
Nara bergegas turun dari mobil Edo dan bergegas berlari masuk ke dalam mobil Betran. Ketiga mobil itu sudah berderet menghadap ke depan dengan pengemudinya yang telah sangat siap untuk bertanding. Nara langsung masuk ke dalam mobil Betran dan duduk dengan lelaki itu.
Sesungguhnya senyum sinis menghias muka Betran melihat kedatangan Nara. Sebenarnya Nara males sekali jika harus menemui Betran. Tapi mengingat demi keselematan Edo kekasihnya ia tak peduli jika harus melakukan hal ini.
"Betran!" Panggil Nara lirih.
Lelaki yang duduk di belakang kemudi itu hanya menoleh sedikit dan tak acuh mendengar namanya di panggil oleh Nara yang duduk di samping dirinya.
"Lo mau ngapain kesini? Lo mau mencoba ngebatalin pertandingan ini?" Ucap Betran.
"Gua mohon supaya lo mau batalin pertandingan ini."
Tutur kata Nara begitu sangat memelas sekali. Namun balasan Betran begitu tak peduli dan tetap sangat dingin.
Perasaan Nara begitu tambah semakin cemas menghadapi kesinisan Betran.
Di mata Betran sangat terpancar rasa kebencian terhadap Edo.
Maka ucapan Nara di anggap hanya sebuah angin lalu saja.
"Lo gak mau dengerin ucapan gua? Dan lo gak mau nurutin keinginan gua?" Ucap Nara.
"Tidak! Gua mau bunuh cowok lo." Jawab Betran.
Betapa tersentak hati Nara mendengar ucapan Betran yang jelas dan sangat tegas itu.
Sudah di duga oleh Nara jika maksud Betran dan Alexa menantang Edo bertanding, tak lain hanya ingin untuk membalas dendam.
Bukan hanya saja ingin mencelakakan Edo. Tetapi sengaja ingin membunuh Edo dengan jalan bertanding. Semua yang di lihat Nara tambah semakin kabur karena deraian air matanya.
"Lo kejam banget, kalau masih ngelakuin hal itu Betran!"
Demikianlah pekik Nara terhadap Betran yang dimatanya kelihatan begitu terlihat sangat memuakkan sikapnya.
"Lo ngapain masih disini? Mending sekarang lo turun dari mobil gua!" Kata Betran.
Seolah ia ingin sekali mengusir Nara dari mobilnya .
__ADS_1
Alangkah sakitnya hati Nara mendengar dan mendapat perlakuan Betran secara demikian itu.
Tanpa berbicara panjang lagi Nara segera turun dari mobil Betran.
Di dalam hati Nara itu menyumpah serapah agar lelaki seperti Betran itu akan kena musibah. Setelah Nara turun dari mobil Betran. Nara langsung menjumpai kembali Edo. Namun alangkah kecewanya hati gadis itu.
Saat tiba menjumpai Edo kembali. Pintu mobil Edo telah dikunci dari dalam sehingga Nara sukar untuk membuka pintu mobil dari luar. Selebihnya itu kaca jendela mobil pun di tutupnya. Nara hanya bisa berdiri di depan kaca mobil dengan isak tangisnya yang pilu.
"Edo jangan lakukan itu! Jangan lakukan itu!!"
Sambil berkata demikian Nara memukul jendela kaca mobil dengan keras sekali. Di dada gadis itu telah di bebani perasaan yang sulit di utarakan disini secara mendalam. Yang pasti gadis itu di cengkam ketakutan.
"Edo mereka mau bunuh kamu! Demi Tuhan jangan lakukan itu!"
Teriak Nara di sela isak tangisnya yang tersendat-sendat.
Namun lelaki yang duduk di belakang kemudi tetap saja beku.
Kedua matanya memancarkan sinar berapi-api.
Mobil Betran yang berada di sebelah kiri mulai menyalakan lampu terang.
Lalu di susul oleh mobil tengah ikut pula menyalakan lampunya.
Hingga akhirnya menyusul mobil Edo.
Keadaan di seputar tempat itu jadi berubah terang benderang.
Berarti pertandingan akan segera di mulai.
Anton sebagai finalis sudah berdiri siap memberikan aba-aba
Di mulainya pertandingan. Hati Nara tak karuan lagi merasakan kebersamaan yang menusuk-nusuk dadanya.
Tetap saja Nara memukul kaca jendela mobil Edo agar lelaki itu tidak meneruskan niatnya. Namun apa yang mau di kata lagi Anton telah menembakkan pistol ke angkasa.
Maka ketiga mobil itu pun melaju bagai anak panah lepas dari busurnya. Tinggalah diri Nara seorang diri terpaku di tempatnya. Memandang mobil itu berlari dengan kecepatan yang sukar. Mobil Edo berada di sebelah kanan.
__ADS_1
Sedangkan mobil Betran dan Alexa selalu mendesak mobil Edo dari arah kanan kiri. Hingga akhirnya mobil Edo diapit oleh kedua musuhnya. Edo tetap tenang menghadapi kedua lawannya yang telah bermain curang.
Sebelah kanan menghantam body mobil Edo begitu pula sebelah kiri di buat hal yang sama. Bagi Edo rasanya sulit untuk melepaskan diri, dari kedua lawannya itu.
"Gila!"
Bentak Edo kepada dua lawannya. Sekalipun Edo berteriak tak mungkin terdengar oleh kedua lawannya yang kelihatan semakin nekat saja.
Satu-satunya jalan Edo harus banting setir ke kiri untuk menghantam mobil Betran.
Usahanya ini rupanya tak sia-sia. Dengan mengambil cara demikian membuat mobil Betran terseret ke samping. Baru kemudian Edo membanting setir ke kanan dan menyentuh mobil Alexa, kedua mobil itu bergeser posisi ke kanan.
Edo melihat di kaca spion gerak yang akan di tempuh Betran. Rupanya mobil Betran dalam kecepatan kencang ke arah belakang sengaja ia menghantam mobil Edo ke arah samping bagian belakang.
Langsung saja mobil Betran menghantam mobil Alexa tidak kepalang tanggung dari arah samping. Tak dapat di xegah malapetaka itu menimpah Alexa. Mobil yang di kemudikan Alexa terlempar jauh meninggalkan jalan aspal dan berguling-guling di rerumputan. Dan tiba--tiba mobil itu mengeluarkan asap lalu meledak.
Begitupun mobil Edo terguling karena terlalu tajam membanting setir ke kiri hingga menimbulkan percikan bunga-bunga api. Kira-kira jarak dua ratus meter mobil Edo terseret dari aspal jalanan. Ketiga mobil itu mengalami kecelakaan secara mengerikan.
Dari kejauhan suara ledakan itu terdengar keras sekali dan api yang menjilat mobil Alexa menerangi alam sekitarnya. Maka spontan saja para penonton yang ada di tempat itu saling berlarian mendekati tempat kejadian itu. Hati Nara semakin cemas melihat kejadian malapetaka di antara ketiga orang di landa amukan setan.
Resa dan Alva menghampiri Nara untuk segera membawanya ke tempat kejadian. Karena jaraknya terlalu jauh, akhirnya Dika pacar Resa datang membawa mobilnya untuk sampai ke tempat tujuan.
Setibanya di tempat kejadian, dilihatnya mobil Edo terguling dengan suara mesin mobil yang masih hidup. Alva ikut berlari bersama Nara menghampiri mobil Edo.
Alva cepat-cepat mematikan mesin mobil karena takut meledak.
Sedangkan Nara terpaku di tempat berdirinya ketika melihat Edo tersampir setir mobil dengan tak berkutik lagi.
"Edo!!" Teriak Nara.
Memecah suasan keheningan, langsung saja dipeluklah tubuh kekasihnya itu dengan tangisan memilukan.
Alva dan Resa menarik tubuh Nara ke belakang agar menjauh dari mesin mobil Edo.
Tubuh yang sudah tak berkutik itu di coba dikeluarkan dari mobil. Agak susah juga ketika Alva dan beberapa temannya menolong tubuh Edo yang terhimpit di antara setir mobil dan tempat duduk.
Akhirnya dengan susah payah mereka berhasil juga mengeluarkan tubuh Edo dari dalam mobil.
__ADS_1