
Kami pun duduk saling berhadapan nuansa resto itu sangat klasik modern, namun romantis.
"Gimana sayang kamu suka?" tanya Dika.
"Suka sayang."
Resa pun sangat takjub melihat sekeliling tempat ini, sangat tak percaya jika kekasihnya bisa membuat hal seromantis ini.
"Sayang ini semua kamu yang siapin?" tanya Resa.
"Iya sayang, tapi di bantu sama asisten ku."
"Makasih sayang." ujar Resa tersenyum.
Kini Dika menarik tangan Resa di genggam erat-erat jari jemarinya. Resa langsung sontak menatap ke arah Dika. Bibir Resa yang merona membuat Dika ingin sekali mengecupnya.
"Jangan liatin aku kaya gitu, sayang." ujar Resa malu-malu.
"Memangnya kenapa?"
Di ciumlah punggung tangan Resa dengan mesra oleh Dika.
Hingga Resa menjadi malu dan salah tingkah. Pipinya langsung memerah kala Dika mengecup tangannya.
__ADS_1
"Aku malu." ucap Resa berbisik.
"Yasudah ayo kita makan."
Dika dan Resa pun menyantap makanan yang telah di sediakan, Resa sangat bahagia sekali. Ketika Resa tengah menyantap makanannya tiba-tiba sontak Resa kaget menemukan sebuah benda kecil berbentuk lingkaran seperti sebuah cin-cin. Kini Resa pun langsung mengambilnya.
"Kok bisa-bisanya di makananku ada cin-cin, punya siapa ini?"
"Itu untuk kamu sayang."
Resa langsung membulatkan matanya seketika menatap kekasihnya dengan tatapan tajam. Dika langsung mengambil cin-cin itu, lalu membersihkan cin-cin itu. Dika langsung berdiri dari tempat duduknya lalu mendekatkan diri ke kursi Resa. Seketika Dika membungkukkan tubuhnya lalu meraih tangan Resa. Seraya berucap.
"Resa, sebenarnya aku sudah menunggu lama untuk menantikan momen ini. Sudah banyak kita lewati bersama, bahkan aku termasuk lelaki yang tidak romantis. Namun kali ini aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku. Resa, maukah kau menikah denganku." ucap Dika.
"Sayang mau kah kamu menjadi istriku?" ujar Dika kembali.
Tanpa berpikir panjang Resa mengangguk, tanda Resa menerima lamaran Dika. Dika pun segera memasangkan cin-cin itu ke jari manis Resa. Senyum sumringah terpancar di kedua orang yang tengah di mabuk cinta, mereka saling berpelukan dengan mesra, Dika lalu merekatkan bibirnya untuk mencium Resa dengan mesra.
"Terimakasih sayang." ucap Dika.
Tangan Resa kini menggelayut di leher Dika mereka sangat menikmati malam ini, sesekali Dika mengecup Resa.
"Sayang, besok hari pertama aku kuliah, apakah kamu mau menunggu aku." tanya Resa tampak ragu.
__ADS_1
"Begini sayang, aku akan menunggumu sampai kau siap untuk aku nikahi, tapi biarlah begini dulu sekarang kamu sudah terikat denganku. Karena kau calon istriku." ucap Dika nakal.
"ii apaansih." tersipu malu.
"Kamu jangan bandel di kampus, aku memantaumu."
"Tenang tidak ada yang berani mendekatiku. Aku kan hanya milik Dika seorang."
"Belajar dari siapa kamu menggombal?" tanya Dika.
"Dari kamulah."
"Bisa aja kamu."
Tidak menyangka Dika yang sangat cuek pada akhirnya melamar Resa. Sungguh ini adalah momen yang sangat berkesan bagi Resa. Pada akhirnya Dika resmi menjadi pendamping hidup Resa. Kebahagiaan menyelimuti benak mereka. Raut wajah yang tampak merona membuat suasana menjadi sangat membahagiakan.
"Dika terimakasih." ucap Resa.
"Untuk apa?" tanya Dika.
"Telah memilihku menjadi pasangan hidupmu."
Seketika Dika mengenggam jari tangan Resa. Lalu menatap mata Resa dengan begitu dalam.
__ADS_1
"Kita akan hidup bahagia Resa, percaya padaku tidak usah berterimakasih, karena aku memilihmu dengan yakin." ucap Dika tersenyum.