
Chapter 16 : Keberanian
Ding! Ding!! Bang! Bang!!
Suara benturan senjata, suara benturan ledakan pukulan menggema dalam pertarungan mereka.
Tapi meskipun mereka mengeluarkan semua kekuatan, mereka masih mengalami kemunduran dan mengalami luka pedih.
Melihat keadaan teman-temannya sebagai pemimpin, dia sangat sedih. Dia mengeluarkan benda kecil dari cincin spasialnya, yaitu sebuah Pill Hitam.
Memandang Pill Hitam ini, dia melihat sekilas cerah cahaya.
“Semuanya kalian mundur dan lari sejauh-jauh mungkin, biarkan aku menahan waktu dan membiarkan kalian lari jauh!.”
“Pemimpin apa maksudmu? Jangan bercanda kita semua adalah saudara.”
“Yah Pemimpin, kita harus bertempur sampai titik habis kita.”
__ADS_1
“Benar Pemimpin…..”
Semua orang berbicara. Melihat pemandangan ini dia tersenyum.
“Tidak! Kalian larilah sejauh mungkin dan aku akan menahannya, aku memiliki Pill Hitam ini, Pill Hitam ini akan memberikan kekuatan besar untukku, dengan aku menelan Pill Hitam ini kekuatanku akan berkali lipat, di saat itu kalian larilah sejauh mungkin, bagaimanapun aku tidak bisa menahan lebih lama!.”
“Kita hanya memiliki sedikit kekuatan,dan juga ini kesalahanku atas kecerobohan, aku tidak pernah menyangka bahwa ada binatang buas menyelinap kita dari belakang, untuk itu kalian semua gunakan sedikit kekuatan kalian untuk berlari sejauh mungkin, ini kesempatan kita.”
“Tapi Pemimpin….”
“Larihlah! Larilah sejauh mungkin, terus hidup.” Teriakan Pemimpin terdengar keras.
Seseorang berbalik dengan tangan terkepal, lalu lari ke arah hutan, bisa dilihat dibalik itu orang merasakan kesedihan masing-masing. Semua orang memandang satu sama lain, melihat Pemimpin mereka berdiri tegak di depan mereka semua. Satu demi satu orang berbalik dengan tangan terkepal dan ekspresi sedih menggantung di wajah semua orang.
Namun ada orang tetap di samping pemimpin, melihat ini dia sangat tersentuh. Tapi dia tidak bisa membiarkan mereka mati.
“Kalian pergilah, aku akan menahannya.”
__ADS_1
Dia berkata dengan marah, dan melambaikan tangannya.
Mereka melihat bahwa Pemimpin masih bersih keras untuk pergi, mereka hanya bisa bersedih. Mereka tahu bahwa melawan binatang buas di depan mereka, mereka akan mati dan tidak bisa kabur jika mereka membuat keputusan untuk melawan. Ini adalah satunya kesempatan untuk hidup.
Tapi mereka tidak bisa menerima. Jarang ada orang melakukan tindak bunuh diri untuk orang-orang teman kelompoknya. Mereka beruntung memiliki Pemimpin yang bertarung di garis depan. Semua orang adalah cultivator, mereka hanya memetingkan diri mereka sendiri, membuang hal-hal yang tidak mempunyai nilai. Tapi orang di depan mereka, dia berbeda dari yang lain. Kenapa surga memberi ketidak-adilan untuk orang seperti itu.
Mereka hanya meratapi dan bersedih.
Pada akhir semua orang berbalik dan masuk kedalam gelap hutan hitam.
Melihat semua orang lari dan masuk dalam gelap hutan hitam dia berbalik dan menghadap binatang buas. Dia memakan Pill Hitam di tangannya, segera aura ledakan berbunyi di sekujur tubuh, ledakan seperti guntur memandikan tubuhnya dengan berisikan kekuatan berlimpah, auranya dalam tubuhnya mulai meroket. Merasakan kekuatan dalam tubuhnya membuat dia bisa mematahkan tubuh orang semudah kayu. Perubahan dalam kekuatan, dia memandang binatang buas di depannya dengan matanya memancarkan keganasan, tubuhnya diselimuti aura momentum, pedang besar di tangannya yang mengepal hingga urat dalam tangan bisa meledak keluar kapan saja.
Serang!!
Dia maju dan menginjak kakinya dengan dalam pada tanah, jejak kaki yang ditinggalkan membekas pada tanah, batuan kecil yang di injak menjadi hancur. Sebuah orang membawa pedang besar dan berlari ke arah Leopard Red Blaze.
Ahhh!
__ADS_1
Dengan teriakan untuk menyerang, membuat momentum kuat untuk menerjang. Segera suara dentingan pedang terdengar, sayatan, amukan, menjadi satu. Tanah mulai hancur dan retak, darah mewarnai tanah.