Haus Akan Hasrat

Haus Akan Hasrat
Restu pacaran


__ADS_3

"Siang hari di mana sinar matahari memancarka sinarnya dengan teriknya di permukaan bumi. Kesibukan para suster di rumah sakit itu rasanya tak mengenal rasa letih. Dari pakaiannya yang serba putih menampakkan kebersihan diri. Seorang perempuan setengah tua dengan ditemani pembantu rumah yang setia berjalan tergesa-gesa ke kamar Edo.


Begitu perempuan itu sampai di ambang pintu kamar di mana Edo berbaring di tempat tidur terpekiklah suara perempuan itu memanggil anaknya.


"Edoo!"


Langsung saja Edo dipeluknya erat-erat sambil meneteskan air matanya. Isak tangisnya memecah di ruangan itu.


"Edo maafkanlah mama nak. Ini semua penyebabnya adalah mama. Kamu mau memaafkan mama bukan Do? Mama sudah banyak berdosa kepadamu." Ucapnya.


Nada suara perempuan itu sangat sedih dan pilu, membuat perasaan Edo berubah secara drastis dan mendengarkan pengakuan mamanya secara terus terang. Padahal dia sangat membenci mamanya karena sikap dan tingkah lakunya yang terlalu banyak membuat sakit hatinya. Sekarang dia benar-benar luluh di buatnya.


"Mamah" Panggil Edo lirih namun pilu.


"Mulai detik ini mamah akan berjanji kepadamu nak. Mama tidak melakukan hal itu lagi akan menghentikan dunia maksiat dan dikutuk Tuhan. Mamah sadar kamu sangat berarti sekali dan mamah menyayangimu."


"Ohh mamah."


Edo menangis dalam pelukan mamanya seperti anak kecil.


Dia merasakan detik itu benar-benar sangat amat bahagia, di mana selama ini kasih sayang dari mamanya sangat ia inginkan bertahun-tahun lamanya.


Pelukan antara ibu dan anak berakhir dan sekarang beralih keceriaan. Saling berpandangan lalu tersenyum. Perhatian mama Edo beralih kepada seorang gadis yang duduk tak jauh dari mereka.


"Kamu?" Tanya mamah Edo setengah ragu-ragu kepada Nara.


Mama Edo merasa pernah bertemu dengan gadis itu namun lupa di mana. Perempuan itu berusaha untuk mengingat-ingat tapi tetap tumpul juga.


"Dia Nara mah, yang waktu itu datang ke rumah kita bersama Resa." Sergah Edo kepada mamanya yang berusaha mengingat-ingat.


"Oh iya. Mamah hampir lupa."


Mamah Edo melempar senyum ramah kepad Nara. Gadis itu pun membalas senyumnya.


"Tante apakabar?" Tanya Nara.


"Baik." Jawab tante Sonya.


"Kamu yang waktu itu menjaga Edo, saat kecelakan tabrakan itukan?" Tanya tante Sonya.


"Iya tante."


"Dia pacar Edo mah." Celatu Edo.


"Benar kamu pacarnya Edo, Nara?" Tanya tante Sonya.

__ADS_1


Nara jadi merah mukanya karena malu. Gadis itu tersipu-sipu malu.


"Betul Nara?" Tanya mamah Edo tidak yakin."


Nara akhirnya mengangguk dengan senyuman malu. Mama Edo tersenyum puas melihat pilihan anaknya yang ternyata cukup pintar dan tidak meleset.


Nara sangat cantik dan anggun. Pintar juga Edo memilih pacar, pikir perempuan itu sambil tersenyum-senyum.


"Mamah sangat setuju dengan hubungan kalian berdua. Coba kamu kesini Nara." Panggil mamah Edo kepada Nara.


Gadis itu segera bangkit dari tempat duduknya dan mendekati mamah Edo. Begitu dekat dengan perempuan itu, Nara dipeluknya erat dan penuh kasih sayang. Sambil berkata;


"Cintailah dan sayangilah Edo dengan sepenuh hatimu Nara. Tante percaya sama kamu, bahwa kamu akan menjadi rumah untuk anakku yang satu-satunya ini."


"Iya tante." Jawab Nara.


"Jangan panggil tante, panggil Mamah aja."


"Iya mamah." Jawab Nara dengan di sertai tetesan matanya.


Kedua remaja ini berseri-seri wajahnya karena telah mendapat restu mengenai hubungan cintanya. Nara tak tahan lagi menghadapi kenyataan dan perasaan yang di alami ketika itu. Maka langsunv saja gadis itu melepas pelukan mamah Edo. Dan beralih memeluk Edo erat-erat Nara meneteskan air mata. Menangis terisak-isak dalam dekapan kekasihnya yang sangat dicintainya.


Rambutnya di belai mesra, lembut penuh kasih sayang. Nara lebih membenamkan kepalanya di dada bidang Edo. Meresapi suasana bahagia bercampur haru yang penuh cinta kasih ini.


...****************...


"Kamu bahagia Nara?" Tanya Edo.


"Tentu saja sayang." Ucap Nara.


Dipeluknya Nara dengan mesra.


Tiba-tiba mereka dikagetkan oleh kedatangan Resa dan Dika.


"Bucin teruss." Ucap Resa meledek.


"Kaya lo gak aja Res."


"Gimana bro keadaan lo?" Tanya Dika.


"Lo bisa lihat gua sehat." Ucap Edo.


"Ayo sirkuit bareng gua." Kata Dika.


"Alaah sirkuit, sikutmu ku giles." Ucap Resa.

__ADS_1


Sontak semuanya pun tertawa hari ini kami memang merencanakan untuk berkumpul bersama di rumah Edo. Sekedar makan-makan dan bermain ps bersama. Rasanya sangat senang sekali melihat kami bisa bersenang-senang bersama. Tak lama kemudian datanglah bibi Boyem bersama seorang lelaki menghampiri kami.


"Maaf menganggu, ini ada teman den Edo." Tunjuk bibi Boyem.


"Lo?"


Edo sontak kaget siapa yang mengundang cowok itu kemari, membuat perasaannya berubah menjadi emosi. Edo pun tiba-tiba berdiri dari duduknya. Dan ternyata yang datang adalah Betran si pembuat kesal.


"Mau ngapain lo kesini? Mau ajak gua balapan lagi." Tanya Edo emosi.


"Gua cuman mau minta maaf sama lo." Ucap lelaki itu.


Edo pun terdiam mendengar perkataan maaf dari Betran yang sangat tidak percaya.


"Gua tau gak seharusnya gua nantangin lo buat balapan, hanya karena rasa ego gua buat dapetin Nara."


Mata Edo langsung melotot mendengar bahwa Betran menyukai Nara.


"Kurang ajar lo." Ucap Edo.


Memukul Betran dengan satu kali pukulan yang kencang, hingga Betran terjatuh. Dika mencoba membantu Betran sedangkan Nara berusaha menahan emosi Edo.


"Tenanglah dulu Do." Ucap Nara.


"Apa yang harus tenang, dia menyukaimu?"


"Aku tau, tapi bisa kamu tidak usah emosi biarkan dia duduk dulu menjelaskan semuanya." Berusaha membujuk Edo.


Edo pun menuruti perkataan Nara lalu duduk kembali. Begitu pun dengan Betran di bawa duduk juga berhadapan dengan Edo. Emosi Edo masih memuncak. Setelah mereda mencoba mendinginkan suasana.


"Udahkan, coba jelasin Betran lo kesini mau apa?" Tanya Resa.


"Gua kesini mau minta maaf sama kalian, terutam Edo dan Nara. Gua tau balapan kemaren salah gak seharusnya hal itu terjadi bahkan membuat Alexa meninggal. Gua minta maaf."


Mendengar perkataan Betran kami semua terdiam.


"Terus maksud lo mau dapetin Nara apa?" Ucap Edo.


"Gua ikut balapan ini karena gua benci sama lo, lo bisa dapetin apa yang lo mau termasuk cewek yang gua suka. Tapi sekarang gua sadar. Cint kalian sangat kuat dan rasa gua ke Nara bukan cinta cuman hanya sebatas rasa sayang." Ucap Betran menjelaskan.


"Udahlah Do maafin aja, lagi pula dia udah minta maaf." Ucap Resa.


"Sayang benar kata Resa, sudah maafkan saja. Lagi pula dulu kalian berteman. Aku juga sudah memaafkan kesalahan Betran."


"Oke gua maafin lo."

__ADS_1


"Thanks Do."


Akhirnya mereka pun saling memaafkan dan berjanji tidak akan melakukan hal konyol itu kembali.


__ADS_2