Haus Akan Hasrat

Haus Akan Hasrat
Menerima tantangan Alexa


__ADS_3

Disisi lain Nara pulang ke rumah dan langsung masuk ke dalam kamar tidurnya lalu segera berbaring. Sudah tak terbendung air mataku mengapa Edo setega itu. Mengkhianati cinta kita. Yang berjanji akan membuatnya sempurna.


Dari arah pintu ku dengar suara orang yang mengetuk pintu kamarku.


Ku persilahkan untuk masuk.


"Masuk, tidak di kunci."


Ternyata orang itu adalah Resa. Ia pun langsung menghampiriku di kasur dan langsung memelukku. Sekarang yang ku perlukan adalah ketenangan.


"Lo kenapa?" Tanya Resa.


Aku hanya terdiam menangis sesegukan, pelukku mengeratkan pada genggaman Resa.


"Lo berantem sama Edo?" Tanya Resa.


Aku masih terdiam dan menangis lalu ku lepaskan pelukanku pada Resa. Kuseka air mataku.


"Gua tadi lihat Edo jalan sama cewek, terus Alva langsung menghajar Edo. Perasaan gua sekarang hancur banget."


"Nar, apa lo yakin dia selingkuhan Edo?" Tanya resa meyakinkan.


"Gua yakin Res, dia mesra sekali." Berusaha meyakinkan Resa.


"Sebenernya apa yang terjadi selama sebulan ini? Lo gak ada cerita apa-apa sama gua." Tanya Resa.


Akhirnya aku akan menceritakan kejadian pada waktu itu kepada Nara.


"Waktu itu pas pulang dari rumah sakit. Gua bantu Edo untuk ke kamarnya menenangkan dia, tapi gua terbawa suasana hampir hal yang menjijikan itu terjadi."


Resa pun memasang ekspresi sangat kaget.


"Lo serius Nar?" Meyakinkan.


"Gua terpukul setelah kejadian itu dan gua minta berjarak dulu sama Edo. Hampir sebulan ini kita tidak berkomunikasi padahal gua berharap dia bakal ngehubungin gua. Dan fakta yang mengejutkan selama satu bulan ini. Dia selingkuh."


"Nar, gua ngerti perasaan lo yang sekarang lagi terpukul banget, tapi gua yakin Edo gak akan selingkuh, mungkin itu hanya temannya. Lo tau hidupnya itu cuman buat lo seluruhnya."


Perkataan Resa begitu sangat yakin sekali bahwa Edo tidak akan selingkuh. Namun apa yang ku lihat di cafe sudah membuktikan bahwa Edo memang benar-benar selingkuh semua ucapannya seolah dusta kata-kata cintanya rayuannya semua sama seperti yang ia ucapkan ke para gadis yang pernah ia ajak berkencan. Bodoh sekali aku termakan rayuannya akhirnya yang ku telan adalah sebuah rasa kecewa.


"Udahlah Nar, lo jangan sedih ini bukan Nara yang gua kenal."


"Tapi gua hancur Res."


"Gua paham perasaan lo, tapi lo harus kuat inilah konsekuensi cinta."


"Andai dulu gua gak termakan rayuan Edo, pasti gak akan kaya gini."


"Jangan pernah menyesali suatu hal, udah ah gua mau balik." Ucap Resa.

__ADS_1


"Disinilah dulu temenin gua." Ucapku memohon.


"Sorry Nar. Ada yang harus gua kerjain dan gak bisa ditinggal."


"Yasudahlah."


"Lo jangan nangis kalau ada apa-apa telpon gua."


"Iya Resa."


Resa pun pamit pergi keluar dan meninggalkan kamarku. Aku lalu membaringkan kembali tubuhku. Dan terlelap tidur.


...****************...


Reza menemui Edo di rumahnya ketika itu Rembang petang mendekati malam. Dia membawa sepucuk surat yang akan diserahkan kepada Edo. Surat itu dari Alexa yang disampaikan melalui Resa pada saat waktu itu sebelum kecelakaan terjadi.


Waktu itu Alexa kelihatan berharap sekali kepada Resa untuk mau menyampaikan suratnya. Pada mulanya Resa merasa keberatan di antara Alexa terjalin hubungan cinta.


Surat dari Alexa itu pasti isinya membikin retak hubungan di antara Edo dan Nara, tetapi karena Alexa meminta dengan sangat bantuan Resa terpaksa. Resa pun tak bisa menolak akhirnya rembang petang yang mendekati malam itu.


Resa menghantar surat ke rumah Edo, baru saja Resa melangkah masuk di halaman rumah. Resa telah disambut Bibi Boyem dengan senyuman ramah.


"Edo ada di rumah Bi?" Tanya Resa.


"Kebetulan dia ada di rumah Non, mari silakan masuk." Ajak Bibi Boyem kepada Resa.


Resa berjalan di belakang Bibi Boyem lalu memasuki ruang tamu.


Tinggalkanlah Resa seorang diri di kursi tamu.


Gadis itu meneliti seisi ruangan tamu yang semuanya serba mewah, sebentar kemudian tampaklah Bibi boyem dengan Edo berjalan keluar dari ruang dalam.


Ketika Edo telah berada di depan Resa menyambut dengan tersenyum.


"Tumben lo ke sini, ada apa?" Tanya Edo.


"Gua mau nganterin yang waktu itu."


"Oh surat dari Alexa."


Aku mengangguk menyerahkan surat itu kepada Edo, ia pun membaca amplop surat itu.


"Apa sih sebenarnya mau orang itu." Ucap Edo.


Resa hanya menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya dia nungguin balasan lo Edo."


Edo duduk di depan Resa sambil membuka surat dari Alexa ternyata isi surat itu merupakan tantangan yang ditandatangani oleh kedua orang yaitu Alexa dan Betran mereka berdua menantang Edo bertanding adu ketangkasan di jalan aspal lapangan terbang yang sudah tak terpakai itu.

__ADS_1


Edo menebak dengan pasti mereka bersatu untuk menghancurkan dirinya di arena pertandingan nanti kalau saja tantangan itu tidak di terimanya, pasti semua orang akan memandang rendah dirinya lagi.


"Apa isi suratntya Do, gua penasaran." Ucap Resa.


"Sabar guys."


Setelah membaca isi surat itu mata Edo agak ******. Resa kaget melihat perkembangan aneh pada diri Edo secara mendadak.


"Itu gua nggak perlu ngebales surat ini, cukup lo bilangin ke Alexa gua nerima tantangannya."


"Emangnya apa yang mau lo lakuin?" Tanya Resa heran.


"Alexa dan Betran nantangin gua tanding balapan mobil, di lapangan."


Resa kaget mendengar keterangan yang baru saja dikatakan oleh Edo. Kalau saja Edo menerima tantangan itu berarti akan celakalah dia apalagi dia baru saja sembuh dari kecelakaan kemarin. Sebabnya Alexa dan Betran sudah merencanakan akan mencelakakan diri Edo.


"Sebaiknya lo jangan terima tantangan itu Edo, ini bakal bahaya banget buat lo. Apalagi lo baru aja sembuh."


"Gua nggak mau dianggap cowok lemah Resa. Gua nggak mau dikatain cowok pengecut, sekalipun itu bercanda dengan maut. Gua nggak peduli. Gua bakal hadapin mereka berdua."


Ucapan Edo berapi penuh emosi yang sangat membara.


"Lo harus tahu mereka pasti bakal buat rencana buruk buat lo." Ucap Resa.


"Gua terima resikonya." Ucap Edo teguh.


"Lo yakin?" Tanya Resa.


"Gua yakin, lo sampein gua siap nerima tantangan mereka."


Resa hanya terdiam nampak sangat bingung.


"Bagaimana dengan Nara?" Tanya Resa.


"Jangan sampai dia tau, gua gak mau dia khawatir walaupun sekarang hubungan gua sama dia gak baik-baik aja."


"Cewek yang di cafe?"


"Lo tau kejadian itu Resa?" Sontak Edo kaget.


"Gua tau Nara ceritain semua ke gua, dan dia bilang lo selingkuh."


"Gua gak selingkuh, yang dia lihat di cafe itu sepupu gua."


"Lo serius dia sepupu lo?"


"Gua serius Res."


"Lo harus bisa jelasin ke Nara."

__ADS_1


"Gua bakal temuin dia, setelah urusan gua selesai sama Alexa."


__ADS_2