
Malam ini adalah hal yang paling indah bisa berdansa bersama Edo menikmati malam yang tenang.
"Kamu suka Nara?"
Aku hanya mengangguk, siapa yang tidak suka ini sangat menganggumkan. Namun raut wajah ku seakan berubah dan memikirkan tentang hubungan kami ke depan. Aku mendapat beasiswa kuliah di luar kota dengan jurusan impianku. Aku belum menceritakan hal ini pada terlebih kemarin aku sibuk dengan belajar dan persiapan ujian. Bagaimana aku akan mengatakannya pada Edo bahwa kita akan berhubungan jarak jauh.
"Kenapa diam Nar?" Tanya Edo.
"Hah"
"Kamu kenapa? Tidak suka?" Tanya Edo.
"Suka kok."
Aku dan Edo melanjutkan dansa kami, aku akan bilang pada Edo saat kami nanti pulang dari sini.
...****************...
Selesai kami berkencan, kami pun pulang ke rumah Resa di antar Dika. Aku bersama Edo. Kami berpisah disini aku memeluk Resa dengan erat pertanda untuk pulang.
"Jagain temen gua ya." Ucap Resa.
"Siap." Jawab Edo.
"Yaudah gua duluan."
"Oke hati-hati."
Resa pun masuk ke dalam mobil Dika. Mereka pun membunyikan klakson pertanda mobil akan melaju. Meninggalkan tempat dimana kami berdiri.
"Ayo sayang aku antar kamu pulang." Ucap Edo.
Menarik tanganku, Edo membukakan pintu mobil untukku, aku pun masuk ke dalam mobil. Edo pun masuk dan kami pun berjalan pulang. Saat di perjalanan aku meminta Edo agar tidak langsung pulang kerumah dulu.
"Do." Panggilku.
"Iya Nara."
"Kita jangan langsung pulang ya?" Ucapku.
"Kenapa?" Tanya Edo heran.
"Kita ke pantai tempat dimana kamu ajak aku pertama kali." Ucapku.
"Oke."
Untungnya Edo tidak banyak bertanya langsung menyetujui permintaanku. Mobil pun melaju ke arah pantai, aku tau ini telah larut malam, namun aku harus membicarakan ini dengan Edo. Rasanya di pantai lebih tepat untuk membicarakan hal ini.
Mobil pun berhenti tepat di pinggir pantai aku dan Edo keluar dan duduk di kursi yang ada di pantai. Aku menghela nafas suasana pantai ini begitu sejuk dengan angin yang terasa menyusup dingin ke sela-sela baju.
"Kamu kedinginan sayang." Ucap Edo.
Dia melepaskan jas yang dipakainya dan memberikannya padaku agar aku tidak kedinginan.
"Makasih sayang."
Aku pun duduk dekat Edo dan merebahkan kepalaku di dada Edo. Tangan Edo mengelus rambutku.
__ADS_1
"Tumben kamu ajak aku kesini sayang?" Tanya Edo.
"Tidak apa-apa aku hanya rindu menikmati suasana pantai bersamamu." Ucapku.
Edo mengecup dahiku dengan mesra aku menatap mata indahnya dengan mesra.
"Kamu tau tidak Edo." Ucapku.
"Ada apa?"
"Aku senang kita sudah bersama kembali, aku pun sekarang sudah lulus sekolah."
"Iya aku juga senang akhirnya kita bisa bareng-bareng lagi."
"Tapi ada satu hal yang mau aku bicarain."
Aku pun bangun dan duduk lalu menatap ke arah Edo, Ku pegang kedua tangan Edo dengan erat.
"Ada apa sayang?" Tanya Edo penasaran.
"Aku mendapatkan beasiswa kuliah diluar kota, mungkin nanti kita akan berjarak."
Edo kaget mendengar ucapan Nara, mengapa dia tidak memberitahu Edo sebelumnya. Edo kini terdiam dan balik menatap Nara dengan penuh rasa campur aduk.
"Kamu serius?" Tanya Edo.
"Aku serius Edo, ini impianku untuk kuliah disana, dan ternyata aku lulus dan diterima disana."
"Dimana?"
"Jogja." Jawabku singkat.
"Aku juga tidak ingin, tapi ini mimpikku Do. Hal aku inginkan dari dulu."
"Kamu yakin? kita bisa menjalankan LDR ini? Aku tidak siap Nara." Ucap Edo lirih.
"Jika kamu percaya denganku Edo dan aku percaya denganmu pasti kita akan menjaga cinta kita dengan baik." Ucapku.
"Bagaimana jika aku pindah kuliah juga ke Jogja?"
"Jangan, sebentar lagi kamu lulus sayang."
"Tapi Nar, kamu taukan aku sayang sama kamu."
"Edo sewaktu-waktu kalau libur semester nanti kita bisa bertemu. Kita bisa video call tiap waktu."
"Orang tua kamu mengizinkan?" Tanya Edo.
"Iya."
Wajah Edo seketika bimbang sangat tidak mau jika harus menjalin hubungan LDR. Rasanya terlalu berat apalagi dia gadis cantik dan anggun pasti akan banyak lelaki yang mendekatinya. Bagaimana nasibnya disana nanti tidak ada saudara menjadi anak kossan sendirian. Aku tidak siap jika Nara pergi sendiri disana.
"Kamu tinggal sama siapa nanti disana?" Tanya Edo.
"Aku sendiri, kamu gak usah khawatir aku bisa jaga diri sayang. Lagi pula aku bakal cari kossan khusus cewek dan yang di jaga ketat. Terus dekat dengan kampus. Agar aku mudah untuk melakukan berbagai hal disana." Ucapku menjelaskan.
"Kamu yakin? Bagaimana jika banyak lelaki yang mendekati?" Edo cemas.
__ADS_1
"Tenang saja mereka akan ku hajar dan aku akan bilang pada mereka yang mendekatiku. Jangan aku titisan harimau." Ucapku membuat suasana tidak terlalu serius.
Edo pun tersenyum mendengar perkataanku.
"Apaan sih sayang, sebenarnya aku tidak mau kamu pergi. Tapi jika ayah dan ibumu mengizinkan, aku bisa apa."
"Jadi kamu izinin aku kuliah di Jogja?" Tanya Nara meyakinkan.
"Iya sayang, aku egois jika hanya memikirkan untuk diriku saja, sedangkan itu adalah mimpi kamu. Tapi ingat tetap selalu kabari aku awas kamu jangan macam-macam disana."
Aku pun langsung tersenyum bahagia lalu memeluk Edo dengan erat. Edo membalas pelukanku.
"Makasih sayang."
"Sama-sama. Jangan terlalu kencang gunungmu terlalu erat menempel di dadaku, nanti aku suka." Ucap Edo tertawa.
Nara langsung melepaskan pelukannya.
"Iii Edo... Kok bilangnya gitu?"
"Yakan emang benar enak sayang." Tertawa puas.
"Tau ah aku sebel sama kamu." Jawab Nara kesal.
"Yaudah sini peluk lagi." Ucap Edo merayu.
"Gak mau, mau pulang udah malem."
"Yakin mau pulang? Gak mau peluk lagi bentar lagi kita bakal LDR lho." Lirih Edo merengek.
Nara yang masih sebel dengan Edo meliriknya dengan tipis. Lalu di peluk kembali kekasihnya.
"Jangan bilang gitu, aku malu."
"Iya aku bercanda, tapi memang enak."
"Iii Edo cubit nih."
Nara pun bahagia kekasihnya mengizinkan dia kuliah di Jogja. Walaupun kami harus LDR dan menabung rindu untuk kedepannya. Tapi aku bahagia bersama Edo. Walaupun tingkahnya menyebalkan sekali.
"Yaudah ayo pulang, nanti ibu dan ayah marah. Aku nanti di pecat jadi anak." Ucap Nara.
"Gak apa-apa nanti kita buat keluarga baru lalu buat Edo junior."
"Iii Edo kamu gitu mulu yaa."
"Memang kenapa?Kamu tak mau menikah denganku?" Tanya Edo.
"Mau, tapi jangan bahas kaya gitu Do, kan malu. Ayo pulang."
"Yaudah ayo pulang."
Kami pun masuk kembali kedalam mobil karena hari sudah semakin larut malam. Kami meninggalkan pantai.
"Kamu perginya kapan sayang?" Tanya Edo.
"Jika tidak ada halangan sekitar satu minggu lagi."
__ADS_1
"Kalau gitu dalam satu minggu ini kita harus buat moment indah yang banyak."
"Boleh sayang."