Haus Akan Hasrat

Haus Akan Hasrat
Dinner Romantis


__ADS_3

Setibanya di rumah Edo langsung merebahkan badannya, lalu mengambil ponsel dari dalam sakunya.


"TING"


Ternyata ada pesan dari Nara, segeralah Edo membuka pesan Itu.


Nara : Hallo Edo sayang, aku sekarang lagi di bis, masa baru beberapa jam aku sudah rindu denganmu, sial sekali.


Edo tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Nara. Segeralah Edo membalasnya.


Aku : Aku juga rindu padamu sayang, rasanya sepi gak ada kamu.


Nara : Di bis aku duduk sama nenek-nenek.


Aku : Gak apa-apa, asal jangan sama kakek-kakek.


Nara : Mengapa?


Aku : Nanti aku cemburu.


**Nara : Level cemburumu sebatas kakek-kakek. **


Aku : Justru karena mereka sudah banyak pengalaman, makanya aku tak suka.


Nara tersenyum melihat pesan dari Edo, ia pun memutuskan menaruh ponselnya dan memasang earphone untuk mendengarkan musik. Sambil Nara melihat-lihat pemandangan.


...****************...


Di rumah Resa, dia kini sedang menyiapkan untuk persiapan Maba di bantu oleh Dika kekasihnya, yang selalu setia menemani dirinya.


"Sayang bukunya udah kamu masukkin kan?" Tanya Dika.


"Sudah, sayang." ujar Resa.


Semuanya telah di siapkan oleh Dika sehingga Resa tak kesulitan untuk mencari barang-barangnya.


"Makasih ya telah membantuku." ujar Resa.


"Selalu, apa yang gak buat kamu sayang."


Mereka pun saling merekatkan tubuhnya dan memeluk dengan mesra.


"Nanti malam kita dinner yuk." ajak Dika.

__ADS_1


"Ada angin apa kamu ajak aku dinner."


"Giliran cowoknya mau romantis, malah ekspresinya begitu. Giliran cowoknya cuek di bilang gak peka."


Dika pun memanyunkan mulutnya. Resa pun langsung mendekati kekasihnya yang sedang ngambek.


"Gak gitu sayang, aku mau kok."


"Aku jemput jam delapan malam nanti." ujar Dika.


"Iya sayang."


"Yaudah aku pulang dulu yaa. Sampai ketemu nanti malam."


Dika pun pergi meninggalkan Resa. Resa kini menghela nafasnya dan duduk di sofa. Karena kelelahan ia pun tiba-tiba telah tertidur lelap.


Hari berganti malam sudah sekitar pukul tujuh malam.


"Non Resa." ujar seorang perempuan.


"Non bangun sudah malam." ucap perempuan itu kembali dengan nada sedikit tinggi.


Resa pun membukakan matanya dengan perlahan, sambil masih mengumpulkan nyawanya.


"Non, bangun sudah waktunya makan."


"Ini jam berapa bi?" tanya Resa.


"Pukul tujuh malam, Non." ucap pembantunya.


Resa pun terkejut dan langsung berdiri tegak dari tidurnya.


"Hah jam tujuh malam, kok bibi gak bangunin aku dari tadi." Resa kesal.


Karena malam ini Dika mengajaknya dinner. Resa pun segera bergegas lari menuju kamarnya untuk segera mandi dan berganti pakaian. Ia pun membuka lemarinya hingga nampak kebingungan harus memakai gaun yang mana. Resa pun mengambil beberapa gaun, lalu memulai mencobanya.


Setelah ada sepuluh baju dengan model yang berbeda kini Resa menjatuhkan pilihannya ke gaun warna maroon, tak lupa memakai heels hitam, serta rambut yang di beri jepitan.


Bel rumah Resa pun berbunyi, sepertinya itu adalah Dika. Pembantu Resa segera membuka pintu lalu mempersilahkan dirinya masuk, untuk menunggu Resa di ruang tamu.


"Terimakasih bi." ujar Dika.


"Sama-sama, kalau begitu bibi ke dapur dulu."

__ADS_1


Tak menunggu lama terdengar suara langkah kaki, Dika pun melirik ke seseorang yang tengah berjalan ke hadapannya. Dika membulatkan matanya seolah-olah mendapatkan bidadari turun dari langit.


"Kamu kenapa liat aku kaya gitu?" tanya Resa heran.


"Kamu cantik." ucap Dika.


"Oh jadi baru sekarang kamu nyadar aku cantik."


"Eh bukan begitu sayang, kamu memang sudah cantik namun malam ini kamu cantiknya nambah." ujar Dika menggoda.


"Bisa aja kaleng rombeng gombalnya."


Dika pun mengenggam tangan Resa, dan di gandenglah tangan Resa menuju ke mobil.


"Kita mau pergi kemana?" tanya Resa.


"Nanti juga kamu tau."


Mobil itu pun melaju pergi meninggalkan pekarangan rumah Resa.


Setibanya di Restoran bernuansa romantis.


"Ayo sayang turun"


Resa pun turun dari mobil, berjalan masuk menuju ke Restoran.


Lalu ada seorang pramusaji yang memberhentikan langkah mereka.


"Dengan mbak Resa?" tanya pramusaji itu.


"Ia dengan saya sendiri."


"Ini bunga untuk mbak Resa."


Pramusaji itu pun memberikan satu bucket bunga mawar. Hingga Resa langsung melirik ke arah kekasihnya.


"Ini dari kamu?" tanya Resa.


Dika hanya mengangguk.


"Aku suka."


Kami pun berjalan menuju meja makan.

__ADS_1


__ADS_2