Hati Untuk Sofi

Hati Untuk Sofi
Rasa yang hadir


__ADS_3

**


Mata dan benak sofi, mulai melihat kalau ardi semakin terlihat istimewa bagi sofi setiap hari.


Tubuh atletik ardi, selalu ardi pamerkan di depan sofi saat ardi bekerja di shift pagi.


Ardi mengganti kaosnya di siang hari, dan bertelanjang dada di depan sofi.


Sofi yakin ardi sadar kalau sofi ada di dalam ruangan, tapi ardi terlihat tidak peduli, dan tetap memamerkan keringat yang menetes di punggungnya.


Sofi mulai berfikir kotor dan tergoda untuk menyentuh tubuh ardi, tapi sofi menahan diri dan sebatas menikmati tontonan yang ardi berikan.


Kulit ardi berwarna coklat, dan dengan tinggi sofi yang hanya sepundak ardi, membuat sofi merasa terlindungi setiap sofi pergi dengan ardi.


Selain fisik ardi yang mulai menarik hati sofi, ardi juga sangat menguasai bidang pekerjaanya.


Bagi sofi, ardi sangat cerdas dan professional.


Ardi juga mampu meredam amarah sofi saat ada kesalahan yang terjadi di lapangan, dan sofi tidak ingin itu terulang.


Seringnya, sofi memang kurang pas saat menyampaikan maksudnya.


Ardi yang akhirnya memberi sofi pengertian dengan lembut, kalau segala sesuatu tidak selalu berjalan baik, tapi ardi selalu berjanji akan memperbaikinya.


Ardi tidak pernah mengecewakan sofi, dan selalu menepati janjinya.


Perhatian ardi yang mulai sering terjadi, sangat mengusik sofi, tapi sofi masih bersikukuh tidak ingin menyalah artikan perhatian dari ardi.


Sofi merasa kalau ardi mungkin menyukainya, tapi sofi tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan, dan menanyakan pada ardi.


**


Begitu ardi dan sofi sampai di pantai, ardi pamit untuk pergi, dia bilang akan kembali dalam sepuluh menit.


Sofi mengiyakan ardi, dan mulai berjalan untuk menikmati sore di pantai.


Pantai masih terlihat sepi, belum terlalu ramai, padahal ini musim panas dan musim liburan.


Setelah sofi membayar es kelapanya, sofi memilih untuk duduk di pinggiran pantai.


Pantai bagi sofi, adalah sebuah tempat yang membuat sofi tenang.


Sofi bisa duduk berjam-jam dan berfikir di pantai, mencari ide atau sekedar berkhayal.


Sofi ingin pergi mengelilingi eropa dengan uang hasil kerjanya.


Orang tuannya memang pernah mengajak sofi ke eropa, tapi hanya di kotanya.

__ADS_1


Sofi sangat ingin pergi menjelajahi setiap sudut eropa, terutama wilayah yang belum terlalu ramai dengan turis.


Sofi ingin kembali ke eropa saat usianya tiga puluh tahun nanti.


Menjelajah dan mengenal dirinya lebih dalam, adalah hal yang selalu ingin sofi lakukan.


Sebulan di eropa, adalah rencana sofi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke tiga puluh.


Lalu setelah selesai dengan perjalanan sofi, sofi punya rencana untuk mulai serius memikirkan pernikahan.


Pikiran sofi masih melayang di eropa, sampai sofi tidak menyadari kalau ardi sudah duduk di sampingnya.


"Mikirin apa sof", tanya ardi.


Sofi kemudian melihat jam di tangannya, dan benar saja, lima belas menit setelah ardi pergi, dia kembali.


Lima belas menit sesuai ucapan ardi.


"Eropa mas", jawab sofi sambil menoleh ke arah ardi.


Sofi mulai menceritakan mimpinya pada ardi, dan ardi mendengarkan setiap ucapan sofi dengan seksama.


"Kamu punya rencana pergi sama siapa", tanya ardi saat sofi mulai selesai bercerita.


"Sendiri mas", jawab sofi singkat.


Ardi kemudian melihat ke arah pantai dan tenggelam dalam pikirannya.


**


Hati sofi yang tadinya tertutup, ternyata sudah terbuka secara perlahan untuk ardi, tanpa sofi sadari.


Sofi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan semuanya.


Meski perhatian ardi mulai membuat sofi tersipu, tapi sofi tidak ingin tergesa-gesa untuk mengakui perasaannya.


Perhatian ardi yang awalnya terlihat biasa untuk sofi, menjadi terasa spesial.


Musim semi memasuki hati dan hidup sofi.


Hati sofi menjadi berdebar setiap melihat ardi ada di dekatnya.


Kerlip juga muncul di mata sofi, setiap sofi menerima perhatian kecil dari ardi.


Puncaknya adalah saat sofi demam tinggi.


Ketika sofi sadar, ardi sudah di sampingnya.

__ADS_1


Ardi merawat sofi, membuat sofi nyaman, mengantar sofi ke dokter, dan menenangkan keluarga sofi supaya tidak panik.


Ardi memberi sofi perawatan terbaiknya, sehingga sofi pulih dengan cepat.


Sofi sangat berterima kasih pada ardi, dan menjadi yakin kalau ardi menaruh rasa untuk sofi.


Semua orang bisa melihat betapa ardi sangat memperhatikan sofi.


Bibi yang selalu menjadi saksi cinta ardi untuk sofi.


Sofi juga selalu tertangkap bibi, ketika sofi menatap ardi cukup lama.


Meski perhatian ardi terkadang lebih terasa saat sofi hanya berdua dengan ardi, tapi saat sofi tidak sendiri, kadang ardi juga menatap sofi cukup lama.


Sofi merasa ardi selalu menatapnya sangat dalam.


Sofi heran, karena ardi selalu menarik diri ketika ada darko di sekitar sofi, tapi sofi berfikir, mungkin karena ardi tidak ingin terlihat tidak professional di mata rekannya.


Telur kukus selalu menjadi sarapan yang ada di meja makan setiap pagi.


Makanan favorit sofi selalu ada di kulkas setiap saat.


Aneka macam coklat dan cemilan dari ardi, juga ada, memenuhi kamar sofi.


Di office kit, minuman favorit sofi dan pudding coklat kesukaan sofi selalu tersedia.


Ardi juga selalu membukkan botol minuman sofi, ketika sofi masuk ke office kit seusai sofi dari lapangan.


Sabtu adalah jadwal sofi pergi dengan ardi, meski mila dan dito terkadang bergabung, tapi lebih seringnya mereka hanya berdua.


Sofi sangat menyukai perhatian dan perilaku ardi untuknya.


Cinta sofi untuk ardi tumbuh seperti bunga musim semi.


Ardi merayap, merasuki hati sofi dengan perlahan dan semakin dalam.


Sofi bahkan tidak menyadari semua itu, tapi sofi sangat menikmati semua proses menjatuhkan hatinya untuk ardi.


Sofi merasa ardi sedang menancapkan akarnya di relung dalamnya hati sofi.


Anehnya, sofi membiarkan itu semua, karena selama ini belum pernah ada pria yang memberikan kesan sedalam itu untuk sofi, dan dengan cara yang sangat manis.


Ardi tidak pernah mengucapkan sepatah katapun yang bisa membuat sofi terbang ke awan dan enggan pulang.


Ardi juga tidak pernah mengucap kata cinta yang mendayu, hanya sekedar perhatian kecil setiap hari, dan bisa di bilang nyaris dua puluh empat jam.


Hati sofi sudah sepenuhnya milik ardi, semua hal yang ada di benak sofi, kini semuanya tentang ardi.

__ADS_1


Sofi ingin ardi jadi miliknya, sofi juga ingin ardi tersungkur mencintainya.


**


__ADS_2