
'Assalamu'alaikum.....'
'Wa'alaikumussalam ...masuk Pak Doni' ujarku sambil senyum-senyum melihat suamiku memasuki rumah lagi.
'Alhamdulillah akhirnya sampai rumah lagi....'
Selesai menurunkan semua barang-barang dari mobil, suamiku duduk bersama Nasya diruang tengah. Bersiap menikmati es kelapa muda yang kami beli tadi.
Dari arah dapur aku membawa tiga gelas es kelapa muda dan ikut duduk menemani suamiku.
'Nasya tolong ambilkan sendok dong...ibu lupa tadi ambil sendok. Ambilkan tiga ya sayang.'
Nasya pun langsung beranjak menuju meja di dapur untuk mengambil sendok.
Aku memang meletakkan piring plastik, gelas plastik dan sendok di meja yang tidak terlalu tinggi. Tinggi meja hanya sekitar 90cm. Hal itu agar anak setinggi Nasya mudah untuk mengambilnya. Sebagai proses pembelajaran baginya dalam membantu orangtuanya.
Aku memang melatih anak-anak untuk mulai berkontribusi dalam mengurus rumah dan dirinya sendiri sejak mereka bisa berjalan. Di usia balita mereka sangat senang saat dimintai tolong orangtuanya dan kakak-kakaknya. Mulai dari minta diambilkan sendok, meletakkan piring di bak cuci piring, buang sampah ditempat sampah dan lain-lain yang sesuai dengan usianya.
Aku tidak ingin anak-anak tumbuh sepertiku, yang sejak kecil hingga dewasa tidak pernah menyentuh pekerjaan di rumah. Semua sudah dikerjakan oleh asisten rumah tangga. Hasilnya....aku sangat gagap dan lambat dalam menyelesaikan urusan rumah tangga. Untunglah suamiku dulu pernah jadi anak kost, jadi keahliannya dalam urusan rumah tangga bisa diajarkannya kepadaku yang tidak pernah menyentuh dapur maupun cucian baju.
'Ini sendoknya....' Nasya dengan sigap memasukkan sendok satu persatu ke dalam gelas es kelapa muda.
'Pintarnya anak Ayah.... Terimakasih ya'
'Sama-sama'
'Oiya...Ayah punya hadiah untuk Nasya lho'
'Apa?'
'Nanti kita bongkar tas Ayah sama-sama ya...Sekarang kita makan es kelapa dulu'
Sambil menikmati es kelapa muda, suamiku menceritakan kondisi selama di Turki. Bahwa disana banyak sekali kucing liar yang gemuk dan terawat, tidak seperti di Indonesia yang kondisinya kadang sangat menyedihkan. Ada yang terluka, kurus kering dan kotor.
Kucing persia yang banyak dipelihara di Indonesia, disana malah banyak di jalan-jalan dengan bebasnya berlari, tidur dan makan.
'Pingin Ayah bawa pulang deh...buat Nasya'
'Tapi repot bawanya....kan Ayah harus naik pesawat berkali-kali dan lama. Nanti kucingnya bisa mati di bagasi'
__ADS_1
Nasya menyimak dengan serius dan sesekali mengajukan pertanyaan ke Ayahnya.
'Akhirnya...Ayah belikan aja buat Nasya kucing kecil bentuk boneka....' Sambil mengeluarkan boneka kucing berwarna hitam putih untuk Nasya.
'Wah......kucing' Nasya melompat kegirangan dengan hadiah yang diberikan Ayah untuknya.
'Nanti Nasya boleh ngenalin boneka kucingnya ke Muiza di depan rumah ya...' Aku menyarankan kepada Nasya.
Nasya pun langsung berlari ke depan rumah untuk memanggil Muiza.
Muiza adalah kucing yang sering datang kerumah dan anak-anak akan selalu bermain dengannya setiap hari. Nama Muiza adalah pemberian dari anak-anak. Mereka saling bersepakat memberikan nama. Namun Muiza tidak aku ijinkan untuk tidur di dalam rumah. Aku hanya membolehkan Muiza diberi makan tapi tidak untuk dipelihara.
'Dan ini adalah hadiah untuk istriku tersayang...'
Daun kering. Ini memang aku minta secara khusus untuk dibawakan pulang sebagai hadiah. Aku suka mengoleksi bentuk daun yang bisa di awetkan. Hobiku mengoleksi daun kering sudah aku mulai sejak masih di bangku sekolah dasar.
'Ayah belikan ini nih yang unik....tempat garam dan lada ya...'
'Iya ini untuk salt and pepper'
'Iya dong....dicari tentunya. Orang-orang banyak beli barang-barang yang khas Turki, Ayah malah ke pasar loak nyari barang-barang second.'
'Ayah umpetin dan ga Ayah tunjukkin sama teman-teman, mereka pasti akan mentertawakan Ayah. Pokoknya Ayah suka.'
Aku hanya menimpali dengan senyuman lebar saat suamiku menceritakan perburuannya mencari barang-barang unik. Kami memang menyukai hal-hal unik, dalam hal ini selera kami sama.
'Ada satu lagi....'
'Pashmina untuk istriku...'
'Terimakasih Ayah...' ucapku dengan senyuman paling manis. Sambil mengecup pipi suamiku.
'Kalau yang ini Ayah ga beli di toko loak kok.' ujarnya sambil tertawa.
'Anak-anak Ayah belikan coklat dan miniatur Bangunan Turki. Ayah mau mereka mengenal sejarah dan menyukainya.' Sambil menunjukkan bangunan kecil berbentuk Masjid dan istana Hagia Sofia.
__ADS_1
'Maaf ya...oleh-olehnya hanya ini aja. Ayah ga beli banyak untuk orang lain juga. Hanya untuk anak dan istri aja dirumah. Sayang uangnya' ucap suamiku sambil mengusap pipiku dan menciumnya.
'Ga papa Ayah....ini malah oleh-oleh yang paling ibu sukai kok. Unik dan akan selalu dikenang. Terimakasih ya...sudah ingat kami dan susah-susah cari yang unik begini' balasku sambil mencium kedua pipi suamiku.
'Gimana kondisi dede di perut? Kita periksa nanti yah'
'Iya memang nunggu Ayah pulang dulu baru mau periksa.'
'Oiya...tadi pagi pas Ayah lagi nunggu pesawat di bandara ada ajudannya Wakil Walikota yang menghubungi. Mereka bilang mau mampir kerumah. Ayah bilang hari Jumat aja datangnya. Karena Ayah sudah ada janji dengan yang lain. Ada wartawan dari koran dan televisi yang mau datang juga.'
'Hmmm....kita rapikan ruang tamu ya, Yah. Kita bikin galeri mini aja. Supaya para tamu mudah melihat produk kita dan ga perlu masuk-masuk ke dalam rumah.'
'Boleh juga, Bu. Memang tamu-tamu itu bukan mau datang melihat kita aja, mereka penasaran sama produk-produk handmade yang kita bawa ke luar negeri'
'InsyaAllah nanti Ayah buatkan rak display yang bisa dilipat. Kalau pagi sampai menjelang maghrib rak displaynya bisa di taruh di luar rumah, untuk memudahkan para tamu mengenali rumah kita. Kalau malam dimasukkan aja kedalam, supaya ga di acak-acak sama temen-temennya Muiza'
'Bagus juga, Yah. Ibu setuju.'
'Ayah jemput anak-anak nanti sekalian beli kayu-kayunya untuk membuat display. Sebentar aja jadi, mudah aja kok.'
'Sekarang...Ayah mau mandi dulu dan makan....laparrr'
Aku pun beranjak menyiapkan makan siang menjelang sore untuk suamiku. Karena jam dinding sudah menunjukkan pukul 2 siang. Itu berarti 2 jam lagi anak-anak harus dijemput dari sekolahnya. Mereka pasti senang sekali saat mengetahui yang menjemput adalah Ayahnya yang sudah pulang.
'Nasya....Ayo masuk, kita siap-siap makan dulu bareng sama Ayah'
Nasya tampak masih asyik bermain bersama Muiza dan boneka kucingnya di depan rumah.
'Ibu...boneka Asya ini namanya Leo ya...
'Boleh....kayak nama singa si Leo dong'
'Iya ga papa'
'Ayo Nasya bantu ibu rapikan makan siang untuk Ayah ya.'
'Oke.....'
Nasya pun mulai menyusun piring kaca yang aku berikan satu persatu untuk disusun di ruang tengah tempat kami duduk santai menikmati es kelapa muda tadi.
__ADS_1
Bersambung.......