Haus Akan Hasrat

Haus Akan Hasrat
Satu minggu bersama


__ADS_3

Tidak terasa sudah enam hari aku menghabiskan waktu bersama Edo. Besok aku sudah harus pergi ke Jogja melanjutkan kuliah disana rasanya sedih harus meninggalkan Edo malah sekarang jadi aku yang tidak ingin berpisah dengan Edo.


"Kebiasaan kamu suka melamun." Ucap Edo.


"Engga sayang."


"Mikirin apa?" Tanya Edo.


"Mikirin kamu, takut selingkuh." ucapku asal.


Edo menarik tanganku lalu memegang kedua tanganku dengan erat.


"Sayang aku percaya sama kamu begitu pun sebaliknya kamu harus percaya sama aku. Aku akan selalu jaga cinta kita berdua."


Mendengar perkataan Edo yang begitu tulus terhadapku, aku menjadi yakin bahwa Edo tak akan pernah mengkhianatiku.


"Yaudah ayo kita pulang, aku harus mengemaskan pakaianku." ucapku.


"Ayo. Berangkat jam berapa besok?"


"Sekitar jam delapan."


"Aku jemput ya."


"Iyaa."


...****************...


Di terminal kami pun menunggu keberangkatan jadwal bis ke Jogja, sekitar pukul 10:00. Kami pun duduk di bangku yang sudah di sediakan. Rasanya semakin berat meninggalkan orang yang di sayang.


"Nak jaga dirimu baik-baik disana." Ucap Ibu.


Aku pun memeluk tubuh ibu dengan erat, pasti banyak hal yang akan ku rindukan apalagi masakkan ibu, aku yang terbiasa apapun disiapkan ibu, kini harus menyiapkan segalanya sendiri.


"Nara akan baik-baik aja bu."

__ADS_1


"Ibu percaya sama kamu nak."


Seketika ada orang yang berlari-lari menuju ke arah Nara, dan ternyata itu adalah Resa. Dia melambaikan tangan padaku sambil berlari-lari.


"Naraaa.." Teriak Resa


Membuat semua orang melirik padanya, karena suara teriakannya menggemparkan warga penghuni terminal bis.


"Tenang-tenang lo tarik nafas dulu." Ucapku.


Resa mulai mengatur nafasnya, dan langsung menatap wajah Nara.


"Kenapa lo Res?" Tanyaku.


"Lo yakin mau pergi ke Jogja, mau tinggalin gua disini, terus nanti siapa yang bakal jadi temen gua, yang dengerin bacotan gue, gak ada yang bisa gua peluk lagi." Ucap Resa.


"Lebay lo." Timpal Edo.


Resa memukul bahu Edo, sampai ia meringis sakit.


"Jangan gitulah Do." Ucapku.


Resa memasang muka cemberut, dan aku mencoba untuk menenangkannya.


"Lo tenang aja, gua bakal jadi temen lo selamanya, lo bisa hubungi gua kapan aja, bahkan lo bisa susul gua ke Jogja." Ucapku.


Nara pun memeluk sahabatnya dengan erat, Edo pun ikut memeluk mereka.


"Dua istri cukup." Ucap Edo.


Kami pun langsung melepaskan pelukannya Edo terjatuh ke lantai, membuatnya kesakitan.


"Gila.. najis banget gua jadi istri lo. Cukup Nara aja yang kelilipan suka sama lo."


"Lo gak tau yaa, gini-gini juga gua incaran para wanita." Jawab Edo sombong.

__ADS_1


"Aku gak mau di poligami." Ucap Nara.


"Tuhkan Do, denger lo."


"Gak kok sayang aku cuman bercanda." Ucap Edo tersenyum.


"Sudah-sudah kenapa malah ribut begini, ayo siap-siap bisnya udah mau dateng." Ucap Ayah Nara.


Bis pun tiba, para penumpang segera bergegas naik ke bis, termasuk Nara. Dua koper dan satu tas ransel di bantu bawakan oleh Edo dan Ayahnya. Aku duduk dibangku sebelah kanan pak supir. Setelah aku duduk ayah dan ibu memelukku.


"Jaga diri baik-baik disana." Ucap ibu.


"Iya bu pasti."


Ayah dan ibu pun lalu turun dari bis, sedangkan Edo masih tetap didalam bis, menatapku tanpa berkedip.


"Kok kamu liatin aku kaya gitu sih Do?" Tanyaku.


"Memangnya ada larangan, tidak boleh menatap wajah pacar sendiri."


"Ya gak ada cuman aku malu di tatap sama kamu."


"Kenapa harus malu, justru aku ingin menatapmu lama Nara, karena nanti aku akan menatap wajahmu hanya via ponsel." Ucapnya.


"Kamu lebay." Jawabku ketus.


"Gak apa-apa yang penting mencintai Nara."


Aku tersenyum tipis tersipu malu.


"Do udah ah, bis nya sebentar lagi mau berangkat, udah gih kamu turun."


"Kamu mengusirku?" Tanya Edo.


"Enggak, aku tau ini berat buat kita harus menjalankan kisah jarak jauh."

__ADS_1


Tiba-tiba Edo langsung mendekatkan wajahnya dengan wajahku lalu mengecup dahiku. Aku terkejut lalu menatap Edo dengan tatapan kesal sekaligus senang. Kesal karena ini di dalam bis banyak orang yang melihat, bahagia karena mungkin hal ini yang akan di rindukan ketika kami LDR.


__ADS_2