Hati Untuk Sofi

Hati Untuk Sofi
Penyatuan 2


__ADS_3

**


Langit gelap menyambut ardi, saat ardi sampai di semarang.


Ardi memesan taksi dari bandara, dan langsung menuju alamat yang sudah di berikan oleh sofi.


Ardi tidak memberitahu sofi jam keberangkatannya dari manado, ardi juga datang sehari lebih cepat dari yang ia sampaikan pada sofi di telvon.


Sesampainya di alamat yang sofi berikan, ardi langsung menuju unit appartement tempat sofi tinggal selama di semarang.


Sofi dengan rambut basahnya setelah mandi, membuka pintu apartmennya untuk ardi.


Sofi mengenakan piama berwarna biru, dan tersenyum menyambut ardi


Ardi langsung memeluk sofi, dan menutup pintu.


Ardi tidak ingin memberi sofi jeda untuk berbicara, ardi langsung menciumi setiap inci wajah sofi.


Ardi baru saja mengetahui, kalau dirinya ternyata sangat aggresif, saat berhadapan dengan orang yang sudah mencuri hatinya.


Ardi terbiasa tenang saat menghadapi apapun, tapi untuk sofi, ardi selalu terbakar penuh hasrat.


Bahkan selama pernikahannya dengan maya, ardi tidak pernah tergiur untuk menyentuh maya.


Belum satu minggu ardi bertemu kembali dengan sofi, tapi ardi tidak ingin membuang satu detikpun tanpa menyentuh sofi.


Ardi ingin dengan segera, membakar gairahnya untuk sofi.


"Mandi dulu mas", pinta sofi setelah melepaskan diri dari ciuman ardi.


"Terus makan malam, kamu pasti capek", ujar sofi dengan suara lembutnya.


Ardi mengikuti kemauan sofi tanpa membantahnya, ardi melepas tasnya dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi dan makan malam, ardi melanjutkan menemani sofi menonton film.


Ardi tidak bisa fokus dengan film yang ia tonton dengan sofi.


Ardi terus menatap bibir sofi dan ingin menenggelamkan bibirnya di bibir sofi.


"Kenapa", tanya sofi saat ardi hanya menatapnya.


"Masih nggak percaya aja kalau kamu di sampingku", ujar ardi.


Sofi yang menerima pujaan dan ucapan cinta ardi tanpa henti, membuat sofi tidak bisa menolong dirinya, selain tenggelam dalam setiap ciuman ardi.


"Nggak mau pelan-pelan aja", tanya sofi.


"Enggak, kita kan udah dewasa, lagipula aku udah nggak sanggup lagi tahan semuanya, aku udah tunggu kamu lima tahun, kamu tega minta aku tunggu lagi", jawab ardi dengan mata sendunya yang susah untuk sofi tolak.


Sofi lalu mencium pipi ardi, dan bibir ardi dengan sangat lembut.


Ardi senang karena sofi menerima permintaannya.


Ardi mulai dengan mencium pipi sofi, lalu membuka kancing piama paling atas milik sofi, dan menciumi leher sofi.


"Kamu milikku sof", ujar ardi melepas ciumannya dan mengecup tangan sofi.


Gairah yang membara, dan cinta yang bersambut, membuat ardi tidak ingin melepaskan dirinya dari kulit sofi.


"Maaf", ujar ardi pada sofi dengan suara parau.


Sofi menjawab ardi dengan ciuman di pipi ardi.


Mereka membiarkan tv tetap menyala, dan menonton mereka yang tak henti-hentinya berbagi hasrat.


Ardi menengggelamkan diri dalam bibir manis sofi, memeluk sofi dengan erat, dan membiarkan tubuhnya membara dalam dekapan sofi.


"Sof, terimakasih sudah menerimaku lagi", ujar ardi, dan disambut senyum oleh sofi.


Senyum sofi membuat ardi menciumi leher sofi tanpa henti..


Hasrat ardi memang membara, tapi ardi ingin menciumi dan menyentuh sofi selembut mungkin.

__ADS_1


Rintihan lirih mulai terdengar dari bibir sofi, karena cumbuan dari ardi.


Sofi membara dengan setiap sentuhan dari ardi, dan ungkapan cinta yang ardi bisikkan berulang kali di telinga sofi.


Ardi kemudian membawa sofi ke pangkuannya, perlahan ardi melepas satu persatu kancing piama sofi.


Ardi melihat tubuh sofi terbuka untuk ardi, tanpa ada bra yang menghalangi pemandangan ardi.


Sofi memang sedang santai dan bersiap untuk tidur saat ardi datang, mungkin sofi tidak punya waktu untuk berdandan menyambut ardi, tapi ardi sangat suka wajah polos sofi tanpa makeup.


Ardi tidak bisa menahan diri untuk mengelus dada sofi di depan matanya.


Kulit sofi sangat kenyal, mulus dan putih tapi tidak pucat.


Tidak puas dengan tangannya, ardi membenamkan bibirnya untuk merasakan kulit indah sofi dan payudara sofi yang membuat ardi lupa akan namanya.


Teriakan lirih dari mulut sofi, membuat ardi ingin lebih.


Ardi kemudian menghentikan ciumannya di dada sofi, lalu menarik wajah sofi untuk mencium bibirnya.


Setelahnya, ardi mematikan televisi, dan membawa sofi ke tempat tidurnya.


Ardi ingin menciumi sofi, mencumbu sofi, dan memberitahu sofi kalau dia sangat menginginkan sofi menjadi miliknya.


**


Pagi harinya saat ardi membuka mata, sofi mengelus wajah ardi dan tersenyum pada ardi.


"Pagi mas", ujar sofi lembut.


"Pagi sayang", ujar ardi, kemudian ardi mengecup pipi sofi.


Ardi kembali memeluk sofi, dan ingin mengulang yang terjadi semalam, tapi sofi keberatan, karena dia harus bekerja.


Sofi turun dari tempat tidur, dan menuju kamar mandi, di iringi dengan tatapan mata ardi yang menyala melihat lekuk tubuh sofi.


Ardi kemudian turun dari tempat tidur, lalu menuju dapur, meminum air putih, dan melihat isi kulkas.


Sofi keluar dari kamar dengan pakaian rapi, berjalan ke arah ardi dan memeluk ardi yang masih sibuk di dapur.


Ardi meminta sofi untuk duduk dan menunggu ardi membawakan sarapan untuknya.


"Menu lama kembali", ujar sofi ceria.


Di piring sofi, ada telur kukus buatan ardi, dua lembar roti tawar dan puding kesukaan sofi.


Setelah mencium kening sofi, ardi membiarkan sofi sarapan dengan tenang, dan ardi pergi untuk mandi.


Ardi melihat pakaiannya berjejer di tempat tidur, saat ardi keluar dari kamar mandi.


Senyum ardi mengembang, karena sofi membuat ardi sangat bahagia.


"Mas, aku nggak usah di antar ke project nggak papa", ujar sofi, saat ke kamar untuk mengambil tasnya.


"Jangan dong, aku kan mau anter kamu", ujar ardi, terdengar kecewa.


"Aku naik mobil online aja, nanti siang kamu jemput aku untuk makan siang ya", pinta sofi pada ardi.


Sofi memeluk ardi yang masih mengenakan handuk mandi, dan mencium ardi.


"Kamu istirahat dulu, biar tenaganya pulih", pinta sofi menggoda ardi.


"Udah pulih kok, mau coba lagi", jawab ardi membalas godaan sofi.


Sofi hanya tertawa dan melepaskan handuk yang menutupi ardi.


"Kalau aku nggak kerja, nanti siapa yang cari nafkah", ujar sofi menatap ardi dengan matanya yang menyala saat melihat tubuh atletik ardi.


Ardi langsung tertawa mendengar ucapan sofi.


Ardi memeluk sofi erat, dan mencium sofi cukup lama.


Hingga akhirnya sofi memutuskan untuk melepas ciuman ardi dan berangkat bekerja.

__ADS_1


Sofi membuat ardi sangat nyaman, sehingga ardi tidak pernah merasa kikuk di dekat sofi.


Begitu sofi berangkat, ardi memakan sarapannya, lalu membersihkan appartement sofi, dan pergi belanja di supermarket yang ada di lantai dasar appartement sofi.


Saat waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, ardi berangkat untuk menjemput sofi dan makan siang bersama sofi.


Sore harinya, ardi menjemput sofi bekerja, pergi makan malam di luar, dan menutup hari dengan mengulang cumbuan untuk sofi.


*


Dua minggu ardi menemani sofi di semarang.


Ardi mulai pagi dengan membuat sarapan untuk sofi, mengantar sofi bekerja, makan siang dengan sofi, dan menciumi sofi di malam hari.


Ardi sangat menyukai aroma tubuh sofi dan hangatnya tubuh sofi di pelukannya.


Banyak cerita yang mereka bagikan bersama.


Mereka menceritakan lima tahun yang terlewati karena perpisahan mereka.


Ardi menceritakan mengenai kepindahan keluarganya ke manado, dan selalu menyinggung kembali usahanya untuk menemui sofi.


Ardi sengaja membahasnya berulang kali, karena ardi ingin membuat sofi merasa bersalah.


Setelah pembahasan itu, ardi selalu menang, dan berakhir membuat sofi ada di bawah tubuhnya.


"Tapi nggak ada yang pernah bilang kamu cari aku di kantor mas", ujar sofi saat ardi turun dari tubuh sofi karena kelelahan.


"Dua kali setiap tahun aku pasti ke kantor kamu", jawab ardi dengan terengah.


"Bohong ya", tanya sofi tidak mempercayai ucapan ardi.


Ardi kemudian meminta sofi telvon bu maria, siapa tahu dia memang dalang dari semua usaha ardi yang sia-sia.


Sayangnya bu maria tidak menjawab telvon sofi, jadi ardi tidak bisa membuktikan ucapannya.


"Aku juga invite kamu di instagram", ujar ardi.


"Udah lama banget mas aku nggak buka instagram", ujar sofi.


"Aku juga udah hapus aplikasinya dari handphone", ujar sofi lagi, sambil memperlihatkan handphonenya pada ardi.


Menurut sofi, bu maria memberi dia kesibukan tanpa henti, sehingga dia tidak punya banyak waktu untuk bermain.


Sofi kemudian meminta maaf pada ardi karena sudah menghilang, tapi dia juga menyalahkan ardi karena sudah membuatnya patah hati.


Hari terakhir ardi di semarang, ardi reservasi untuk makan malam, di salah satu restauran yang ada di hotel, dengan pemandangan terbaik dari kota semarang.


Ardi berlutut dan meminta sofi untuk menjadi istrinya, setelah mereka selesai makan malam.


Sofi menerima lamaran ardi tanpa keraguan.


Ardi kemudian melingkarkan cincin di jari sofi, lalu mencium sofi.


**


Ardi kembali ke manado sesuai janjinya, pada ibunya.


Ardi membawa serta kerinduannya pada sofi ke manado.


Ardi hanya tiga hari di manado, tapi dia menghabiskan seluruh sisa waktunya dengan ibunya.


Sore hari saat ardi mengajak ibunya jalan ke pantai, ardi mengatakan pada ibu bahwa ardi sudah melamar sofi.


Ibu terlihat bahagia mendengar ucapan ardi, dan ibu langsung memeluk ardi.


Pulang dari pantai, ardi juga memberitahu kabar bahagiannya pada mbak suti, mbak suti langsung memeluk ardi dan mendoakan ardi.


Mbak suti mengusap air mata bahagiannya, karena anak kecil yang dulu dia asuh, kini sudah bertemu cintanya.


Ardi memeluk mbak suti, dan berterima kasih akan kehadiran mbak suti di keluarganya.


**

__ADS_1


__ADS_2