruksi, darko juga melihat ardi keluar dari kamar sofi setiap malam.


Darko mulai merasa tidak nyaman dengan tingkah ardi, dan menegur ardi, tapi ardi mengabaikannya.


Ardi selalu beralasan, kalau dia hanya merawat sofi sebagai rekan kerjanya.


Begitu sofi sembuh, sofi semakin lengket dengan ardi.


Sofi mulai bersikap manja kepada ardi, tak jarang juga sofi mencari ardi saat ardi tidak terlihat.


Bergurau dengan ardi, atau meminta ardi menemani sofi menonton film, adalah hal yang harus ardi lakukan di hari liburnya.

__ADS_1


Ardi mulai terbuai dan melupakan siapa dirinya, ardi memilih untuk tenggelam dalam setiap rayuan sofi.


**


__ADS_2